FITNESS & HEALTH

Buang Air Besar Berdarah, Pertanda Wasir atau Kanker Usus Besar?

Rosa Anggreati
Senin 14 Maret 2022 / 14:06
Jakarta: Tentu menakutkan melihat ada darah di toilet, atau saat membersihkan dubur setelah buang air besar. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya perdarahan di saluran pencernaan. 

Meskipun sebagian besar penyebab pendarahan dubur adalah wasir, buang air besar (BAB) berdarah tetap perlu diwaspadai dan ditangani karena bisa juga pendarahan disebabkan kondisi kanker atau prakanker. Kondisi ini ditandai dengan polip prakanker yang berada di dekat ujung usus besar (usus besar) dan dapat meniru perdarahan akibat wasir. 

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut ini perbedaan antara wasir dengan kanker usus besar.



Berdasarkan data WHO tahun 2020, kanker usus besar merupakan kanker terbanyak ke-4 di Indonesia, setelah kanker payudara, serviks, dan kanker paru. 

"Kanker usus besar umumnya tidak bergejala pada stadium awal, sehingga seringkali pasien datang sudah pada stadium lanjut. Itulah sebabnya deteksi dini kanker usus besar sangat penting terutama jika Anda memiliki faktor risiko," kata Prof. Dr. Abdul Aziz Rani, Sp.PD-KGEH – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan.


Deteksi Dini Kanker Usus Besar (Kanker Kolorektal)


Deteksi dini kanker usus besar pada individu tanpa keluhan dapat dimulai pada usia 50 tahun ke atas jika tidak ada riwayat keluarga dengan kanker usus.

"Sedangkan jika ada riwayat keluarga dengan kanker usus besar, maka deteksi dini dapat dimulai pada usia 40 tahun ke atas," kata dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD, KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterology dan Hepatology, Mayapada Hospital Tangerang. 

Saat ini ada yang disebut Endoskopi Kapsul (Capsule Endoscopy) yaitu prosedur untuk mengambil gambar saluran pencernaan dengan cara menelan kamera nirkabel kecil yang berada di dalam kapsul seukuran vitamin yang biasa diminum. 

"Saat kapsul berjalan melalui saluran pencernaan, kamera mengambil ribuan gambar yang ditransmisikan ke perekam yang dikenakan di ikat pinggang. Endoskopi kapsul membantu dokter melihat bagian dalam saluran pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus sampai usus besar, termasuk area yang tidak mudah dijangkau dengan prosedur endoskopi konvensional," ucap dr. Hendra.
  
Kolonoskopi adalah pemeriksaan usus besar dengan alat endoskopi yang berbentuk seperti selang dengan kamera di ujungnya yang dimasukan ke dalam usus besar melalui lubang dubur. 

Pemeriksaan ini paling sensitif untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti polip atau benjolan kecil pada usus besar. 

"Pemeriksaan kolonoskopi adalah gold standard untuk pemeriksaan skrining kanker usus besar karena kemampuannya untuk melihat seluruh usus besar dan mendeteksi serta menghilangkan polip selama prosedur yang sama berlangsung. Ini adalah tes yang paling cocok untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau kerabat dekat yang sudah menderita kanker usus besar," kata dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Kuningan. 

Orang-orang yang memiliki faktor risiko kanker usus besar perlu melakukan deteksi dini. Mereka dianjurkan melakukan deteksi dini serta pemantauan rutin.

Berikut ini, ciri-ciri orang yang memiliki faktor risiko kanker usus besar:

- Memiliki orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat dengan riwayat kanker usus besar (faktor genetik), pernah terdiagnosa polip pada usus besar, pernah menjalani terapi radiasi pada area perut atau pelvis.
- Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berlebih.
- Diabetes
- Obesitas


Penanganan Kanker Kolorektal


Polip ini umumnya berada di usus besar selama bertahun-tahun sebelum menjadi kanker kolorektal. Kanker kolorektal atau kanker usus besar-rektum terkadang didiagnosis pada orang yang telah mengabaikan pendarahan selama bertahun-tahun karena mereka menganggapnya wasir. 

"Inilah sebabnya apabila alami pendarahan dubur harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebabnya. Bila polip ditemukan, polip dapat diangkat dari usus besar, sehingga mencegah perkembangan menjadi kanker. Dan jika kanker kolorektal didiagnosis lebih awal, seringkali dapat diobati," ujar Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif, Mayapada Hospital Bogor, dr. Sjaiful Bachri, SpB-KBD.

"Jika kanker kolorektal telah didiagnosis sejak dini alih-alih wasir, maka kanker usus besar dapat diobati dengan operasi kolorektal baik secara operasi terbuka (laparotomi) maupun bedah minimal invasif laparoskopi disesuaikan dengan lokasi dan stadium kanker usus besar," kata Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif, Mayapada Hospital Tangerang, dr. Taufik Budi Satrio, Sp.B (K)BD.
 
Penentuan jenis tindakan pengobatan tentunya disesuaikan dengan stadium kanker, apakah sudah ada penyebaran, dan melihat kondisi pasien secara keseluruhan. 

"Jika masih dalam stadium awal, tindakan kuratif (pengobatan) masih dapat dilakukan, baik dengan pembedahan usus untuk membuang kanker, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi terapi tersebut. Dengan deteksi dini dan penemuan kanker usus besar dalam kondisi stadium awal, akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan untuk sembuh," kata Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aditomo Widarso, Sp.B-KBD.

Gastrohepatologi Center Mayapada Hospital adalah layanan komprehensif bagi pasien dewasa dan anak-anak untuk penyakit gangguan pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar, serta termasuk kasus yang melibatkan gangguan pankreas, hati dan kantung empedu. 

Layanan tersedia mulai dari deteksi dini, diagnosis, dan tindakan pembedahan dengan didukung dengan peralatan terkini, fasilitas penunjang yang lengkap serta tim dokter subspesialis yang ahli dan kompeten di bidangnya, antara lain dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif, dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, serta dokter spesialis bedah anak.
(ROS)

MOST SEARCH