FITNESS & HEALTH

Kurangnya Konsumsi Susu Masyarakat Indonesia, Salah Satunya Karena Intoleransi Laktosa

Raka Lestari
Jumat 14 Januari 2022 / 10:05
Jakarta: Susu merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan nutrisi. Salah satu yang dikenal adalah kandungan kalsium yang tinggi pada susu, yang bisa menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi susu masih tergolong rendah.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menyatakan, jumlah rata-rata konsumsi susu di Indonesia sebesar 16.27 kg/kapita/tahun. Angka tersebut masih jauh lebih sedikit di bawah rata-rata konsumsi susu dari negara tetangga seperti Malaysia 26.20 kg/kapita/tahun, Myanmar 26.7 kg/kapita/tahun, dan Thailand 22.2 kg/kapita/tahun.

Padahal, manfaat susu sapi banyak sekali. Susu sapi itu sumber kalsium yang paling baik di antara bahan makanan yang lain. Dan tentunya kalsium sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kesehatan tulang.

"Selain itu, susu juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Pada umumnya, seseorang bisa mengonsumsi susu sampai 2 gelas per hari atau sekitar 400-500 ml per hari,” ujar Dr. Arif Sabta Aji , Ahli Gizi, dalam acara press conference virtual #BeraniMinumSusu Bersama MilkLife.
 

Penyebab rendahnya konsumsi susu


“Beberapa faktor yang bisa menyebabkan masyarakat kurang bersemangat mengonsumsi susu ada banyak. Salah satunya adalah tidak mampu membeli susu, di Indonesia mengonsumsi susu belum menjadi budaya karena tidak dikenalkan sejak kita kecil,” ujar Dr. Arif.

Selain itu juga pemahaman bahwa konsumsi susu dibutuhkan hanya untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk anak-anak saja. Padahal susu sangat bagus juga untuk segala kelompok umur. Baik itu remaja, dewasa, ataupun lansia.

Rendahnya minat masyarakat untuk mengonsumsi susu juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah intoleransi laktosa yang banyak ditemukan pada populasi Asia, Afrika, dan sedikit pada populasi Amerika Selatan, Amerika Utara, Eropa, dan Australia.

Intoleransi laktosa ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan enzim laktase yang diproduksi oleh tubuh untuk membantu mencerna laktosa dalam sistem pencernaan tubuh manusia. Padahal, nutrisi yang terkandung di dalam susu sapi itu banyak sekali manfaatnya untuk tubuh manusia.
 

Cara mengatasi intoleransi laktosa


Bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap laktosa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap bisa mendapatkan manfaat kebaikan dari susu sapi. Yang utama kamu bisa membeli atau mengonsumsi produk susu yang bebas laktosa. Karena intoleransi laktosa, sehingga harus menghindari laktosa yang berlebihan dari makanan atau minumanmu.

“Kedua, kamu bisa mengganti susu dari sapi ke produk lainnya. Misalnya susu kedelai atau susu dari produk nabati lainnya. Tapi kalau kamu mau mendapatkan manfaat dari susu sapi, kamu bisa mendapatkannya dari produk susu yang bebas laktosa. Jadi itu kuncinya untuk masyarakat yang tidak bisa mengonsumsi susu dikarenakan intoleransi laktosa,” tambah Dr. Arif.
 

Intoleransi laktosa bukan berarti tidak bisa minum susu sapi


Menurut Dr. Arif, penting sekali untuk mengetahui kondisi bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Sangat penting sekali, dikarenakan kalau kamu intoleransi laktosa dan kita tahu bahwa mengalami intoleransi laktosa sebenarnya bukan tidak bisa minum susu, tetap bisa mendapatkan manfaat dari susu terutama susu sapi tetapi dengan produk yang bebas laktosa.

“Contohnya adalah susu sapi yang sudah diproses sebelumnya, sehingga kandungan laktosa dalam susu tersebut tidak begitu tinggi seperti sebelumnya. Atau bahkan bisa bebas kandungan laktosa sehingga tidak akan memberikan efek terhadap saluran pencernaan,” tutup Dr. Arif.
(FIR)

MOST SEARCH