FITNESS & HEALTH
13.700 Pen Insulin Disalurkan untuk Pasien Diabetes Terdampak Bencana Sumatera
A. Firdaus
Selasa 13 Januari 2026 / 13:10
Jakarta: Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan dampak besar bagi masyarakat dan infrastruktur.
Berdasarkan data dari situs web Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut telah menyebabkan 1.090 orang meninggal dunia, 186 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka. Kerusakan juga tercatat pada 147.236 rumah dan 219 fasilitas kesehatan di wilayah Sumatera sepanjang akhir November hingga Desember 20251
Kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan kesehatan pascabencana menyebabkan tantangan serius bagi penyandang diabetes yang bergantung pada pengobatan jangka panjang. Gangguan distribusi obat dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan berisiko menghambat keberlanjutan terapi insulin.
Tantangan ini menjadi semakin krusial bagi pasien diabetes tipe 1, khususnya anak dan remaja, yang sepenuhnya bergantung pada insulin untuk bertahan hidup, sehingga terapi insulin tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun.
Penghentian insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama masa pemulihan pascabencana.
Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS, Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, dalam situasi darurat seperti ini, ketersediaan obat esensial seperti insulin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Novo Nordisk Indonesia mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana bagi pasien diabetes di Pulau Sumatera, melalui program donasi sebanyak 13.700 pen insulin.
Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi Novo Nordisk dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), untuk menjaga keberlanjutan terapi insulin bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.
"Kami mengapresiasi dukungan Novo Nordisk beserta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dengan kami dalam memastikan pasien diabetes tetap dapat mendapatkan akses terapi insulin yang mereka butuhkan," ujar Dr. Agusdini.
"Dukungan ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan pascabencana, sekaligus upaya untuk mencegah risiko komplikasi akibat terputusnya terapi, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis di wilayah terdampak," sambungnya.
Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia menyadari, bahwa bencana alam juga menimbulkan tantangan besar dalam keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes.
"Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai organisasi yang terlibat, kami berharap donasi insulin ini dapat membantu menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien diabetes yang terdampak bencana," kata Sreerekha.
Donasi insulin ini akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme distribusi nasional yang dikoordinasikan oleh Kemenkes RI. Insulin dari program donasi ini akan dikirimkan oleh distributor resmi Novo Nordisk di Indonesia ke instalasi farmasi nasional/pusat.
Selanjutnya mereka akan mendistribusikan insulin ke fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan di tingkat daerah, sesuai dengan koordinasi dan arahan Kemenkes RI. Secara keseluruhan, donasi ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 500 pasien diabetes, yang terdiri dari pasien diabetes tipe 1 serta pasien diabetes tipe 2, di kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Berdasarkan data dari situs web Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut telah menyebabkan 1.090 orang meninggal dunia, 186 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka. Kerusakan juga tercatat pada 147.236 rumah dan 219 fasilitas kesehatan di wilayah Sumatera sepanjang akhir November hingga Desember 20251
Kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan kesehatan pascabencana menyebabkan tantangan serius bagi penyandang diabetes yang bergantung pada pengobatan jangka panjang. Gangguan distribusi obat dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan berisiko menghambat keberlanjutan terapi insulin.
Tantangan ini menjadi semakin krusial bagi pasien diabetes tipe 1, khususnya anak dan remaja, yang sepenuhnya bergantung pada insulin untuk bertahan hidup, sehingga terapi insulin tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun.
Penghentian insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama masa pemulihan pascabencana.
Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS, Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, dalam situasi darurat seperti ini, ketersediaan obat esensial seperti insulin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Novo Nordisk Indonesia mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana bagi pasien diabetes di Pulau Sumatera, melalui program donasi sebanyak 13.700 pen insulin.
Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi Novo Nordisk dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), untuk menjaga keberlanjutan terapi insulin bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.
"Kami mengapresiasi dukungan Novo Nordisk beserta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dengan kami dalam memastikan pasien diabetes tetap dapat mendapatkan akses terapi insulin yang mereka butuhkan," ujar Dr. Agusdini.
"Dukungan ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan pascabencana, sekaligus upaya untuk mencegah risiko komplikasi akibat terputusnya terapi, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis di wilayah terdampak," sambungnya.
Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia menyadari, bahwa bencana alam juga menimbulkan tantangan besar dalam keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes.
"Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai organisasi yang terlibat, kami berharap donasi insulin ini dapat membantu menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien diabetes yang terdampak bencana," kata Sreerekha.
Donasi insulin ini akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme distribusi nasional yang dikoordinasikan oleh Kemenkes RI. Insulin dari program donasi ini akan dikirimkan oleh distributor resmi Novo Nordisk di Indonesia ke instalasi farmasi nasional/pusat.
Selanjutnya mereka akan mendistribusikan insulin ke fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan di tingkat daerah, sesuai dengan koordinasi dan arahan Kemenkes RI. Secara keseluruhan, donasi ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 500 pasien diabetes, yang terdiri dari pasien diabetes tipe 1 serta pasien diabetes tipe 2, di kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)