FITNESS & HEALTH

Vaksin Covid-19 Abdala Buatan Kuba Disebut-sebut Memiliki Efektivitas Sebesar 92 Persen

Raka Lestari
Rabu 30 Juni 2021 / 19:16
Jakarta: Dalam rangka menghadapi pandemi covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini, Kuba memproduksi vaksin buatan mereka yang diberi nama Abdala. Vaksin ini dikembangkan di Pusat Rekayasa Genetika dan Bioteknologi (CIGB) di Havana.

Menurut perusahaan bioteknologi Kuba yaitu BioCubaFarma, vaksin Abdala ini sudah terbukti sekitar 92,8 persen efektif melawan covid-19 dalam uji klinis. Dikutip dari DW, vaksin Kuba ini bukanlah jenis vaksin vektor maupun vaksin dengan teknologi mRNA. Sebaliknya, itu disebut vaksin protein.

Gerardo Enrique Guillen Nieto, direktur penelitian CIGB menyebutkan bahwa 2,2 juta warga Kuba telah menerima vaksinasi pertama mereka, 1,7 juta warga vaksin kedua dan 900.000 warga untuk dosis ketiga.

Abdala diberikan dalam tiga dosis, dengan jeda waktu dua minggu pada setiap vaksinasi. Pemerintah Kuba merencanakan setidaknya, 70 dari populasi dari negaranya harus menerima suntikan mereka pada bulan Agustus.

"Di sini (Kuba) ada tingkat kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sistem kesehatan Kuba," kata Nieto.

"Kami tidak pernah kesulitan menemukan sukarelawan dalam hal uji klinis. Di Kuba, orang sangat ingin divaksinasi. Tidak seorang pun di sini akan berpikir untuk tidak disuntik karena semua orang tahu betapa pentingnya vaksinasi," sambungnya.

Panel ahli independen di Havana sekarang akan meneliti vaksin Abdala, dan diharapkan dalam dua minggu ke depan sudah diberikan persetujuan darurat resmi untuk penggunaan vaksin tersebut. Setelah itu, Kuba juga dapat mengajukan permohonan ke World Health Organization (WHO) untuk persetujuan Abdala untuk penggunaan internasional.

Bolivia, Jamaika, Venezuela, Argentina, dan Meksiko telah mengisyaratkan minatnya terhadap vaksin tersebut. Institut Penelitian CIGB memiliki pengalaman 30 tahun dalam penelitian vaksin.

"Saya percaya hasil yang telah dipublikasikan. Ini adalah studi serius, dengan partisipasi para peneliti dan lembaga yang berkomitmen pada sains," kata Jose Moya, seorang ahli epidemiologi.

Moya tidak terkejut dengan kemanjuran tinggi Abdala. Ia mengatakan itu bisa terjadi karena sistem perawatan kesehatan di Kuba yang telah berkinerja baik selama beberapa dekade. 

“Hasil yang dipublikasikan para ilmuwan ini menunjukkan respons yang baik dalam hal produksi antibodi,” tutup Moya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH