FITNESS & HEALTH

Apa Itu Pemeriksaan Antibodi Kuantitatif Setelah Vaksinasi Covid-19?

Raka Lestari
Rabu 13 Oktober 2021 / 10:00
Jakarta: Vaksinasi covid-19 menjadi hal yang penting dalam masa pandemi seperti sekarang. Dengan melakukan vaksinasi, diharapkan tubuh bisa memberikan antibodi terhadap virus yang menjadi penyebab covid-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan antibodi kuantitatif covid-19.

Dr. Sri Suryo Adiyanti, SpPK(K), M.Kes, dokter spesialis patologi klinik di RSUI yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Terpadu RSUI menjelaskan, walaupun kasus covid-19 sudah menurun, tetapi masyarakat tetap harus waspada karena virusnya masih ada.


virus
(Tetap lakukan prokes karena menurut Dr. Sri Suryo Adiyanti, SpPK(K), M.Kes, dokter spesialis patologi klinik di RSUI virusnya masih ada. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 


“Antibodi covid-19 dapat terbentuk melalui 2 cara, yaitu melalui infeksi alamiah dan pemberian vaksinasi. Antibodi covid-19 mulai terdeteksi dalam darah 10 – 14 hari setelah timbul gejala pada orang yang terinfeksi covid-19,” ujar dr. Sri 

Pengukuran antibodi covid-19 sendiri memiliki fungsi untuk melihat respons imun setelah vaksinasi/terinfeksi covid-19, serta dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi donor plasma konvalesen.

“Faktor yang memengaruhi tubuh dalam pembentukan antibodi, diantaranya adalah usia, jenis kelamin, adanya komorbid, lifestyle, nutrisi, lingkungan, vaksinasi, dan faktor lainnya,” tambah dr. Sri.

Saat ini, antibodi yang dapat digunakan untuk pemeriksaan antibodi pascavaksinasi adalah SARS-CoV-2 S-RBD IgG dengan hasil yang lebih spesifik dinyatakan dalam angka dibandingkan dengan pemeriksaan antibodi kualitatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH