FITNESS & HEALTH

Waspada Nyamuk! Penelitian Ungkap Mutasi Bisa Sebabkan Virus Zika Berbahaya

Arthurio Oktavianus Arthadiputra
Rabu 04 Mei 2022 / 08:05
Jakarta: Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah sepertinya harus menjadi prioritas utama yang harus dilakukan segera. Bukan hanya agar bersih dari sampah, tetapi juga membasmi sarang nyamuk.

Pasalnya, satu penelitian di Amerika Serikat mengungkap bahwa nyamuk bisa menyebarkan virus ke tubuh manusia, dan akan sangat berbahaya bila virus tersebut bermutasi.

Virus yang dibawa oleh nyamuk adalah virus Zika, yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Sakit yang disebabkan oleh virus ini bagi manusia adalah demam zika.

Dilansir dari laman Mirror, berdasarkan penelitian terbaru La Jolla Institute for Immunology, California, mutasi tunggal virus zika bisa jauh lebih menular dan berbahaya.

“Mungkin ada wabah virus zika yang eksplosif jika ada satu mutasi baru dari penyakit tersebut,” sebut laman Mirror.
 

Pernah sebabkan keadaan darurat medis global


Virus zika pernah menyebabkan keadaan darurat medis global di tahun 2016. Pada sebagian besar kasus, tidak ada gejala apa pun yang ditunjukkan secara spesifik, bila tubuh sudah tertular virus ini.

Namun, dalam beberapa kasus, zika dapat memicu kelumpuhan (Sindrom Guillain-Barre). Bila terpapar pada wanita hamil, ini dapat menyebabkan cacat lahir bagi calon bayinya.

Menurut Sujan Shresta dari La Jolla Institute, apabila terjadinya mutasi pada virus Zika, negara-negara yang sudah memiliki antivirus setelah mengalami kondisi darurat medis tahun 2016, dapat ditembusi juga oleh mutasi tersebut.

Henrik Salje, peneliti dari Universitas Cambridge, mengatakan virus Zika tetap menjadi penyakit yang rumit untuk dipelajari karena keberadaannya sering disembunyikan. 

“Sebagian besar infeksi tidak terdeteksi atau salah didiagnosis karena kesamaan gejala dengan penyakit lain. Oleh karena itu, kami hanya memiliki pemahaman yang terbatas tentang keragaman virus yang mendasari strain yang bersirkulasi,” katanya.
 

Bagaimana cara penularan virus zika?


Menurut World Health Organization (WHO), nyamuk ini biasanya menggigit pada siang hari, dengan puncaknya pada pagi hari, sore, atau malam hari. Virus Zika, yang mirip dengan demam berdarah, menyebar sebagian besar melalui gigitan nyamuk spesies Aedes yang terinfeksi, biasanya Aedes aegypti.

Namun, tak hanya ditularkan oleh nyamuk saja. Virus Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah, atau transplantasi organ yang terinfeksi.


Apa saja gejala zika
(Salah satu gejala terkena zika adalah demam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Apa saja gejala zika?


Banyak orang yang terinfeksi virus zika biasanya menunjukkan sedikit gejala atau kondisi tubuh mengalami sakit yang ringan. Adapun gejala-gejala yang dialami seperti: demam, ruam, konjungtivitis, nyeri otot dan sendi, malaise (kelelahan atau nyeri yang menyebar), dan sakit kepala.

Setelah terpapar, gejala zika biasanya muncul antara tiga hingga 14 hari, menurut WHO. Gejala umumnya berlangsung selama dua sampai tujuh hari.
 

Siapa yang berisiko terkena virus zika?


Risiko paling besar bila terpapar infeksi zika adalah para wanita hamil. Kondisi bahaya yang mereka alami dari paparan virus adalah dapat menyebabkan cacat lahir (seperti mikrosefali) pada otak bayi. 

Virus ini juga terkait dengan masalah lain seperti keguguran, lahir mati, dan cacat lahir lainnya. WHO juga telah memperingatkan ada peningkatan laporan sindrom Guillain-Barre, yang memengaruhi sistem saraf, di beberapa bagian dunia yang terkena dampak Zika.
 

Bagaimana mencegah virus zika


Saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk mencegah zika. Cara terbaik untuk menghindari infeksi adalah dengan melindungi diri Anda dan keluarga Anda dari gigitan nyamuk.

Sehingga, perhatikan kebersihan di lingkungan rumah dan sekitar, agar tidak menjadi sarang nyamuk. Jika kamu terkena zika, pastikan banyak beristirahat dan minum cairan untuk mencegah dehidrasi.

Dalam hal pengobatan, dapat mengonsumsi obat-obatan seperti asetaminofen untuk mengurangi demam dan nyeri. Jangan mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya sampai demam berdarahnya teratasi, untuk mengurangi risiko pendarahan.

Jika kamu menderita zika, kurangi risiko penularannya dengan menggunakan kondom dan atau tidak berhubungan seks sampai kamu pulih. 
(TIN)

MOST SEARCH