FITNESS & HEALTH
Jangan Asal Simpan! 5 Makanan Ini Cepat Basi di Kulkas
A. Firdaus
Jumat 06 November 2026 / 16:10
- Menyimpan makanan di kulkas sering menjadi solusi agar makanan tidak cepat basi.
- Ada sejumlah makanan yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masa simpannya.
- Nasi, pasta, hingga kaldu seafood punya masa simpan terbatas.
Jakarta: Menyimpan makanan di kulkas sering menjadi solusi agar makanan tidak cepat basi. Namun, ternyata tidak semua jenis makanan bisa disimpan dalam waktu lama, bahkan beberapa di antaranya hanya aman dikonsumsi dalam satu hingga dua hari.
Jika penyimpanan tidak tepat, bakteri penyebab keracunan makanan bisa berkembang biak dan membahayakan kesehatan.
Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus Direktur Aliansi Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, mengingatkan ada sejumlah makanan yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masa simpannya.
Berikut lima sisa makanan yang sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di kulkas:
Nasi menjadi salah satu makanan yang perlu diperhatikan saat disimpan. Menurut Coffman, nasi dapat mengandung bakteri Bacillus cereus yang mampu menghasilkan racun ketika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.
Racun tersebut bahkan bisa tetap bertahan meski nasi dipanaskan kembali.
Karena itu, nasi sebaiknya segera didinginkan setelah matang dan disimpan di kulkas bersuhu sekitar 4 derajat Celsius. Coffman menyarankan nasi sisa dikonsumsi maksimal satu hari setelah dimasak.
Jika ingin mengonsumsinya kembali, panaskan nasi hingga mencapai suhu sekitar 74 derajat Celsius.
Saus juga termasuk makanan yang bisa cepat basi, terutama karena kandungan airnya yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme pembusuk.
Sementara itu, mayones kemasan umumnya memiliki masa simpan lebih panjang karena melalui proses pasteurisasi dan memiliki tingkat keasaman yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri.
Namun, ceritanya berbeda jika mayones sudah dicampur dengan bahan lain seperti telur, kentang, atau ayam. Salad dengan campuran mayones tersebut sebaiknya dikonsumsi maksimal tiga hari setelah disimpan di kulkas.
Pasta matang juga tidak bisa disimpan terlalu lama. Perawat sekaligus Direktur Pendidikan Berkelanjutan United Medical Education, Reena Angelique Clark, menyarankan pasta matang disimpan di kulkas maksimal tiga hingga empat hari.
Pasalnya, pasta bisa mengandung bakteri Bacillus cereus yang memiliki spora tahan terhadap proses memasak.
Pasta yang sudah basi biasanya menunjukkan perubahan tekstur dan aroma, seperti menjadi berlendir, berbau tidak sedap, atau memiliki rasa sedikit asam.
Kaldu hasil rebusan makanan laut memiliki masa simpan lebih pendek dibandingkan kaldu ayam atau sapi.
Clark menyarankan kaldu seafood yang disimpan di kulkas sebaiknya tidak dikonsumsi setelah dua hari.
Kandungan protein ikan dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri pembusuk. Kaldu yang sudah basi biasanya terlihat keruh, mengeluarkan bau menyengat, dan memiliki lapisan berkilau dengan warna yang tidak biasa.
Bukan hanya jenis makanannya, cara menyimpan sisa makanan juga menentukan keamanannya.
Coffman mengingatkan makanan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius. Rentang ini dikenal sebagai zona suhu berbahaya karena bakteri penyebab penyakit bawaan makanan dapat berkembang biak dengan cepat.
Beberapa bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Clostridium perfringens bahkan dapat berlipat ganda dalam waktu sekitar 20 menit pada kondisi yang mendukung.
Karena itu, sisa makanan sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas, paling lambat dua jam setelah dimasak atau disajikan. Jangan menunggu makanan benar-benar dingin selama berjam-jam di suhu ruangan.
(FIR)
Jika penyimpanan tidak tepat, bakteri penyebab keracunan makanan bisa berkembang biak dan membahayakan kesehatan.
Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus Direktur Aliansi Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, mengingatkan ada sejumlah makanan yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masa simpannya.
Baca Juga :
Berapa Suhu yang Dapat Menahan Pertumbuhan Bakteri di Makanan? Kunci Utama Cegah Keracunan
Berikut lima sisa makanan yang sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di kulkas:
1. Nasi Matang
Nasi menjadi salah satu makanan yang perlu diperhatikan saat disimpan. Menurut Coffman, nasi dapat mengandung bakteri Bacillus cereus yang mampu menghasilkan racun ketika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.
Racun tersebut bahkan bisa tetap bertahan meski nasi dipanaskan kembali.
Karena itu, nasi sebaiknya segera didinginkan setelah matang dan disimpan di kulkas bersuhu sekitar 4 derajat Celsius. Coffman menyarankan nasi sisa dikonsumsi maksimal satu hari setelah dimasak.
Jika ingin mengonsumsinya kembali, panaskan nasi hingga mencapai suhu sekitar 74 derajat Celsius.
2. Saus dan Salad Mayones
Saus juga termasuk makanan yang bisa cepat basi, terutama karena kandungan airnya yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme pembusuk.
Sementara itu, mayones kemasan umumnya memiliki masa simpan lebih panjang karena melalui proses pasteurisasi dan memiliki tingkat keasaman yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri.
Namun, ceritanya berbeda jika mayones sudah dicampur dengan bahan lain seperti telur, kentang, atau ayam. Salad dengan campuran mayones tersebut sebaiknya dikonsumsi maksimal tiga hari setelah disimpan di kulkas.
3. Pasta yang Sudah Dimasak
Pasta matang juga tidak bisa disimpan terlalu lama. Perawat sekaligus Direktur Pendidikan Berkelanjutan United Medical Education, Reena Angelique Clark, menyarankan pasta matang disimpan di kulkas maksimal tiga hingga empat hari.
Pasalnya, pasta bisa mengandung bakteri Bacillus cereus yang memiliki spora tahan terhadap proses memasak.
Pasta yang sudah basi biasanya menunjukkan perubahan tekstur dan aroma, seperti menjadi berlendir, berbau tidak sedap, atau memiliki rasa sedikit asam.
4. Kaldu Seafood
Kaldu hasil rebusan makanan laut memiliki masa simpan lebih pendek dibandingkan kaldu ayam atau sapi.
Clark menyarankan kaldu seafood yang disimpan di kulkas sebaiknya tidak dikonsumsi setelah dua hari.
Kandungan protein ikan dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri pembusuk. Kaldu yang sudah basi biasanya terlihat keruh, mengeluarkan bau menyengat, dan memiliki lapisan berkilau dengan warna yang tidak biasa.
5. Sisa Makanan yang Dibiarkan di Suhu Ruangan
Bukan hanya jenis makanannya, cara menyimpan sisa makanan juga menentukan keamanannya.
Coffman mengingatkan makanan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius. Rentang ini dikenal sebagai zona suhu berbahaya karena bakteri penyebab penyakit bawaan makanan dapat berkembang biak dengan cepat.
Beberapa bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Clostridium perfringens bahkan dapat berlipat ganda dalam waktu sekitar 20 menit pada kondisi yang mendukung.
Karena itu, sisa makanan sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas, paling lambat dua jam setelah dimasak atau disajikan. Jangan menunggu makanan benar-benar dingin selama berjam-jam di suhu ruangan.
(FIR)