FITNESS & HEALTH

Menstruasi Bukan Tabu, Remaja Perlu Ruang untuk Bertanya

A. Firdaus
Jumat 25 September 2026 / 09:11
Ringkasnya gini..
  • Edukasi menstruasi penting bagi remaja perempuan untuk memahami tubuh, melawan stigma, dan mendapatkan dukungan kesehatan yang tepat sejak dini.
  • Pendekatan tersebut membuat komunikasi program tidak berhenti pada momentum peluncuran.
  • Bicara mengenai dampak program sosial memang tidak selalu bisa diukur dari seberapa ramai sebuah kegiatan dibicarakan.
Jakarta: Menstruasi merupakan bagian alami dari kehidupan perempuan. Meski begitu, bagi sebagian remaja perempuan, datang bulan masih bisa menjadi pengalaman yang tidak mudah.

Bukan hanya karena perubahan fisik dan hormon, tetapi juga karena masih terbatasnya informasi yang tepat, stigma, hingga minimnya ruang untuk membicarakan kesehatan menstruasi secara terbuka.

Padahal, memahami menstruasi sejak dini bukan sekadar soal mengetahui kapan haid datang atau bagaimana memilih produk menstruasi. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan kemampuan perempuan memahami tubuhnya, menjaga kesehatan, membangun rasa percaya diri, hingga mengambil keputusan yang tepat mengenai dirinya sendiri.
 

UNESCO menyebut keterbatasan akses terhadap kebutuhan menstruasi sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap ketidakhadiran dan putus sekolah pada remaja perempuan di berbagai negara. Sementara itu, Forum Ekonomi Dunia menekankan bahwa investasi terhadap kesehatan perempuan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat.

Karena itu, persoalan kesehatan menstruasi membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Tidak cukup hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga edukasi dan dukungan dari lingkungan sekitar.
 

Membuka Ruang Bicara soal Menstruasi


Berangkat dari kondisi tersebut, Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation menjalankan HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).

Program yang mulai diperkenalkan pada 2025 ini dirancang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan perempuan melalui pendekatan yang mengikuti berbagai tahapan kehidupan, mulai dari masa remaja hingga kehamilan dan awal menjadi seorang ibu.

HER WAY telah dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Program tersebut mencakup edukasi, penguatan kapasitas, serta pelibatan komunitas untuk memperluas akses perempuan terhadap informasi dan dukungan. Topiknya pun tidak berhenti pada menstruasi, tetapi mencakup kesehatan ibu hingga kesehatan mental.

Dalam dua tahun pelaksanaannya, kolaborasi bersama Project HOPE ditargetkan dapat memberikan dampak kepada lebih dari satu juta perempuan, anak perempuan, dan bayi di Indonesia.

Bagi Kimberly-Clark Softex Indonesia, inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen global perusahaan untuk memberikan dampak positif kepada satu miliar jiwa pada 2030.
 

Edukasi Tak Harus Selalu Serius


Memasuki fase berikutnya pada 2026, HER WAY diperkuat melalui berbagai aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian perempuan dan remaja.

Kampanye digital, edukasi berbasis sekolah, kelas untuk para ibu, sesi peer-to-peer, hingga kegiatan bersama komunitas menjadi bagian dari pendekatan program.

Tujuannya sederhana, yakni membuat informasi mengenai kesehatan perempuan lebih mudah dipahami sekaligus menciptakan ruang yang membuat pembicaraan mengenai menstruasi terasa lebih nyaman.

Di sinilah komunikasi memiliki peran penting.
 
WhatsApp Image 2026-09-24 at 10_29_16
Febrina Herlambang, Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia di salah satu acara PR Asia di Indonesia.


Menurut Febrina Herlambang, Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, komunikasi dalam program sosial bukan hanya mengenai bagaimana perusahaan menyampaikan kegiatan yang dilakukan.

Lebih dari itu, komunikasi perlu membuat sebuah isu menjadi relevan dan mudah dipahami masyarakat sehingga percakapan mengenai isu tersebut dapat berkembang di komunitas yang tepat.

“Sebagai merek perawatan feminin terkemuka di Indonesia, Kimberly-Clark Softex percaya bahwa peningkatan kesehatan menstruasi tidak hanya tentang penyediaan produk pembalut yang baik, namun juga membutuhkan edukasi berkelanjutan, sistem dukungan komunitas yang kuat, serta kolaborasi antarsektor untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Febrina.

Menurut dia, pendekatan komunikasi HER WAY tidak menempatkan perusahaan sebagai satu-satunya pusat cerita.

Program justru dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian sekaligus kedekatan dengan masyarakat. Mulai dari organisasi kesehatan, pemerintah daerah, sekolah, guru, tenaga kesehatan, hingga komunitas dan sesama remaja melalui pendekatan peer-to-peer.
 

Mengurangi Stigma dari Lingkungan Terdekat


Pembicaraan mengenai menstruasi terkadang masih dianggap tabu. Akibatnya, tidak semua remaja merasa nyaman bertanya ketika mengalami sesuatu yang berkaitan dengan menstruasi atau kesehatan reproduksi.

Padahal, semakin sedikit ruang untuk bertanya, semakin besar kemungkinan informasi yang diterima justru berasal dari sumber yang tidak tepat.

Karena itu, pendekatan berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam HER WAY.

“Kolaborasi yang kuat dan didasari komitmen bersama terhadap masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” kata Febrina.

Menurutnya, tantangan kesehatan perempuan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Perusahaan dapat berkontribusi melalui dukungan dan sumber daya, sementara mitra program memiliki keahlian serta pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan layanan kesehatan yang layak mereka dapatkan,” lanjutnya.

Pendekatan tersebut membuat komunikasi program tidak berhenti pada momentum peluncuran.

Edukasi mengenai menstruasi pertama, kegiatan di sekolah, sesi bersama remaja putri, hingga aktivitas yang berkaitan dengan produk menjadi kesempatan untuk terus membangun pemahaman mengenai kesehatan perempuan.
 

Ketika Komunikasi Ikut Membawa Perubahan


Bicara mengenai dampak program sosial memang tidak selalu bisa diukur dari seberapa ramai sebuah kegiatan dibicarakan.

Ada proses yang lebih panjang di baliknya. Mulai dari membuat seseorang berani bertanya, membantu remaja mendapatkan informasi yang tepat, hingga menciptakan lingkungan yang lebih terbuka ketika membicarakan menstruasi.

Bagi Kimberly-Clark Softex Indonesia, penyediaan produk menstruasi menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Namun, edukasi, dukungan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor juga dibutuhkan agar pemahaman mengenai kesehatan perempuan dapat terus berkembang.

Melalui HER WAY, Kimberly-Clark Softex bersama para mitranya berupaya membuka lebih banyak ruang bagi perempuan dan remaja perempuan untuk mendapatkan informasi, menghadapi stigma, serta merasa lebih nyaman berbicara mengenai menstruasi.

Pada akhirnya, komunikasi dalam program sosial bukan sekadar soal bagaimana sebuah perusahaan menyampaikan apa yang telah dilakukan.

Ketika dipadukan dengan edukasi, kolaborasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, komunikasi dapat menjadi jembatan agar isu kesehatan perempuan lebih mudah dibicarakan dan program dapat menjangkau komunitas yang membutuhkan.

Sebab, perubahan bisa saja dimulai dari hal sederhana: ketika seorang remaja perempuan merasa tidak lagi malu untuk bertanya tentang tubuhnya sendiri.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH