FITNESS & HEALTH

Nyeri Datang Bulan, Pola Makanmu Sudah Terjaga Belum?

Medcom
Rabu 09 November 2022 / 15:16
Jakarta: Pernahkah kamu menahan sakit saat menstruasi berlangsung? Menurut  National Association of Marine Surveyors, sekitar 90% gadis remaja mengalami nyeri haid. Dalam beberapa kasus, rasa sakitnya sangat parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Selama periode menstruasi, rahim wanita berkontraksi untuk membantu mengeluarkan lapisannya. Zat mirip hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam rasa sakit dan peradangan memicu kontraksi otot rahim. Tingkat prostaglandin yang lebih tinggi dikaitkan dengan kram menstruasi yang lebih parah.

Jika kamu bertanya, bagaimana cara meredakan nyeri haid, Medcom.id akan menjelaskan beberapa hal untukmu mengatasi sakitnya secara alami. Berikut di antaranya:
 

1. Menghindari makanan inflamasi adalah kunci untuk mengatasi kram


Diet memang bisa berpengaruh besar terhadap kram menstruasi. Makanan tinggi gula, asam lemak omega-6, yang memicu peradangan dalam tubuh, tampaknya sangat menyusahkan.

Masalah utama bagi remaja adalah gula, garam, dan kopi yang merupakan makanan inflamasi yang bisa memperburuk kram. Alasan semua makanan ini memengaruhi kram menstruasi berkaitan dengan biologi dasar.

Makanan inflamasi meningkatkan pelepasan prostaglandin, yang meningkatkan vasokontriksi yang menyebabkan rasa sakit. Karena secara khusus, prostaglandin ini menyempitkan pembuluh darah di dinding rahim. Sehingga wanita dan anak perempuan dengan kadar prostaglandin yang tinggi cenderung mengalami kram menstruasi yang lebih parah.
 

2. Konsumsi omega-3 bisa mencegah rasa sakit


Omega-3 ditemukan dalam makanan laut seperti salmon, tuna, ikan teri, dan sarden. Kenari, chia, dan biji rami, bersama dengan minyaknya dan minyak nabati lainnya (seperti canola), juga merupakan sumber nutrisi yang baik. Selain itu, banyak makanan di pasaran, termasuk telur, susu, dan yogurt, telah diperkaya dengan omega-3.
 

3. Pola makan nabati memperbaiki kram jangka panjang


Untuk menjadi 100% vegetarian memang sulit dan dibutuhkan tekad yang kuat. Faktanya, pola makan nabati yang mengecualikan atau membatasi daging dapat mengurangi kram jangka panjang.

Penelitiannya mengutip sebuah riset yang diterbitkan dalam Nutrition Research, di mana para peserta diacak untuk mengikuti beberapa diet berbeda, dari vegan hingga karnivora. Mereka yang menjalani pola makan vegan, vegetarian, atau pesco-vegetarian (tanaman dan ikan) semuanya mengalami pengurangan peradangan tubuh yang signifikan, meskipun kram menstruasi tidak kami ukur secara langsung.

Dari semua penjelasan di atas, pemahaman yang lebih baik tentang sains di balik makanan dan kram akan menginspirasi wanita muda untuk melakukan perubahan pola makan yang dapat meningkatkan kehidupan mereka.

Nandhita Nur Fadjriah
 
(FIR)

MOST SEARCH