FITNESS & HEALTH
Kemenkes Uji Coba Reformasi JKN di Muara Enim
Yatin Suleha
Senin 05 Oktober 2026 / 07:05
- Kemenkes resmi memulai uji coba reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
- Lewat kebijakan baru ini, sistem rujukan pasien BPJS Kesehatan beneran dirombak total!
- Pasien gak perlu lagi ribet ngelaluin rujukan berjenjang yang makan waktu lama.
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memulai uji coba reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
Lewat kebijakan baru ini, sistem rujukan pasien BPJS Kesehatan beneran dirombak total! Pasien gak perlu lagi ribet ngelaluin rujukan berjenjang yang makan waktu lama, tapi bisa langsung diarahkan ke rumah sakit yang punya fasilitas dan kompetensi pas sesuai kebutuhan medisnya.
Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, dr. Obrin Parulian, spill kalau setelah lebih dari satu dekade berjalan sejak 2014, sistem JKN emang udah waktunya di-upgrade.
Penyempurnaan ini dilakukan demi meningkatkan akses, kualitas pelayanan, sampai efektivitas pembiayaan biar makin sat-set!
“Nantinya rujukan pasien tidak lagi harus berjenjang dari rumah sakit tipe D, C, B, lalu ke A. Melalui skema Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), pasien akan langsung dikirim ke fasilitas kesehatan terdekat yang kompetensinya sesuai dengan diagnosis medisnya,” tegas dr. Obrin usai melakukan audiensi di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Jumat (2/10).
Skema RBKP sendiri merupakan satu dari tiga pilar utama Transformasi JKN. Pilar keduanya yaitu penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ngeratain 12 kriteria kamar rawat inap demi kenyamanan pasien.
Fasilitasnya gak main-main: maksimal cuma empat tempat tidur per kamar, ada pasokan oksigen sentral, tombol pemanggil perawat (nurse call), sampai kamar mandi di dalam ruangan!
Nah, pilar ketiganya fokus mengubah sistem pembiayaan fasilitas kesehatan. Kemenkes bakal mengganti sistem tarif lama pake Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG).
Lewat sistem baru ini, klaim rumah sakit bakal lebih pas dan adil karena disesuaiin langsung sama karakteristik serta tingkat kerumitan kondisi klinis pasien.
Muara Enim sendiri terpilih jadi lokasi uji coba bareng tiga daerah lainnya, yaitu Bandung, Makassar, dan Tulungagung.
Muara Enim dipilih karena lokasinya strategis di persimpangan jalur lintas daerah dan pas banget mewakili gambaran kabupaten di luar Pulau Jawa.
Uji coba ini rencananya bakal jalan selama 12 bulan dan resmi dimulai setelah Peraturan Presiden (Perpres) ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Buat mastiin kesiapan di lapangan, tim gabungan Kemenkes dan BPJS Kesehatan udah turun langsung ngecek sejumlah faskes di Muara Enim.
Di tingkat layanan primer, Puskesmas Tanjung Enim dan Klinik Rahayu Medika dipastiin udah terintegrasi dengan sistem IT SATUSEHAT dan BPJS Kesehatan—walau Kemenkes memberikan catatan kecil biar pengisian diagnosis di aplikasi PCare makin dimaksimalkan.
Sementara di tingkat layanan lanjutan, tiga rumah sakit yaitu RSUD dr. H.M. Rabain, RS Bukit Asam Medika, dan RS Karunia Indah Medika nunjukin progres yang makin mantap dalam pemetaan layanan RBKP.
Malahan, RS Bukit Asam Medika udah slay banget karena berhasil memenuhi 100% alias 12 kriteria KRIS yang ditetapkan!
Sekarang, infrastruktur klaim otomatis (full bridging SIMRS) di ketiga rumah sakit tersebut tinggal tahap penyempurnaan akhir.
(TIN)
Lewat kebijakan baru ini, sistem rujukan pasien BPJS Kesehatan beneran dirombak total! Pasien gak perlu lagi ribet ngelaluin rujukan berjenjang yang makan waktu lama, tapi bisa langsung diarahkan ke rumah sakit yang punya fasilitas dan kompetensi pas sesuai kebutuhan medisnya.
Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, dr. Obrin Parulian, spill kalau setelah lebih dari satu dekade berjalan sejak 2014, sistem JKN emang udah waktunya di-upgrade.
Penyempurnaan ini dilakukan demi meningkatkan akses, kualitas pelayanan, sampai efektivitas pembiayaan biar makin sat-set!
“Nantinya rujukan pasien tidak lagi harus berjenjang dari rumah sakit tipe D, C, B, lalu ke A. Melalui skema Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), pasien akan langsung dikirim ke fasilitas kesehatan terdekat yang kompetensinya sesuai dengan diagnosis medisnya,” tegas dr. Obrin usai melakukan audiensi di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Jumat (2/10).
Skema RBKP sendiri merupakan satu dari tiga pilar utama Transformasi JKN. Pilar keduanya yaitu penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ngeratain 12 kriteria kamar rawat inap demi kenyamanan pasien.
Fasilitasnya gak main-main: maksimal cuma empat tempat tidur per kamar, ada pasokan oksigen sentral, tombol pemanggil perawat (nurse call), sampai kamar mandi di dalam ruangan!
Nah, pilar ketiganya fokus mengubah sistem pembiayaan fasilitas kesehatan. Kemenkes bakal mengganti sistem tarif lama pake Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG).
(Reformasi JKN di Muara Enim hadirkan layanan kesehatan sat-set tanpa alur rujukan berjenjang yang ribet. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Lewat sistem baru ini, klaim rumah sakit bakal lebih pas dan adil karena disesuaiin langsung sama karakteristik serta tingkat kerumitan kondisi klinis pasien.
Muara Enim sendiri terpilih jadi lokasi uji coba bareng tiga daerah lainnya, yaitu Bandung, Makassar, dan Tulungagung.
Muara Enim dipilih karena lokasinya strategis di persimpangan jalur lintas daerah dan pas banget mewakili gambaran kabupaten di luar Pulau Jawa.
Uji coba ini rencananya bakal jalan selama 12 bulan dan resmi dimulai setelah Peraturan Presiden (Perpres) ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Buat mastiin kesiapan di lapangan, tim gabungan Kemenkes dan BPJS Kesehatan udah turun langsung ngecek sejumlah faskes di Muara Enim.
Di tingkat layanan primer, Puskesmas Tanjung Enim dan Klinik Rahayu Medika dipastiin udah terintegrasi dengan sistem IT SATUSEHAT dan BPJS Kesehatan—walau Kemenkes memberikan catatan kecil biar pengisian diagnosis di aplikasi PCare makin dimaksimalkan.
Sementara di tingkat layanan lanjutan, tiga rumah sakit yaitu RSUD dr. H.M. Rabain, RS Bukit Asam Medika, dan RS Karunia Indah Medika nunjukin progres yang makin mantap dalam pemetaan layanan RBKP.
Malahan, RS Bukit Asam Medika udah slay banget karena berhasil memenuhi 100% alias 12 kriteria KRIS yang ditetapkan!
Sekarang, infrastruktur klaim otomatis (full bridging SIMRS) di ketiga rumah sakit tersebut tinggal tahap penyempurnaan akhir.
(TIN)