FITNESS & HEALTH
Scroll Media Sosial Terus Bikin Minder? Saatnya Fokus ke Diri Sendiri
A. Firdaus
Sabtu 20 Juni 2026 / 11:14
- Salah satu cara paling efektif untuk keluar dari jebakan perbandingan, yaitu dengan melatih rasa syukur setiap hari.
- Saat rasa minder atau iri mulai muncul karena melihat kehidupan orang lain, cobalah berhenti sejenak dan mengingat kembali.
- Daripada menghabiskan waktu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, lebih baik fokus pada hal-hal yang dapat membantu pertumbuhan diri.
Jakarta: Di tengah derasnya informasi dan media sosial, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu, untuk membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain.
Mulai dari pencapaian, gaya hidup, hingga berbagai hal yang tampak lebih menarik di mata publik. Padahal, kebiasaan tersebut sering kali hanya memicu rasa kurang, dan membuat seseorang lupa pada hal-hal baik yang sudah dimilikinya.
Dilansir dari Psychology Today menurut Susan Biali Haas, M.D., adalah seorang dokter yang sering berbicara dan menulis tentang pengurangan stres, salah satu cara paling efektif untuk keluar dari jebakan perbandingan, yaitu dengan melatih rasa syukur setiap hari.
Ketika seseorang terbiasa menghargai berbagai hal baik dalam hidupnya, perasaan iri dan tidak puas akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, terlalu fokus pada apa yang dimiliki orang lain, dapat memunculkan pikiran bahwa apa yang dimiliki saat ini tidak cukup, meski kenyataannya tidak demikian.
Saat rasa minder atau iri mulai muncul karena melihat kehidupan orang lain, cobalah berhenti sejenak dan mengingat kembali, berbagai hal positif yang telah dimiliki. Kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar.
Keluarga, sahabat, kesehatan, kesempatan belajar, dan berbagai momen sederhana dalam kehidupan juga merupakan hal berharga, yang sering kali luput dari perhatian.
Di sisi lain, perbandingan tidak selalu berdampak buruk. Jika digunakan dengan cara yang tepat, perbandingan justru bisa menjadi sumber motivasi, untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, yang patut dijadikan inspirasi bukanlah kemewahan atau hal-hal yang bersifat materi, melainkan kualitas diri yang benar-benar bernilai.
Misalnya, ada wanita yang dikenal sebagai istri, ibu, dan teman yang sangat baik serta dermawan. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi banyak orang di sekitarnya.
Sosok seperti inilah yang layak dijadikan inspirasi, karena nilai-nilai kebaikan yang dimiliki mampu membuat lingkungan menjadi lebih baik.
Daripada menghabiskan waktu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, lebih baik fokus pada hal-hal yang dapat membantu pertumbuhan diri. Carilah sosok yang menginspirasi untuk hidup lebih bijaksana, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Oleh karena itu, perbandingan tidak harus menjadi sumber kesedihan. Jika diarahkan dengan benar, kebiasaan tersebut bisa berubah menjadi dorongan, untuk memperbaiki diri dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dengan lebih banyak bersyukur dan menjadikan orang-orang baik sebagai inspirasi, kehidupan dapat terasa lebih bermakna, tanpa harus terus membandingkan diri dengan orang lain.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Mulai dari pencapaian, gaya hidup, hingga berbagai hal yang tampak lebih menarik di mata publik. Padahal, kebiasaan tersebut sering kali hanya memicu rasa kurang, dan membuat seseorang lupa pada hal-hal baik yang sudah dimilikinya.
Dilansir dari Psychology Today menurut Susan Biali Haas, M.D., adalah seorang dokter yang sering berbicara dan menulis tentang pengurangan stres, salah satu cara paling efektif untuk keluar dari jebakan perbandingan, yaitu dengan melatih rasa syukur setiap hari.
Ketika seseorang terbiasa menghargai berbagai hal baik dalam hidupnya, perasaan iri dan tidak puas akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, terlalu fokus pada apa yang dimiliki orang lain, dapat memunculkan pikiran bahwa apa yang dimiliki saat ini tidak cukup, meski kenyataannya tidak demikian.
Saat rasa minder atau iri mulai muncul karena melihat kehidupan orang lain, cobalah berhenti sejenak dan mengingat kembali, berbagai hal positif yang telah dimiliki. Kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar.
Keluarga, sahabat, kesehatan, kesempatan belajar, dan berbagai momen sederhana dalam kehidupan juga merupakan hal berharga, yang sering kali luput dari perhatian.
Jadikan perbandingan sebagai motivasi untuk bertumbuh
Di sisi lain, perbandingan tidak selalu berdampak buruk. Jika digunakan dengan cara yang tepat, perbandingan justru bisa menjadi sumber motivasi, untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, yang patut dijadikan inspirasi bukanlah kemewahan atau hal-hal yang bersifat materi, melainkan kualitas diri yang benar-benar bernilai.
Misalnya, ada wanita yang dikenal sebagai istri, ibu, dan teman yang sangat baik serta dermawan. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi banyak orang di sekitarnya.
Sosok seperti inilah yang layak dijadikan inspirasi, karena nilai-nilai kebaikan yang dimiliki mampu membuat lingkungan menjadi lebih baik.
Fokus pada perbaikan diri, bukan kehidupan orang lain
Daripada menghabiskan waktu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, lebih baik fokus pada hal-hal yang dapat membantu pertumbuhan diri. Carilah sosok yang menginspirasi untuk hidup lebih bijaksana, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Oleh karena itu, perbandingan tidak harus menjadi sumber kesedihan. Jika diarahkan dengan benar, kebiasaan tersebut bisa berubah menjadi dorongan, untuk memperbaiki diri dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dengan lebih banyak bersyukur dan menjadikan orang-orang baik sebagai inspirasi, kehidupan dapat terasa lebih bermakna, tanpa harus terus membandingkan diri dengan orang lain.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)