FITNESS & HEALTH

Gejala dan Penyebab Demam Rematik

Raka Lestari
Rabu 31 Maret 2021 / 14:49
Jakarta: Demam rematik adalah penyakit inflamasi yang dapat berkembang ketika radang tenggorokan atau demam berdarah tidak ditangani dengan benar. Radang tenggorokan dan demam berdarah disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus.

Demam rematik paling sering menyerang anak-anak yang berusia antara 5 dan 15 tahun, meskipun dapat berkembang pada anak-anak yang lebih kecil dan orang dewasa. Basanya demam rematik terjadi di banyak negara berkembang.
 

Gejala demam rematik


Demam rematik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, termasuk kerusakan katup jantung dan gagal jantung. Menurut Mayo Clinic, gejala dari demam rematik meliputi:

- Demam
- Sendi yang nyeri dan lemas (paling sering di lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan)
- Nyeri di satu sendi yang berpindah ke sendi lain
- Sendi memerah, panas atau bengkak
- Benjolan kecil tanpa rasa sakit di bawah kulit
- Sakit dada
- Murmur jantung
- Kelelahan
- Ruam, tidak nyeri dengan tepi tidak rata
- Gerakan tubuh yang tersentak-sentak dan tidak terkendali (Sydenham chorea) paling sering di tangan, kaki, dan wajah
- Perubahan perilaku yang tidak biasa, seperti menangis atau tertawa, yang menyertai Sydenham chorea
 

Penyebab demam rematik


Demam rematik dapat terjadi setelah infeksi tenggorokan dari bakteri yang disebut streptokokus grup A. Infeksi streptokokus grup A pada tenggorokan menyebabkan radang tenggorokan atau, yang lebih jarang, demam berdarah.

Infeksi streptokokus grup A pada kulit atau bagian tubuh lain jarang memicu demam rematik. Hubungan antara infeksi strep dan demam rematik tidak jelas, tetapi tampaknya bakteri tersebut menipu sistem kekebalan tubuh.

Bakteri strep mengandung protein yang mirip dengan yang ditemukan di jaringan tubuh tertentu.

Sistem imun tubuh yang biasanya menargetkan bakteri penyebab infeksi menyerang jaringannya sendiri, terutama jaringan jantung, persendian, kulit, dan sistem saraf pusat. Reaksi sistem kekebalan ini mengakibatkan pembengkakan jaringan (peradangan).

Jika anak-anak menerima pengobatan segera dengan antibiotik untuk menghilangkan bakteri strep dan meminum semua obat sesuai resep, kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demam rematik.

Jika anak-anak mengalami satu atau lebih episode radang tenggorokan atau demam berdarah yang tidak diobati atau tidak diobati sepenuhnya, dia mungkin mengalami demam rematik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH