FITNESS & HEALTH
Mengenal Prosedur FiLaC untuk Penanganan Fistula Ani di Anus
Aulia Putriningtias
Kamis 15 Januari 2026 / 14:11
Jakarta: Sobat Medcom, kamu merasakan nyeri ketika duduk atau buang air besar? Mungkin saja itu fistula ani. Untuk penanganan dari masalah kesehatan ini adalah dengan melakukan salah satu prosedur yang direkomendasikan, yaitu FiLaC.
Fistula sendiri merupakan saluran abnormal atau terowongan kecil di bawah kulit yang menghubungkan dua organ yang seharusnya tidak terhubung. Ada beberapa jenis fistula, salah satunya fistula ani.
Fistula ani adalah kondisi di mana terdapat saluran abnormal yang menghubungkan saluran anus (usus besar) dengan kulit di sekitar anus atau bokong. Masalah kesehatan ini dipicu oleh beberapa kondisi, antara lain:
- Infeksi kelenjar anus, yaitu penyebab paling umum di mana abses terbentuk karena tersumbatnya kelenjar di dalam anus.
- Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/IBD), yaitu peradangan di saluran pencernaan, salah satunya penyakit Crohn.
- Trauma atau pembedahan, yaitu cedera pada area anus atau komplikasi pasca operasi
Kanker atau tuberkulosis, meskipun kasusnya relatif jarang.
Menurut dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari RS Pondok Indah - Puri Indah, pada fistula ani, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Nyeri hebat dan pembengkakan di sekitar anus.
- Keluarnya nanah, darah, atau cairan berbau busuk dari lubang kecil di dekat anus.
- Demam.
- Iritiasi kulit di area anus.
- Rasa nyeri saat BAB.
Dr. Franky pun merekomendasi prosedur FiLaC dalam menangani kasus fistula ani ini. Pada FiLaC saluran abnormal dapat ditutup dari dalam dengan teknologi berbasis laser tanpa sayatan besar.
Probe laser radial tersebut dirancang untuk menghancurkan epitel fistula dan menutup saluran fistula yang tersisa melalui efek fototermal secara bersamaan, serta penutupan orifisium fistula bagian dalam dan luar. Penutupan primer saluran fistula dilakukan menggunakan laser diode.
Energi yang dihasilkan laser memicu penyusutan jaringan dan penutupan saluran fistula secara progresif. Kemudian, teknik FiLaC ini disempurnakan melalui Mainza Method, yaitu memadukan penggunaan laser dan kateter isap (suction catheter).
Tindakan ini memastikan saluran fistula benar-benar kering dan bersih dari cairan atau nanah selama tindakan berlangsung. Alhasil, energi laser dapat bekerja lebih maksimal dan membantu diameter saluran menyusut lebih cepat.
Mainza Method pun menjadi solusi efektif untuk menutup kasus fistula kompleks yang memiliki banyak cabang atau yang sering kambuh. Hal ini dengan tetap meminimalkan rasa nyeri dan risiko kerusakan otot sfingter bagi pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Fistula sendiri merupakan saluran abnormal atau terowongan kecil di bawah kulit yang menghubungkan dua organ yang seharusnya tidak terhubung. Ada beberapa jenis fistula, salah satunya fistula ani.
Fistula ani adalah kondisi di mana terdapat saluran abnormal yang menghubungkan saluran anus (usus besar) dengan kulit di sekitar anus atau bokong. Masalah kesehatan ini dipicu oleh beberapa kondisi, antara lain:
- Infeksi kelenjar anus, yaitu penyebab paling umum di mana abses terbentuk karena tersumbatnya kelenjar di dalam anus.
- Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/IBD), yaitu peradangan di saluran pencernaan, salah satunya penyakit Crohn.
- Trauma atau pembedahan, yaitu cedera pada area anus atau komplikasi pasca operasi
Kanker atau tuberkulosis, meskipun kasusnya relatif jarang.
Menurut dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari RS Pondok Indah - Puri Indah, pada fistula ani, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Nyeri hebat dan pembengkakan di sekitar anus.
- Keluarnya nanah, darah, atau cairan berbau busuk dari lubang kecil di dekat anus.
- Demam.
- Iritiasi kulit di area anus.
- Rasa nyeri saat BAB.
Mengenal Laser Fistula-tract Laser Closure (FiLaC) untuk penanganan fistula ani
Dr. Franky pun merekomendasi prosedur FiLaC dalam menangani kasus fistula ani ini. Pada FiLaC saluran abnormal dapat ditutup dari dalam dengan teknologi berbasis laser tanpa sayatan besar.
Probe laser radial tersebut dirancang untuk menghancurkan epitel fistula dan menutup saluran fistula yang tersisa melalui efek fototermal secara bersamaan, serta penutupan orifisium fistula bagian dalam dan luar. Penutupan primer saluran fistula dilakukan menggunakan laser diode.
Energi yang dihasilkan laser memicu penyusutan jaringan dan penutupan saluran fistula secara progresif. Kemudian, teknik FiLaC ini disempurnakan melalui Mainza Method, yaitu memadukan penggunaan laser dan kateter isap (suction catheter).
Tindakan ini memastikan saluran fistula benar-benar kering dan bersih dari cairan atau nanah selama tindakan berlangsung. Alhasil, energi laser dapat bekerja lebih maksimal dan membantu diameter saluran menyusut lebih cepat.
Mainza Method pun menjadi solusi efektif untuk menutup kasus fistula kompleks yang memiliki banyak cabang atau yang sering kambuh. Hal ini dengan tetap meminimalkan rasa nyeri dan risiko kerusakan otot sfingter bagi pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)