FITNESS & HEALTH

Rayakan Lebaran tanpa Gangguan Pandangan

A. Firdaus
Selasa 03 Mei 2022 / 10:12
Jakarta: Situasi pandemi Covid-19 yang semakin melandai, membuat pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran. Masyarakat dapat kembali merayakan semarak Hari Raya Idulfitri bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.   

Terkait kondisi tersebut, dapat dipastikan antusiasme masyarakat Indonesia sangat besar untuk menyambut momen yang ditunggu-tunggu ini. Kesehatan mata saat lebaran pun menjadi sesuatu yang harus diprioritaskan, agar momen berkumpul bersama keluarga dan perayaan Hari Raya Idulfitri dapat optimal tanpa gangguan pandangan.

"Mata yang sehat diperlukan oleh seluruh manusia agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Saat lebaran kali ini, mari luangkan waktu sejenak untuk memastikan keadaan mata kita dalam keadaan optimal sehingga momen berkumpul keluarga dapat dilaksanakan tanpa adanya gangguan pandangan," ungkap Dr. Anna Nur Utami, SpM,  Dokter Subspesialis Infeksi Imunologi JEC  Eye Hospitals & Clinics.

"Terdapat beberapa masalah yang cukup sering ditemukan di poli mata, seperti masalah penyakit mata kering (dry eyes) dan katarak. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan," sambungnya.

Saat Ramadan, terdapat risiko kesehatan mata yang berpotensi terjadi, salah satunya mata kering (dry eyes). Terdapat beberapa faktor yang mendorong timbulnya mata kering, salah satunya adalah dehidrasi.

Hidrasi yang baik dan kesehatan mata saling berhubungan. Lebih dari 50% tubuh kita terdiri dari air, jadi tidak mengherankan jika dehidrasi dapat mempengaruhi penglihatan.

Oleh karena itu sangat disarankan masyarakat untuk menjaga jumlah asupan minum air putih walaupun dalam keadaan berpuasa. Kekurangan cairan berpotensi terjadinya dehidrasi dan timbulnya mata kering. Mata kering dapat menyebabkan mata merah, mata gatal dan terganggunya pandangan.

Selain mata kering (dry eyes), katarak juga merupakan penyakit mata yang umum dijumpai oleh masyarakat Indonesia dan harus segera ditangani. Pada bulan Ramadan, para pasien penderita katarak cenderung mengurungkan niatnya untuk memeriksa matanya ke rumah sakit atau klinik mata.

Hal ini disebabkan karena adanya keraguan akan tindakan operasi yang dapat menyebabkan batalnya puasa. Di satu sisi katarak tidak disarankan untuk menunda pemeriksaan dan penanganannya karena dapat mengakibatkan kebutaan, seperti yang disebut oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) bahwa pada 2017 terdapat sekitar 1,3 juta kebutaan diakibatkan oleh katarak.

"Pada bulan Ramadan banyak pasien yang mengurungkan niat untuk memeriksakan matanya baik karena faktor tenaga dan juga adanya keraguan tindakan operasi mata akan membatalkan puasa. Akan tetapi perlu diingat, apabila pemeriksaan mata ditunda, penderita mata kering maupun katarak, besar kemungkinan mereka akan mengalami gangguan penglihatan dikala lebaran, berkunjung dan bertemu dengan sanak keluarga. Dan tentunya akan membuat perayaan hari lebaran menjadi tidak optimal," tambah Dr Anna.
(FIR)

MOST SEARCH