FITNESS & HEALTH

Meski Menyehatkan, Ternyata 7 Makanan Ini Berbahaya Bila Tak Diolah dengan Benar

Mia Vale
Minggu 13 Agustus 2023 / 14:00
Jakarta: Sebelum diolah menjadi masakan, persiapan makanan sangatlah penting. Sebut saja, membilas buah dan sayuran merupakan praktik umum untuk menghilangkan pestisida. Atau memasak daging mentah secara menyeluruh juga sangat penting. 

Tapi bagaimana bila persiapan makanan adalah masalah hidup dan mati? Mengerikan! Ya, sayuran dan buah-buahan segar mengandung nutrisi, vitamin dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan serta merupakan komponen penting dari pola makan yang sehat.

Namun, beberapa sayuran dan buah-buahan mungkin mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan kita. Dari waktu ke waktu, ada laporan kasus keracunan makanan yang diduga disebabkan oleh konsumsi sayur dan buah mentah yang mengandung racun alami. 

Racun alami adalah zat beracun yang ada secara alami dalam buah dan sayuran. Mereka diproduksi oleh tumbuhan untuk mempertahankan diri dari jamur, serangga dan predator, dan menawarkan mekanisme perlindungan bagi tumbuhan. Nah, inilah makanan yang bisa meracuni kamu bila pengolahannya tidak benar.
 

1. Kentang


Kentang biasa, jika dikonsumsi pada waktu yang salah, bisa berbahaya. Daun, batang, dan kecambah kentang mengandung glycoalkaloids, racun yang ditemukan pada tanaman berbunga yang disebut nightshades. 

Jika membiarkan kentang dalam kondisi buruk (seperti terlalu lembap atau cerah, atau membiarkannya terlalu lama), kentang akan mulai bertunas. Disarankan untuk membuang kentang ini. 

Bahkan jika kamu memotong pucuknya. Keracunan glycoalkaloid tingkat tinggi melansir laman Taste Made, ditandai dengan rasa pahit, sensasi terbakar di mulut, sakit perut parah, mual, dan muntah.
 

2. Rebung


Zat racun dalam rebung sama dengan singkong yaitu glikosida sianogenik sehingga jangan sekali-kali mengonsumsinya secara mentah. Agar aman dikonsumsi, rebung segar harus dipotong kecil-kecil terlebih dulu kemudian dimasak hingga matang dan empuk.

Tanda-tanda keracunannya sama seperti pada singkong yang berlangsung singkat menyebar ke tenggorokan, sakit kepala sampai kematian.


(Dianjurkan untuk lebih hati-hati saat makan sayuran mentah, termasuk kangkung mentah karena berisiko mengandung bakteri dan parasit cacing yang bisa menimbulkan penyakit jika sampai termakan. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

3. Kangkung


Menghangatkan kembali kangkung dinilai dapat mengurangi vitamin yang ada di dalamnya. Sama seperti bayam, mengutip Center Food Safety, sayur kangkung yang dipanaskan dapat mengeluarkan nitrat dan karsionegen yang membuatnya menjadi beracun. Hal ini karena jenis sayuran berwarna hijau mengandung nitrat dan zat besi.
 

4. Kacang mete


Saat kamau melihat "kacang mete mentah" di toko, ketahuilah bahwa mereka berbohong. Kacang mete "mentah" itu telah dikukus untuk menghilangkan bahan kimia yang disebut urushiol, yang juga ditemukan di tanaman poison ivy. Mengonsumsi kacang mete mentah bisa berakibat fatal, terutama bagi orang yang alergi terhadap poison ivy.
 

5. Brokoli


Masih termasuk dalam sayuran berwarna hijau, sayur brokoli juga tidak bisa dihangatkan, loh. Kandungan nitrat di dalamnya dapat menjadi beracun saat dihangatkan lagi. Maka, sebaiknya makanan dengan brokoli di dalamnya langsung dihabiskan ya.
 

6. Singkong


Makanan ini beracun karena memuat zat glikosida sianogenik. Ketika singkong mentah atau kurang matang tertelan, racun akan diubah menjadi bahan kimia yang disebut hidrogen sianida lalu menyebabkan keracunan makanan. Gejala keracunan sianida terjadi dalam beberapa menit dengan reaksi penyempitan tenggorokan, mual, muntah, sakit kepala, dan kematian untuk kasus terparah
 

7. Kacang Merah


Kandungan yang disebut lektin pada kacang merah, pada dasarnya membunuh sel-sel di perut. Satu-satunya cara untuk menikmati kacang merah tanpa racun berbahaya ini adalah dengan menyiapkannya dengan benar. Yakni, merendam kacang dalam air setidaknya lima jam sebelum dikonsumsi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH