FITNESS & HEALTH
Menuju Nol Luka Dekubitus Lansia dengan Lifree Excretion Care
Medcom
Kamis 25 Mei 2023 / 15:10
Jakarta: PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Lifree mengadakan konferensi pers terkait hasil riset bersama Clinical Research Supporting Unit - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (CRSU-FKUI) dalam mencegah dekubitus pada orang lanjut usia. Bentuk pencegahannya adalah popok lansia yang bisa digunakan setiap hari.
Menurut hasil riset dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah kejadian luka dekubitus di Indonesia pun dinilai cukup tinggi, yakni mencapai 33 persen. Pada rasio tersebut, sebanyak 40 persen terkena luka dekubitus saat berada di rumah.
Dekubitus atau ulkus dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama. Luka akan muncul di area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan, seperti tumit, siku, pinggul, dan tulang ekor. Ulkus dekubitus juga dikenal sebagai bed sores.
Dari hasil riset yang dilakukan, diketahui bahwa rata-rata skor ruam iritasi kulit mengalami perbaikan setelah penggunaan 15 hari. Untuk pengguna popok tipe perekat berkurang 24 persen dan 2 Pieces Care berkurang 42 persen.
Metode 2 Pieces Care merupakan metode excretion care yang menggabungkan penggunaan popok dewasa (tipe perekat maupun tipe celana) dengan pad penyerap. Metode ini mulai diterapkan oleh Lifree di Indonesia pada tahun 2021. Hasil riset pun menunjukkan 6 orang merasakan manfaat dari penggunaan 2 Pieces Care ini.
"Oleh karena itu, kami juga berkesimpulan bahwa 2 Pieces Care yang memiliki dampak lebih besar terhadap perbaikan kondisi kulit, merupakan salah satu metode yang efektif untuk mencegah risiko terjadinya luka dekubitus,” ungkap Prof. dr. Kusmarinah Bramono, SpKK(K), PhD selaku perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (CRSU-FKUI).
Di samping itu, edukasi perawatan terhadap lansia yang terkena luka dekubitus sangat penting untuk edukasi lanjut. Tidak hanya kepada para perawat di fasilitas kesehatan, tetapi juga kepada keluarga yang hidup dan tinggal bersama dengan lansia.
“Lansia yang terkena dekubitus memerlukan perawatan yang khusus dibanding dengan lansia yang tidak memiliki masalah kulit," kata Harwina Widya Astuti, M.Kep. selaku perwakilan PPNI DKI Jakarta.
Faktor keluarga sangat penting dibutuhkan untuk lansia yang memiliki dekubitus dan perlu untuk dirawat. Pun, pencegahan diperlukan dan didukung oleh pihak keluarga dalam menjaga lansia, sebagaimana orang dengan umur senja sangat terbatas untuk bergerak.
Hal-hal yang bisa keluarga lakukan untuk membantu lansia menghindari dekubitus, atau yang sudah terkena dan ingin mengobatinya, antara lain:
- Membersihkan area kulit yang terkena dekubitus dengan air hangat.
- Memberikan minyak salep secara rutin.
- Menggunakan bantal agar area kulit yang terkena dekubitus tidak menerima tekanan.
- Mengubah posisi tubuh lansia secara rutin.
Aulia Putriningtias
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut hasil riset dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah kejadian luka dekubitus di Indonesia pun dinilai cukup tinggi, yakni mencapai 33 persen. Pada rasio tersebut, sebanyak 40 persen terkena luka dekubitus saat berada di rumah.
Dekubitus atau ulkus dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama. Luka akan muncul di area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan, seperti tumit, siku, pinggul, dan tulang ekor. Ulkus dekubitus juga dikenal sebagai bed sores.
Dari hasil riset yang dilakukan, diketahui bahwa rata-rata skor ruam iritasi kulit mengalami perbaikan setelah penggunaan 15 hari. Untuk pengguna popok tipe perekat berkurang 24 persen dan 2 Pieces Care berkurang 42 persen.
Metode 2 Pieces Care merupakan metode excretion care yang menggabungkan penggunaan popok dewasa (tipe perekat maupun tipe celana) dengan pad penyerap. Metode ini mulai diterapkan oleh Lifree di Indonesia pada tahun 2021. Hasil riset pun menunjukkan 6 orang merasakan manfaat dari penggunaan 2 Pieces Care ini.
"Oleh karena itu, kami juga berkesimpulan bahwa 2 Pieces Care yang memiliki dampak lebih besar terhadap perbaikan kondisi kulit, merupakan salah satu metode yang efektif untuk mencegah risiko terjadinya luka dekubitus,” ungkap Prof. dr. Kusmarinah Bramono, SpKK(K), PhD selaku perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (CRSU-FKUI).
Di samping itu, edukasi perawatan terhadap lansia yang terkena luka dekubitus sangat penting untuk edukasi lanjut. Tidak hanya kepada para perawat di fasilitas kesehatan, tetapi juga kepada keluarga yang hidup dan tinggal bersama dengan lansia.
“Lansia yang terkena dekubitus memerlukan perawatan yang khusus dibanding dengan lansia yang tidak memiliki masalah kulit," kata Harwina Widya Astuti, M.Kep. selaku perwakilan PPNI DKI Jakarta.
Faktor keluarga sangat penting dibutuhkan untuk lansia yang memiliki dekubitus dan perlu untuk dirawat. Pun, pencegahan diperlukan dan didukung oleh pihak keluarga dalam menjaga lansia, sebagaimana orang dengan umur senja sangat terbatas untuk bergerak.
Hal-hal yang bisa keluarga lakukan untuk membantu lansia menghindari dekubitus, atau yang sudah terkena dan ingin mengobatinya, antara lain:
- Membersihkan area kulit yang terkena dekubitus dengan air hangat.
- Memberikan minyak salep secara rutin.
- Menggunakan bantal agar area kulit yang terkena dekubitus tidak menerima tekanan.
- Mengubah posisi tubuh lansia secara rutin.
Aulia Putriningtias
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)