Jakarta: Berolahraga merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan, terutama di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Olahraga dapat menjaga agar tubuh tetap sehat dan terbukti dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun sayangnya, terkadang anak-anak sulit sekali untuk diajak berolahraga.
“Agar anak mau berolahraga di rumah, yang perlu diingat adalah bahwa orang tua sebagai role model. Kalau kita mengharapkan anak suka berolahraga, maka kita sebagai orang tua harus bisa memberikan contoh kepada anak,” ujar Rr. Finandita Utari, M.Psi, seorang psikolog, dalam acara Webinar Memperingati Hari Anak Nasional oleh Zumba, Selasa, 21 Juli 2020.
Ia menyarankan agar orang tua bisa mencontohkan kebiasaan berolahraga terlebih dahulu. Ciptakan budaya atau kebiasaan berolahraga. Kalau perlu membuat time table. Misalnya senin sampai jumat melakukan olahraga apa, weekend melakukan apa.
“Untuk menciptakan kebiasaan ini, bisa dilakukan selama tiga bulan karena daya adaptasi seseorang itu tiga bulan. Buatlah time table di tempat-tempat dimana anak sering lewat. Setelah perilaku baik terjadi, anak sudah mau olahraga, orang tua berikan apresiasi kepada anak,” saran Fina.

(Agar anak mau berolahraga di rumah, yang perlu diingat adalah bahwa orang tua sebagai role model. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Namun, Fina menegaskan bahwa pemberian apresiasi atau reward kepada anak tidak harus melalui benda. “Secara psikolog, ada yang namannya social reward. Bentuknya bisa melalui penguatan sosial seperti dielus atau dipeluk setiap anak selesai melakukan olahraga,” tuturnya.
Sedangkan, kalau orang tua abai dalam memberikan hal itu, anak akan merasa bahwa apa yang sudah dia lakukan dimata orang tua merupakan hal yang biasa-biasa saja. Dengan begitu, anak bisa jadi kurang termotivasi.
"Selain barang, bisa juga dengan memberikan makanan kesukaan atau buah kesukaan,” anjurnya.
Menurut Fina, itu adalah beberapa feedback yang bisa diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Dan, selama di rumah, kita juga tahu bahwa orang dewasa pun pasti bisa merasa jenuh.
Oleh sebab itu, orang tua harus pandai dalam mengkreasikan reward yang diberikan kepada anak tersebut. "Misalnya, hari ini dipeluk, besok diberikan jus atau makanan kesukaan mereka,” tutup Fina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)