FITNESS & HEALTH
Cek Sebelum Terlambat! Ini 11 Penyakit yang Bikin Calon Jamaah Gagal Berangkat Haji
Aulia Putriningtias
Jumat 17 April 2026 / 17:15
- Haji sendiri adalah bagi orang yang mampu melaksanakannya
- Arab Saudi telah memperketat syarat kemampuan (istitaah) kesehatan bagi jamaah.
- 11 penyakit yang dapat membuat jamaah tak bisa berangkat haji.
Jakarta: Ibadah haji untuk para Muslim akan segera tiba beberapa waktu lagi. Masih banyak yang belum mengerti bahwa ada beberapa penyakit yang bisa bikin gagal berangkat haji!
Arab Saudi telah memperketat syarat kemampuan (istitaah) kesehatan bagi jamaah. Hal ini adalah bagian dari peningkatan kualitas layanan dan keselamatan ibadah haji, dengan penerapan standar kesehatan yang lebih ketat.
Haji sendiri adalah bagi orang yang mampu melaksanakannya. Syarat dasar haji adalah kemampuan kesehatan dari jamaah, di mana agar tidak membahayakan dirinya sendiri maupun jamaah lain.
Bagi kamu yang persiapan haji dalam beberapa waktu ke depan, inilah 11 penyakit yang dapat membuat jamaah tak bisa berangkat haji, antara lain:
Penyakit jantung koroner atau PJK adalah suatu kondisi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan ataupun penyempitan. Penyakit ini berisiko sangat tinggi selama pelaksanaan haji.
Terlebih ketika menjalankan aktivitas fisik yang berat. Hal ini karena sangat memungkinkan untuk terjadi serangan jantung yang mendadak.
Penyakit COPD adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas karena adanya penyempitan saluran udara. Jamaah yang memiliki penyakit ini, akan kesulitan beribadah.
Selama pelaksanaan ibadah haji, akan ada beberapa momen di mana jamaah harus berdesakan dengan ribuan jamaah lainnya. Inilah yang dikhawatirkan bagi pengidap COPD.
Seseorang dengan penyakit kanker stadium lanjut biasanya akan memiliki kondisi fisik yang sangat lemah, sekaligus perlu perawatan yang intensif. Jadi, akan sangat sulit untuk mengikuti tatalaksana ibadah haji.
Gagal ginjal merupakan kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan secara signifikan. Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya memerlukan perawatan khusus. Salah satunya dialisis (cuci darah), di mana perawatan itu akan sulit dilakukan selama ibadah haji.
Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius dan sulit untuk beraktivitas. Ketika autoimun tidak terkontrol, membutuhkan perawatan intensif.
Haji adalah pelaksanaan ibadah yang akan bertemu dengan ribuan jamaah atau umat Islam lainnya di seluruh dunia. Maka penting untuk tidak memiliki penyakit menular yang aktif.
Penyakit tersebut mulai dari tuberkulosis, hepatitis B, hepatitis C, ataupun penyakit menular lainnya. Jamaah tidak diizinkan berangkat sebelum benar-benar terkontrol.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya stroke ataupun serangan jantung. Ini akan mengganggu proses ibadah haji nantinya.
Seseorang yang mengalami stroke biasanya akan memiliki kondisi kesehatan yang belum stabil, sehingga memerlukan perawatan yang intensif. Jadi, sangat mungkin jamaah tidak akan berangkat karena penyakit ini.
Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Mulai dari infeksi, masalah penglihatan, bahkan hingga gangguan pada ginjal.
Hal ini tentunya akan mengganggu proses ibadah haji. Apabila risiko tersebut terjadi di tengah pelaksanaan ibadah haji, maka jamaah haji itu sendiri yang tidak dapat menunaikan ibadahnya dengan lancar.
Gangguan kesehatan jiwa yang berat dan tidak terkontrol seperti skizofrenia atau bipolar yang belum terkendali, dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beribadah dan berinteraksi di lingkungan yang padat. Selain itu, perilaku tidak terduga juga mungkin dapat terjadi.
