FITNESS & HEALTH

Mengenal Florona, Saat Flu dan Covid-19 Menyerang Berbarengan

Sri Yanti Nainggolan
Rabu 05 Januari 2022 / 17:30
Jakarta: Seorang ibu hamil di Israel terserang Florona, kondisi dimana virus flu dan covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan. Ini bukanlah varian baru covid-19. 

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menegaskan Florona bukanlah salah satu hasil mutasi dari varian baru covid-19.

"Mengenai Florona ini, sebenarnya bukan varian baru. Namun ada infeksi ganda, artinya ada dua jenis virus yang menginfeksi pada seseorang (secara bersamaan)," kata Zubairi dilansir dari Antara, Rabu, 5 Januari 2022. 

Terkait kasus Florona pada ibu hamil di Israel, Zubairi menuturkan hal tersebut terjadi karena adanya kondisi sistem imunitas pada tubuh yang sedang lemah. Artinya, kasus seperti ini jarang terjadi. 

Baca: Florona: Ketika Virus Influenza dan Covid-19 'Hadir' Bersamaan

Namun, tetap ada kemungkinan seseorang terserang dua virus ini secara bersamaan karena flu dan covid-19 sama-sama menular melalui udara atau droplet dan menyerang saluran pernafasan.

Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama juga mengatakan terjadinya infeksi ganda, yakni Florona, dipengaruhi oleh tiga hal. Ketiga hal itu adalah seberapa kuatnya virus bertahan, seberapa kuat daya tahan tubuh seseorang, dan faktor lingkungan sekitarnya.

"Jadi tidak bisa kita katakan kalau covid lebih kuat atau flunya lebih kuat. Itu tergantung dari masing-masing orang perkembangannya. tapi sekali lagi, kemungkinan menderita dua dapat saja terjadi," tegas Tjandra.
 

Gejala Florona tak spesifik

Tjandra menjelaskan tidak ada gejala spesifik dari Florona karena ini hanyalah sebuah nama yang dibuat oleh seseorang. 

"Istilah Florona tidak ada dalam dunia. Itu hanya beredar di media sosial, tak ada penyakit yang namanya Florona," tutur dia. 

Oleh karena itu, bila bicara mengenai bisa atau tidaknya memberikan dampak terjadinya gelombang covid-19 yang baru, masih butuh analisis dan pantauan lebih lanjut dari negara dengan kasus yang bersangkutan.

"Kita tunggu saja analisa dari Israel apakah ini fenomena atau banyak kasusnya," ucap  Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Baca: Mengenal Flurona, Kasus Pertama yang Ditemukan pada Ibu Hamil di Israel

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang didapat melalui media sosial dan terus mencari informasi dari sumber yang terpercaya.

“Akan lebih baik, kalau masyarakat mengikuti sumber berita yang akurat dan benar. Tidak sepenuhnya berpegangan pada media sosial yang tidak terlalu jelas kebenarannya," ia mengingatkan. 
 

Obat flu dan covid-19 berbeda

Walaupun memiliki persamaan dalam cara penularan, baik covid-19 maupun influenza memiliki penyebab yang berbeda. Sehingga, obat atau vaksin yang diberikan kepada pasien diberikan secara berbeda pula.

"Tidak perlu khawatir karena influeza amat sangat jarang ditemukan di Indonesia apalagi yang menyebabkan kematian. Influenza jangan dikira sama dengan flunya orang Indonesia," terang Zubairi. 

Menurutnya, flu yang banyak diderita orang Indonesia merupakan common cold yang menyebabkan seseorang menderita batuk, pilek, dan bersin saja. Tak sama dengan influenza di negara yang memiliki musim dingin seperti Amerika Serikat yang menyebabkan penderitanya memiliki gejala berat seperti terkena radang paru atau meninggal.
(SYN)

MOST SEARCH