FITNESS & HEALTH
Operasi Katarak dengan Teknologi Fakoemulsifikasi
Raka Lestari
Selasa 09 Maret 2021 / 21:07
Jakarta: Katarak merupakan kondisi yang mengganggu fungsi penglihatan yang ditandai dengan lensa mata yang menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya, sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi buram bahkan dapat mengakibatkan kebutaan.
Penurunan fungsi penglihatan akibat katarak dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari penderita, dan tindakan operasi katarak untuk menggantinya dengan lensa buatan sangat efektif untuk mengembalikan penglihatan pasien.
“Operasi fakoemulsifikasi memungkinkan dilakukan pada penderita katarak imatur, dengan luka operasi minimal dan umumnya tanpa jahitan, insersi Intra Ocular Lens (IOL) mengganti fungsi lensa yang sudah mengalami katarak sehingga fungsi pengelihatan menjadi optimal” ujar dr. Anissa N Witjaksono, BMedSc(Hons), SpM, dokter spesialis mata di RSUI.
Fakoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak modern yang menjadi pilihan operasi katarak saat ini. Mesin canggih yang menggerakkan jarum yang bergetar sesuai frekuensi ultrasonik akan menghancurkan lensa melalui luka yang sangat kecil.
Hal ini yang menyebabkan teknik ini unggul, karena penyembuhan dan rehabilitasi visual menjadi lebih cepat.
Dinukil dari Docdoc, fakoemulsifikasi adalah operasi katarak yang dilakukan dengan mengambil bagian depan lensa mata tanpa merusak kapsul posterior. Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.
“Waktu perawatan operasi ini termasuk one day care karena dokter tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak ini cepat dan aman, selain itu operasi fakoemulsifikasi memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Teknik operasi ini juga dapat mengatasi penglihatan yang buram akibat cedera atau trauma pada mata," tambah dr. Anissa.
Katarak menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan sekitar 81 persen. Selain itu, katarak juga merupakan khusus gangguan penglihatan paling banyak di Indonesia.
“Katarak itu bisa terjadi karena kekeruhan pada lensa mata, biasanya terjadi pada orang berusia lanjut. Penanganannya adalah dengan mengganti lensa mata dengan lensa intraocular,” ujar dr. Iva Yulia, Sp.M., seorang dokter spesialis mata.
Untuk mencegah terjadinya katarak, usahakan untuk untuk mendeteksinya sedini mungkin. Hal ini karena jika tidak segera dilakukan operasi, kemampuan penglihatan mata akan semakin menurun dan operasi katarak pun akan lebih sulit dilakukan jika katarak yang dialami sudah sangat parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Penurunan fungsi penglihatan akibat katarak dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari penderita, dan tindakan operasi katarak untuk menggantinya dengan lensa buatan sangat efektif untuk mengembalikan penglihatan pasien.
“Operasi fakoemulsifikasi memungkinkan dilakukan pada penderita katarak imatur, dengan luka operasi minimal dan umumnya tanpa jahitan, insersi Intra Ocular Lens (IOL) mengganti fungsi lensa yang sudah mengalami katarak sehingga fungsi pengelihatan menjadi optimal” ujar dr. Anissa N Witjaksono, BMedSc(Hons), SpM, dokter spesialis mata di RSUI.
Fakoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak modern yang menjadi pilihan operasi katarak saat ini. Mesin canggih yang menggerakkan jarum yang bergetar sesuai frekuensi ultrasonik akan menghancurkan lensa melalui luka yang sangat kecil.
Hal ini yang menyebabkan teknik ini unggul, karena penyembuhan dan rehabilitasi visual menjadi lebih cepat.
Dinukil dari Docdoc, fakoemulsifikasi adalah operasi katarak yang dilakukan dengan mengambil bagian depan lensa mata tanpa merusak kapsul posterior. Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.
“Waktu perawatan operasi ini termasuk one day care karena dokter tidak perlu membuat sayatan lebar sehingga operasi katarak ini cepat dan aman, selain itu operasi fakoemulsifikasi memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Teknik operasi ini juga dapat mengatasi penglihatan yang buram akibat cedera atau trauma pada mata," tambah dr. Anissa.
Katarak menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan sekitar 81 persen. Selain itu, katarak juga merupakan khusus gangguan penglihatan paling banyak di Indonesia.
“Katarak itu bisa terjadi karena kekeruhan pada lensa mata, biasanya terjadi pada orang berusia lanjut. Penanganannya adalah dengan mengganti lensa mata dengan lensa intraocular,” ujar dr. Iva Yulia, Sp.M., seorang dokter spesialis mata.
Untuk mencegah terjadinya katarak, usahakan untuk untuk mendeteksinya sedini mungkin. Hal ini karena jika tidak segera dilakukan operasi, kemampuan penglihatan mata akan semakin menurun dan operasi katarak pun akan lebih sulit dilakukan jika katarak yang dialami sudah sangat parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)