FITNESS & HEALTH

Beberapa Cara yang Harus Kamu Ketahui terkait Penanganan Luka Diabetes

Raka Lestari
Rabu 20 April 2022 / 11:08
Jakarta: Luka diabetes merupakan suatu kondisi kerusakan jaringan kulit yang ditemukan pada pasien diabetes, dimulai dari epidermis, dermis, jaringan subkultan dan menyebar ke jaringan yang lebih dalam, seperti tulang dan otot. Luka diabetes merupakan komplikasi yang paling umum terjadi pada penyandang diabetes.

Menurut Dr. Debie Dahlia, S.Kp, MHSM, Kepala Keperawatan RSUI, sebanyak 20 persen pasien diabetes yang dirawat inap disebabkan oleh masalah luka diabetes. Fakta tentang luka diabetes, sering terjadi pada ekstemitas bawah dan sulit untuk sembuh.

“Jadi penting sekali kita memahami luka diabetes dan cara pencegahannya. Selain itu perawatan dan pengobatan luka diabetes juga membutuhkan biaya mahal. Sebanyak 2-3 persen penyandang luka kaki diabetes mengalami amputasi dan diperkirakan setiap 30 detik amputasi terjadi akibat luka diabetes” ungkapnya.

Risiko luka diabetes dapat dialami oleh pasien diabetes yang sudah menderita penyakit tersebut sekitar 5-10 tahun. Semakin lama menderita diabetes, maka semakin tinggi juga risikonya. Area yang berisiko terjadi luka bisa di telapak kaki, area persendian, atau area lain.

Penyebab mudah terjadinya luka pada pasien diabetes karena terjadi keruskan saraf pada daerah kaki, yang dapat menyebabkan kelainan bentuk kaki, berkurangnya sensasi merasakan sentuhan, sakit, maupun perubahan suhu. Selain itu kulit kering dan gangguan regulasi keringat yang kulit kering, juga berpotensi menyebabkan luka.

Penanganan luka kaki diabetes harus dilakukan secara komprehensif. “Penanganan tidak boleh ke klinik luka saja, atau ke spesialis penyakit dalam saja, namun juga harus komprehensif, misalnya juga ke vaskuler” ujar Debie Dahlia.

Pada prinsipnya dalam penanganan luka kaki diabetes, ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu kontrol faktor risiko, revaskularisasi, dan perawatan luka.
(FIR)

MOST SEARCH