Jakarta: Kalo dulu olahraga identik sama nge-gym atau jogging sendirian, sekarang pilihannya makin rame. Ada yang latihan marathon, daftar fun run, booking lapangan padel, coba HYROX, sampai rutin pilates dan yoga. Olahraga sekarang nggak cuma soal keringetan, tapi juga pengalaman dan rutinitas.
Laporan Strava Year in Sport 2025 menunjukkan Gen Z 75 persen lebih mungkin dibanding Gen X menjadikan race atau event sebagai motivasi utama berolahraga. Jumlah klub baru di Strava juga hampir naik empat kali lipat sepanjang 2025, sementara klub lari tumbuh 3,5 kali lipat. Data ini berasal dari miliaran aktivitas dan survei terhadap lebih dari 30 ribu responden secara global.
Marathon bukan cuma soal lari
Ikut marathon atau fun run sekarang nggak sekadar datang, lari, lalu pulang. Ada proses latihan, target personal best, pilih sepatu, sampai gabung running club.
Buat sebagian Gen Z, adanya race bikin olahraga terasa punya tujuan. Ada target yang mau dikejar dan progres yang bisa dirayakan. Menariknya, Strava juga mencatat lebih dari 54 persen penggunanya merekam lebih dari satu jenis aktivitas olahraga. Jadi, satu orang bisa punya jadwal lari, strength training, atau aktivitas lain dalam satu minggu.
(Pilates jadi salah satu pilihan olahraga yang masuk ke rutinitas wellness Gen Z. Foto: AI Generated)
Padel, HYROX, pilates, sampai yoga
Nah, pilihan olahraga Gen Z juga makin beragam. Padel bisa jadi opsi buat yang pengin olahraga sambil socializing karena bisa dimainkan bareng teman.
HYROX punya format yang lebih intens dengan kombinasi lari dan latihan fungsional. Dalam satu race, peserta berlari 1 kilometer lalu menyelesaikan satu stasiun latihan, yang diulang sebanyak delapan kali.
Di sisi lain, pilates dan yoga punya vibe yang berbeda. Pilates banyak digunakan dalam latihan yang menekankan kontrol gerakan, kekuatan, dan stabilitas. Sementara yoga menggabungkan gerakan fisik dengan pengaturan napas dan mindfulness. WHO juga menyebut yoga sebagai salah satu bentuk aktivitas yang dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan.
Jadi, nggak semua orang olahraga buat mengejar personal best. Ada yang cari challenge, ada yang pengin ketemu teman, dan ada juga yang butuh aktivitas dengan ritme lebih tenang.
Olahraga makin nyambung sama lifestyle
Dari marathon sampai yoga, sekarang nggak ada satu gaya olahraga yang harus diikuti semua orang. Pilihannya justru makin luas dan bisa disesuaikan dengan rutinitas masing-masing.
Yang penting, aktivitas fisik tetap jalan. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat, ditambah latihan penguatan otot minimal dua hari dalam seminggu.
Jadi, mau lari, padel, HYROX, pilates, atau yoga, semuanya bisa masuk ke lifestyle. Nggak harus ikut semua tren. Cari yang paling realistis buat dijalanin konsisten dan tetap terasa enjoy.