FITNESS & HEALTH
Herpes Zoster Rentan Menyerang Lansia, Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan
A. Firdaus
Sabtu 17 Januari 2026 / 17:22
Jakarta: Orang dewasa pada umumnya mengalami penurunan imunitas seiring bertambahnya usia (ARDI/age-related immunity decline) yang membuat semakin rentan terhadap infeksi2, salah satunya infeksi virus dari penyakit Herpes Zoster.
Herpes Zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Cacar Api, merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Herpes Zoster sering terjadi pada lansia karena kekebalan tubuh yang melemah.
Penyakit infeksi dengan mortalitas dan morbiditas tinggi yang rentan dialami oleh orang dewasa sebenarnya dapat diupayakan pencegahannya melalui vaksinasi.
"Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH)," ujar dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang.
Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari- hari.
Selain itu, dr. Sandra juga menambahkan bahwa banyak orang sebenarnya berisiko terkena Herpes Zoster (cacar api) tanpa menyadarinya hingga terlambat. Individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi terkena cacar api3,5-8. Oleh karena itu, pencegahan cacar api jauh lebih penting daripada yang banyak orang sadari.
Maia Estianty selaku Duta Kampanye Kesehatan 'Kenali Cacar Api' bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia mengusung pesan 'Ageing Gracefully', ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif, khususnya bagi kelompok berisiko.

Maia Estianty selaku Duta Kampanye Kesehatan 'Kenali Cacar Api' bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia mengusung pesan 'Ageing Gracefully. Dok. Ist
"Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan," ujar Maia.
"Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter," sambungnya.
Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan juga penyakit ginjal. Dengan vaksinasi, kamu dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa mendatang. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, serta mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya jika infeksi tetap terjadi.
Dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine, GSK Indonesia menegaskan komitmen GSK dalam mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, asosiasi kedokteran, dan tenaga kesehatan profesional.
"Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik," ujar dr. Johan.
Sebagai bukti komitmen ini, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kemitraan strategis ini mendukung program-program bersama yang bertujuan memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, dan meningkatkan kesadaran penyakit serta penerapan vaksinasi untuk menjaga kualitas hidup masyarakat dewasa di seluruh Indonesia.
Inisiatif lainnya, GSK Indonesia menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) (atau melalui linktr.ee/KenaliCacarApi) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar Cacar Api dan pencegahannya. GSK juga terus memperluas kampanye edukasi melalui berbagai platform untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.
"GSK Indonesia bersinergi dengan Maia Estianty dan Rumah Sakit Siloam Lippo Village untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui edukasi pencegahan Cacar Api. Kami juga mengajak media menyebarluaskan informasi mengenai KECAPI, platform digital yang mudah diakses, serta berbagai inisiatif edukasi berkelanjutan seperti kampanye @AyoKitaVaksin di media sosial dan situs www.KenaliCacarApi.com," tutup dr. Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Herpes Zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Cacar Api, merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Herpes Zoster sering terjadi pada lansia karena kekebalan tubuh yang melemah.
Penyakit infeksi dengan mortalitas dan morbiditas tinggi yang rentan dialami oleh orang dewasa sebenarnya dapat diupayakan pencegahannya melalui vaksinasi.
"Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH)," ujar dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang.
Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari- hari.
Selain itu, dr. Sandra juga menambahkan bahwa banyak orang sebenarnya berisiko terkena Herpes Zoster (cacar api) tanpa menyadarinya hingga terlambat. Individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi terkena cacar api3,5-8. Oleh karena itu, pencegahan cacar api jauh lebih penting daripada yang banyak orang sadari.
Maia Estianty selaku Duta Kampanye Kesehatan 'Kenali Cacar Api' bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia mengusung pesan 'Ageing Gracefully', ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif, khususnya bagi kelompok berisiko.

Maia Estianty selaku Duta Kampanye Kesehatan 'Kenali Cacar Api' bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia mengusung pesan 'Ageing Gracefully. Dok. Ist
"Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan," ujar Maia.
"Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter," sambungnya.
Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan juga penyakit ginjal. Dengan vaksinasi, kamu dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa mendatang. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, serta mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya jika infeksi tetap terjadi.
Dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine, GSK Indonesia menegaskan komitmen GSK dalam mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, asosiasi kedokteran, dan tenaga kesehatan profesional.
"Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik," ujar dr. Johan.
Sebagai bukti komitmen ini, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kemitraan strategis ini mendukung program-program bersama yang bertujuan memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, dan meningkatkan kesadaran penyakit serta penerapan vaksinasi untuk menjaga kualitas hidup masyarakat dewasa di seluruh Indonesia.
Inisiatif lainnya, GSK Indonesia menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) (atau melalui linktr.ee/KenaliCacarApi) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar Cacar Api dan pencegahannya. GSK juga terus memperluas kampanye edukasi melalui berbagai platform untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.
"GSK Indonesia bersinergi dengan Maia Estianty dan Rumah Sakit Siloam Lippo Village untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui edukasi pencegahan Cacar Api. Kami juga mengajak media menyebarluaskan informasi mengenai KECAPI, platform digital yang mudah diakses, serta berbagai inisiatif edukasi berkelanjutan seperti kampanye @AyoKitaVaksin di media sosial dan situs www.KenaliCacarApi.com," tutup dr. Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)