FITNESS & HEALTH

Apa Bedanya Diabetes Kering dengan Diabetes Basah?

Raka Lestari
Rabu 20 April 2022 / 12:26
Jakarta: Diabetes merupakan salah satu penyakit kronik yang berbahaya dan banyak diderita di seluruh dunia. Secara global, diperkirakan 346 juta orang menderita diabetes.

WHO menyebutkan bahwa pada 2014, ada 8,5% orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita diabetes. Dalam jangka panjang, diabetes dapat merusak jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.

Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp. PD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di RSUI menjelaskan, diabetes merupakan kondisi di mana kadar gula (glukosa) di dalam darah terlalu tinggi. Diabetes disebabkan kekurangan hormon insulin, gangguan kerja hormon insulin, ataupun keduanya.

Jumlah pasien diabetes di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini saja pada 2022 sudah sekitar 19 juta pasien diabetes. Kondisi yang cukup prihatin, pasalnya, diabetes yang tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi kronik.

Terkait diabetes kering dan diabetes basah, Prof Pradana menjelaskan bahwasanya penyebutan diabetes kering dan basah merupakan mitos yang sudah lama berkembang di masyarakat.

“Pada diabetes tidak ada yang kering dan basah, tapi semua diabetes perlu terkontrol agar tidak ada komplikasi. Tipe diabetes yang ada yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe 3 dan lain-lain, serta tipe 4 yang ibu hamil,” kata Prof Pradana.

Diabetes yang banyak dialami adalah DM tipe 2, yang pada umumnya dapat ditangani dengan diet seimbang, olahraga, dan konsumsi obat-obatan tablet. Namun pada perkembangannya, apabila tidak terkontrol juga dapat diberikan insulin.

Luka diabetes kering yang terjadi pada pasien diabetes belum tentu lebih mudah penanganannya. Terkadang ada juga luka diabetes kering yang sudah berwarna hitam dipermukaannya.

Dr. Debie Dahlia, S.Kp, MHSM, Kepala Keperawatan RSUI menamabahkan, hal ini disebabkan karena jaringan sudah mati. Selain itu, belum tentu luka yang kering lebih baik dari luka yang basah.

Prinsip dari pengelolaan diabetes ada 5 (lima) pilar, yaitu : edukasi, pengaturan makan (diet), aktivitas fisik, penggunaan obat, dan montoring. Monitoring dapat dilakukan sendiri di rumah ataupun di rumah sakit.
(FIR)

MOST SEARCH