FITNESS & HEALTH

Apakah Hipertensi Bisa Disembuhkan?

Raka Lestari
Rabu 14 Oktober 2020 / 12:00
Jakarta: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat hipertensi seperti dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan tertentu. Namun, apakah hal tersebut dapat membuat hipertensi menjadi sembuh?

“Sekali hipertensi, maka seumur hidup akan hipertensi. Jadi hipertensi ini bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan, tetapi memang bisa dikontrol,” ujar dr. Erwinanto, Sp.JP(K), FIHA, Wakil Ketua 1 Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) dalam Media Briefing Hari Hipertensi Sedunia “Know Your Number” pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Ia menambahkan bahwa banyak orang yang menganggap saat mereka mengalami hipertensi, lalu tekanan darahnya turun maka itu dianggap sudah sembuh. “Itu sebenarnya berarti hipertensi tersebut sudah terkontrol dan begitu dia tidak minum obat maka tekanan darahnya akan naik lagi,” ujar dr. Erwin. 

“Banyak orang yang mungkin merasa takut harus terus-terusan mengonsumsi obat untuk hipertensi mereka. Tetapi sebenarnya obat itu bisa disesuaikan dengan tekanan darah dan obat itu bukan racun, sehingga tidak perlu khawatir,” kata dr. Erwin. 

Menurut dr. Erwin, saat ini tingkat prevalensi dari hipertensi selalu bertambah karena memang tidak bisa sembuh dan orang yang mengalami hipertensi selalu bertambah. “Kasus hipertensi yang sudah ada kan tidak bisa dihapus, dan kasus baru selalu meningkat. Jadi mungkin memang tidak bisa dikurangi sehingga pasti akan selalu meningkat atau setidaknya stabil,” jelasnya. 

“Meskipun hipertensi tidak bisa disembuhkan tetapi bisa melakukan beberapa intervensi supaya tekanan darah bisa terkontrol. Salah satunya adalah dengan menjaga pola makan. Usahakan untuk memilih makanan yang rendah garam. Serendah yang kita bisa lakukan,” ujar dr. Erwin. 

Kemudian, menurut dr. Erwin juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan dan usahakan untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah serta membatasi asupan lemak. “Aktivitas fisik juga perlu, kalau tidak biasa bisa mulai dengan gerakan-gerakan olahraga yang ringan,” tutupnya.
(YDH)

MOST SEARCH