FITNESS & HEALTH

Bumil Ngidam Mi Instan? Boleh Kok, Asal Ikuti Aturan Ini

A. Firdaus
Jumat 03 Juli 2026 / 16:23
Ringkasnya gini..
  • Mi instan masih boleh dikonsumsi selama masa kehamilan, dan umumnya aman untuk janin jika hanya dimakan sesekali.
  • Jika dikonsumsi terlalu sering, mi instan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mi instan sebaiknya hanya dijadikan makanan sesekali, misalnya maksimal satu atau dua kali dalam sebulan.
Jakarta: Mi instan masih boleh dikonsumsi selama masa kehamilan, dan umumnya aman untuk janin jika hanya dimakan sesekali. 

Namun, makanan ini tidak bisa dijadikan menu utama, karena kandungan gizinya relatif rendah dan kadar garamnya cukup tinggi. 

 

Jika dikonsumsi terlalu sering, mi instan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), sehingga ibu hamil tetap dianjurkan, untuk lebih mengutamakan makanan bergizi seimbang.

Pada trimester pertama, banyak ibu hamil mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual, muntah, dan menurunnya nafsu makan. 

Dalam kondisi seperti ini, mi instan sering menjadi makanan yang lebih mudah diterima, karena memiliki aroma gurih, rasa umami, dan tekstur yang lembut. 

Selain itu, perubahan hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron, juga dapat memengaruhi indera penciuman dan perasa, sehingga muncul keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu.

Kandungan MSG (monosodium glutamat) pada bumbu mi instan, juga memberikan sensasi gurih yang terasa memuaskan, sementara cara memasaknya yang praktis menjadi pilihan saat tubuh mudah lelah.

 

Cara lebih aman mengonsumsi mi instan saat jamil


(Agar kandungan gizinya lebih lengkap, tambahkan mie instan dengan sumber protein seperti telur yang dimasak hingga matang, Foto: Dok. Pexels.com)

1. Kurangi penggunaan bumbu bawaan


Sebagian besar kandungan natrium dan MSG terdapat pada bumbu kemasan. Gunakan sekitar seperempat hingga setengah bungkus saja, agar asupan garam tidak berlebihan. Untuk menambah cita rasa, bisa menggunakan bawang putih cincang, daun bawang, kaldu jamur alami, atau perasan jeruk nipis.

 

2. Buang air rebusan pertama


Saat merebus mi, tiriskan dan buang air rebusan pertama, kemudian tambahkan air panas baru jika ingin membuat mi kuah. Cara ini dapat membantu mengurangi sisa minyak, yang menempel pada mi sehingga hasilnya terasa lebih ringan.

 

3. Tambahkan sumber protein


Agar kandungan gizinya lebih lengkap, tambahkan sumber protein seperti telur yang dimasak hingga matang, dada ayam, daging sapi tanpa lemak, atau udang. Sebaiknya hindari daging olahan, seperti sosis atau kornet, karena juga mengandung natrium dan bahan pengawet yang cukup tinggi.

 

4. Perbanyak sayuran


Lengkapi semangkuk mi instan dengan berbagai sayuran, seperti sawi hijau, bayam, brokoli, wortel, atau tomat. Sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan serat, folat, vitamin, dan mineral yang penting selama kehamilan sekaligus membantu mencegah sembelit.

 

5. Batasi frekuensi konsumsi


Mi instan sebaiknya hanya dijadikan makanan sesekali, misalnya maksimal satu atau dua kali dalam sebulan. Dengan membatasi frekuensi konsumsi, dan melengkapinya dengan protein serta sayuran, ibu hamil tetap bisa menikmati mi instan, tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH