FITNESS & HEALTH

Sejumlah Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker

Kumara Anggita
Sabtu 20 Maret 2021 / 12:08
Jakarta: Kanker merupakan salah satu penyakit yang membuat kematian terbesar di negara dengan pendapatan low-midle, termasuk Indonesia. Menurut data GLOBOCAN, diperkirakan angka kesakitan kanker di dunia akan terus meroket sampai angka 30,2 juta kasus pada tahun 2040.

Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan kanker adalah makanan. Dan mengontrol makanan adalah sesuatu yang memungkinkan untuk kamu lakukan. Mengutip dari Healthline, ada beberapa makanan yang meningkatkan risiko kanker antara lain:
 

1. Daging olahan


Daging olahan adalah semua jenis daging yang diawetkan dengan cara diasapi, diasinkan, diawetkan, atau dikalengkan. Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

Sumber menunjukkan bahwa mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen yang disebut senyawa N-nitroso. Mengasapi daging juga dapat menyebabkan karsinogenik hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH).
 

2. Makanan yang digoreng


Saat makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi, senyawa yang disebut akrilamida terbentuk. Ini bisa terjadi selama menggoreng dan memanggang. Salah satu makanan yang menggambarkan proses ini adalah kentang goreng atau keripik kentang.

Menurut review 2018, akrilamida ditemukan bersifat karsinogenik dalam penelitian yang dilakukan pada tikus. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menganggapnya 'mungkin karsinogenik bagi manusia'.
 

3. Makanan yang terlalu matang


Makanan yang terlalu matang, terutama daging, dapat menghasilkan karsinogen. Menurut studi pada 2020, memasak daging dengan panas tinggi menciptakan PAH karsinogenik dan heterosiklik amina (HCA). Zat ini dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel kamu.
 

4. Produk susu


Ada beberapa bukti bahwa produk susu dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Makanan olahan susu termasuk produk seperti susu, keju, dan yogurt.

Menurut review 2014, makan produk susu meningkatkan tingkat faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Ini terkait dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi. IGF-1 dapat meningkatkan proliferasi, atau produksi, sel kanker prostat.
 

5. Gula dan karbohidrat olahan


Makanan manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Tak hanya itu, makan makanan manis dan bertepung dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas.

Studi pada 2020, kedua kondisi tersebut memicu peradangan dan stres oksidatif. Ini dapat meningkatkan risiko kanker tertentu berkembang.
(FIR)

MOST SEARCH