Penderita epilepsi yang kejangnya belum terkontrol, akan berisiko mengalami serangan mendadak di tengah kerumunan jamaah. Situasi ini pun dapat membahayakan keselamatan diri dan mengganggu kelancaran ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Arab Saudi telah memperketat syarat kemampuan (istitaah) kesehatan bagi jamaah. Hal ini adalah bagian dari peningkatan kualitas layanan dan keselamatan ibadah haji, dengan penerapan standar kesehatan yang lebih ketat.
Haji sendiri adalah bagi orang yang mampu melaksanakannya. Syarat dasar haji adalah kemampuan kesehatan dari jamaah, di mana agar tidak membahayakan dirinya sendiri maupun jamaah lain.
Bagi kamu yang persiapan haji dalam beberapa waktu ke depan, inilah 11 penyakit yang dapat membuat jamaah tak bisa berangkat haji, antara lain:
1. Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner atau PJK adalah suatu kondisi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan ataupun penyempitan. Penyakit ini berisiko sangat tinggi selama pelaksanaan haji.
Terlebih ketika menjalankan aktivitas fisik yang berat. Hal ini karena sangat memungkinkan untuk terjadi serangan jantung yang mendadak.
2. Penyakit paru obstruktif kronis (COPD)
Penyakit COPD adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas karena adanya penyempitan saluran udara. Jamaah yang memiliki penyakit ini, akan kesulitan beribadah.
Selama pelaksanaan ibadah haji, akan ada beberapa momen di mana jamaah harus berdesakan dengan ribuan jamaah lainnya. Inilah yang dikhawatirkan bagi pengidap COPD.
3. Penyakit kanker stadium lanjut
Seseorang dengan penyakit kanker stadium lanjut biasanya akan memiliki kondisi fisik yang sangat lemah, sekaligus perlu perawatan yang intensif. Jadi, akan sangat sulit untuk mengikuti tatalaksana ibadah haji.
4. Penyakit gagal ginjal
Gagal ginjal merupakan kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan secara signifikan. Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya memerlukan perawatan khusus. Salah satunya dialisis (cuci darah), di mana perawatan itu akan sulit dilakukan selama ibadah haji.
5. Penyakit autoimun tidak terkontrol
Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius dan sulit untuk beraktivitas. Ketika autoimun tidak terkontrol, membutuhkan perawatan intensif.
6. Penyakit menular aktif
Haji adalah pelaksanaan ibadah yang akan bertemu dengan ribuan jamaah atau umat Islam lainnya di seluruh dunia. Maka penting untuk tidak memiliki penyakit menular yang aktif.
Penyakit tersebut mulai dari tuberkulosis, hepatitis B, hepatitis C, ataupun penyakit menular lainnya. Jamaah tidak diizinkan berangkat sebelum benar-benar terkontrol.
7. Hipertensi tidak terkontrol
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya stroke ataupun serangan jantung. Ini akan mengganggu proses ibadah haji nantinya.
8. Stroke
Seseorang yang mengalami stroke biasanya akan memiliki kondisi kesehatan yang belum stabil, sehingga memerlukan perawatan yang intensif. Jadi, sangat mungkin jamaah tidak akan berangkat karena penyakit ini.
9. Diabetes miletus tidak terkontrol
Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Mulai dari infeksi, masalah penglihatan, bahkan hingga gangguan pada ginjal.
Hal ini tentunya akan mengganggu proses ibadah haji. Apabila risiko tersebut terjadi di tengah pelaksanaan ibadah haji, maka jamaah haji itu sendiri yang tidak dapat menunaikan ibadahnya dengan lancar.
10. Gangguan kesehatan jiwa tidak terkontrol
Gangguan kesehatan jiwa yang berat dan tidak terkontrol seperti skizofrenia atau bipolar yang belum terkendali, dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beribadah dan berinteraksi di lingkungan yang padat. Selain itu, perilaku tidak terduga juga mungkin dapat terjadi.
11. Epilepsi tidak terkontrol
Penderita epilepsi yang kejangnya belum terkontrol, akan berisiko mengalami serangan mendadak di tengah kerumunan jamaah. Situasi ini pun dapat membahayakan keselamatan diri dan mengganggu kelancaran ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)