FITNESS & HEALTH

Covid-19 atau Demam Berdarah? Berikut Cara Membedakan Gejala Umum Keduanya

Mia Vale
Kamis 10 November 2022 / 08:05
Jakarta: Kasus covid-19 saat ini sedang menaik kembali dan jangan lupakan juga demam berdarah. Apalagi saat ini sedang musim penghujan di mana banyak pula ditemukan pasien demam berdarah.

Walaupun yang menyebabkan kedua penyakit ini berbeda, namun DBD dan covid-19 memiliki beberapa gejala yang tumpang tindih seperti demam, menggigil, sakit kepala dan nyeri tubuh. 

Lantas, bagaimana kita membedakan keduanya? Mau tahu? Simak ulasan yang telah dilansir dari Times of India.
 

Gejala yang umum


Terkait dengan demam berdarah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (The US Centers for Disease Control and Prevention), berikut adalah beberapa tanda yang lebih sesuai dengan demam berdarah:

- Muntah terus menerus
- Perdarahan mukosa
- Sulit bernapas
- Kelesuan/gelisah
- Pembesaran hati

Sedangkan peringatan yang umumnya terkait dengan covid-19 akan mengalami gejala-gejala yang mungkin disebabkan oleh infeksi covid-19, menurut CDC AS, seperti:

- Sulit bernapas
- Nyeri atau tekanan terus-menerus di dada
- Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga
- Bibir atau wajah kebiruan

Perhatikan bahwa daftar ini tidak semua gejala yang mungkin terjadi karena covid-19 dapat menyebabkan beberapa gejala lain juga, tergantung pada orang ke orang.


(Demam berdarah atau DBD dan infeksi virus korona (covid-19) memiliki gejala utama yang mirip, yaitu demam. Keduanya sama-sama tidak boleh disepelekan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Masa inkubasi covid-19 dan demam berdarah 


Masa inkubasi berarti waktu antara tertular virus/terinfeksi dan mulai memiliki atau mulai menunjukkan gejala penyakit. Masa inkubasi demam berdarah berkisar antara 3 sampai 10 hari, dan biasanya 5 sampai 7 hari.

Di sisi lain, masa inkubasi covid-19 bisa diperpanjang hingga 14 hari. Biasanya, dibutuhkan jangka waktu 4 sampai 5 hari dari paparan hingga timbulnya gejala.
 

Demam covid-19 dengan DBD


Tanda-tanda yang tumpang tindih seperti demam dapat bermanifestasi secara berbeda, bergantung apakah itu tanda demam berdarah atau covid-19. Demam yang tercatat selama covid-19 biasanya dikatakan rendah atau sedang. 

Ini biasanya dapat dikelola di rumah dengan obat-obatan yang diresepkan dokter dan istirahat yang cukup, diet sehat dan hidrasi yang baik.

Di sisi lain, dalam kasus infeksi dengue, demam dapat meningkat cukup tinggi yang mungkin memerlukan perhatian medis segera. Selanjutnya, demam yang terlihat pada infeksi dengue biasanya terus menerus dan persisten. Padahal dengan covid-19, demam bisa datang dan pergi
 

Periksa ke dokter


Dengan beberapa gejala yang tumpang tindih, bahkan dokter dan petugas kesehatan mungkin tidak dapat memastikan penyebab pasti atau infeksi, hanya berdasarkan diagnosis berdasarkan gejala.

Inilah sebabnya, dalam kasus seperti itu, dokter merekomendasikan untuk melakukan tes covid-19 dan demam berdarah (termasuk jika diperlukan pemeriksaan darah dan urine). Dalam beberapa kasus, bahkan tes malaria dan tipus diresepkan, untuk mengetahui penyebab infeksi secara pasti.
(TIN)

MOST SEARCH