FITNESS & HEALTH

Bahan-bahan yang Dapat Mengatasi Hiperpigmentasi pada Kulit

Raka Lestari
Selasa 03 November 2020 / 12:07
Jakarta: Hiperpigmentasi adalah suatu kondisi kulit yang menyebabkan munculnya bercak atau bintik hitam pada kulit. Hal ini disebabkan oleh produksi melanin yang berlebihan.

Hiperpigmentasi sering terjadi, terutama jika kamu memiliki kulit yang lebih gelap. Jerawat, perubahan hormonal, penuaan, dan paparan sinar matahari semuanya dapat memicu hiperpigmentasi.

Namun untungnya kondisi ini bisa diobati. Seperti dilansir Insider, beberapa bahan-bahan berikut yang biasa ada dalam produk perawatan kulit bisa membantu:
 

Vitamin C


Vitamin C dapat mengurangi hiperpigmentasi dengan menghalangi produksi melanin. Heather Woolery-Lloyd, MD, seorang dokter kulit yang berpraktik di Miami, Florida, menjelaskan bahwa vitamin C memblokir tirosinase, enzim yang digunakan tubuh Anda untuk memproduksi melanin, dan menjadikannya pencerah kulit alami.

Vitamin C juga merupakan antioksidan kuat, artinya melindungi sel-sel kulit dari kerusakan lebih lanjut baik dari sinar matahari maupun polutan luar.


Asam kojic


Asam kojic atau kojic acid merupakan produk sampingan dari fermentasi jenis jamur tertentu. Mirip dengan vitamin C, asam kojic juga bekerja dengan cara menghambat enzim tirosinase. Bahan ini juga melindungi kulit dari racun lingkungan karena tinggi antioksidan. Asam kojic populer karena berasal dari sumber alami, tetapi tetap dapat menimbulkan efek samping seperti pembengkakan dan kemerahan.
 

Retinol


Raman Madan, MD, Kepala Dermatologi di Northwell Health, mengatakan bahwa retinol merupakan bentuk lain dari vitamin A dan mereka adalah bahan yang sangat disarankan untuk mengatasi hiperpigmentasi. Retinol sangat efektif dalam melawan hiperpigmentasi dengan mendorong regenerasi sel dan merangsang terbentuknya sel baru yang lebih sehat ke permukaan.


Niacinamide


Niacinamide adalah bentuk vitamin B3, yang terlibat dalam metabolisme sel. Penggunaan niacinamide secara topikal dapat mengganggu proses pigmentasi sel, sehingga mencerahkan kulit. Ini juga dapat digunakan untuk mengobati jerawat, yang dapat membantu mencegah hiperpigmentasi atau jaringan parut di masa mendatang.
 

Arbutin 


Arbutin berasal dari blueberry kering, bearberry, atau daun pohon pir. Arbutin dianggap sebagai bentuk alami hidrokuinon  (bahan kimia yang memutihkan kulit) dan mungkin sama efektifnya. Jika digunakan secara rutin, arbutin juga mungkin lebih efektif dibandingkan bahan alami lainnya, seperti asam kojic.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(YDH)

MOST SEARCH