FITNESS & HEALTH
Edukasi DBD Lewat Mobil Edukasi Keliling Enesis
Yatin Suleha
Jumat 08 Juli 2022 / 17:46
Jakarta: Demam berdarah atau yang sering kita ketahui sebagai DBD disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Virus dengue ini masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Biasanya, nyamuk ini menggigit di pagi dan sore hari.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mencatat di tahun 2022, jumlah kumulatif kasus Dengue di Indonesia sampai dengan minggu ke-22 dilaporkan 45.387 kasus. Sementara jumlah kematian akibat DBD mencapai 432 kasus.
Untuk itu kita memerlukan edukasi yang berkelanjutan mengenai isu tersebut. Salah satu informasi edukatif yang diberikan bisa melalui Mobil Edukasi Keliling yang digagas oleh Enesis Group.
Seremonial pelepasan Mobil Edukasi ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Juli lalu yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono, Direktur Promosi Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyaraka, dr. Imran Agus, Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis, Ryan Tirta Yudhistira.
Ryan Tirta Yudhistira selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis Indonesia mengatakan, “Mobil Edukasi Keliling ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan Dengue melalui PSN 3M Plus."

(Jihane Almira Chedid juga turut mendukung edukasi DBD dari Mobil Edukasi ini. Foto: Dok. Istimewa)
"Untuk tahap awal, mobil edukasi ini akan menyasar Sekolah Dasar, Pasar, RS, MTI dan Ibu-ibu PKK di beberapa kota yaitu, Bandung, Cirebon, Yogya, dan Malang, dan nanti nya secara bertahap kami akan menyasar lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia,” beber Ryan.
Dalam kesempatan yang sama, semua diajak untuk melihat edukasi yang diberikan salah satunya adalah Uji Ampuh Nyamuk, yang diperagakan oleh aktris dan aktivis sosial, Jihane Elmira.
Uji Ampuh Nyamuk ini memperlihatkan bahwa bila kita menggunakan Soffell, maka nyamuk-nyamuk tidak akan menggigit tangan kita. Wamenkes pun turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Program Enesis pun mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pihak Kementerian Kesehatan. Dalam sambutannya Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan, “Perlu diupayakan bahwa kesadaran terhadap masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah ini menjadi salah satu yang sangat penting."
Lebih jauh ia mengatakan, "Kementerian Kesehatan dalam hal ini tidak bisa turun sendiri secara eksklusif untuk mengatasi demam berdarah karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat, mobil edukasi dari Enesis ini merupakan salah satu upaya mencegah penularan demam berdarah di masyarakat.”
“Seperti yang kita ketahui penerapan PHBS bisa dimulai dari hal kecil seperti membiasakan mencuci tangan dalam keseharian," kata Ryan. Selain itu kata Ryan, perlu juga menjaga kesehatan tubuh, mengonsumsi makanan sehat sekaligus beragam herbal.
Sedangkan untuk pencegahan dengue melalui PSN 3M Plus, selain menutup, menguras dan memanfaatkan barang bekas, Ryan menjelaskan pentingnya pencegahan yang lain, “Selain 3M, plus nya itu bisa dengan menggunakan obat antinyamuk. Seperti mengoles/menyemprot Soffell agar terhindar dari gigitan nyamuk sebagai perlindungan diri."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Virus dengue ini masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Biasanya, nyamuk ini menggigit di pagi dan sore hari.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mencatat di tahun 2022, jumlah kumulatif kasus Dengue di Indonesia sampai dengan minggu ke-22 dilaporkan 45.387 kasus. Sementara jumlah kematian akibat DBD mencapai 432 kasus.
Untuk itu kita memerlukan edukasi yang berkelanjutan mengenai isu tersebut. Salah satu informasi edukatif yang diberikan bisa melalui Mobil Edukasi Keliling yang digagas oleh Enesis Group.
Seremonial pelepasan Mobil Edukasi ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Juli lalu yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono, Direktur Promosi Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyaraka, dr. Imran Agus, Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis, Ryan Tirta Yudhistira.
Ryan Tirta Yudhistira selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis Indonesia mengatakan, “Mobil Edukasi Keliling ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan Dengue melalui PSN 3M Plus."

(Jihane Almira Chedid juga turut mendukung edukasi DBD dari Mobil Edukasi ini. Foto: Dok. Istimewa)
"Untuk tahap awal, mobil edukasi ini akan menyasar Sekolah Dasar, Pasar, RS, MTI dan Ibu-ibu PKK di beberapa kota yaitu, Bandung, Cirebon, Yogya, dan Malang, dan nanti nya secara bertahap kami akan menyasar lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia,” beber Ryan.
Dalam kesempatan yang sama, semua diajak untuk melihat edukasi yang diberikan salah satunya adalah Uji Ampuh Nyamuk, yang diperagakan oleh aktris dan aktivis sosial, Jihane Elmira.
Uji Ampuh Nyamuk ini memperlihatkan bahwa bila kita menggunakan Soffell, maka nyamuk-nyamuk tidak akan menggigit tangan kita. Wamenkes pun turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Program Enesis pun mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pihak Kementerian Kesehatan. Dalam sambutannya Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan, “Perlu diupayakan bahwa kesadaran terhadap masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah ini menjadi salah satu yang sangat penting."
Lebih jauh ia mengatakan, "Kementerian Kesehatan dalam hal ini tidak bisa turun sendiri secara eksklusif untuk mengatasi demam berdarah karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat, mobil edukasi dari Enesis ini merupakan salah satu upaya mencegah penularan demam berdarah di masyarakat.”
“Seperti yang kita ketahui penerapan PHBS bisa dimulai dari hal kecil seperti membiasakan mencuci tangan dalam keseharian," kata Ryan. Selain itu kata Ryan, perlu juga menjaga kesehatan tubuh, mengonsumsi makanan sehat sekaligus beragam herbal.
Sedangkan untuk pencegahan dengue melalui PSN 3M Plus, selain menutup, menguras dan memanfaatkan barang bekas, Ryan menjelaskan pentingnya pencegahan yang lain, “Selain 3M, plus nya itu bisa dengan menggunakan obat antinyamuk. Seperti mengoles/menyemprot Soffell agar terhindar dari gigitan nyamuk sebagai perlindungan diri."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)