FITNESS & HEALTH
Ragam Makanan yang Diam-diam Bisa Memperpendek Umur
A. Firdaus
Sabtu 03 Januari 2026 / 10:12
Jakarta: Memiliki usia panjang dan tetap sehat menjadi impian banyak orang. Beragam cara pun ditempuh, mulai dari rutin berolahraga hingga menjaga pola makan sehari-hari.
Namun, tanpa disadari, sejumlah makanan yang kerap dianggap lezat dan praktis justru berpotensi memperpendek usia harapan hidup, jika dikonsumsi secara berlebihan.
Gaya hidup modern yang serba cepat membuat masyarakat semakin akrab dengan makanan instan, olahan, hingga tinggi gula. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi jenis makanan tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, mulai dari gangguan jantung hingga diabetes, yang berdampak pada kualitas dan panjang usia.
Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Daging merah dan daging olahan sebut saja seperti sosis, ham, bacon, dan salami sering kali menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin makan secara praktis. Tetapi, mengonsumsi rutin daging olahan termasuk dalam kategori makanan ultra-olahan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, hingga kematian dini.
Mengonsumsi daging olahan, selain berdampak pada kesehatan, juga berkontribusi terhadap masalah lingkungan. Industri daging dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Mengurangi asupannya tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan.
Makanan cepat saji identik dengan rasa gurih dan penyajian praktis. Sayangnya, jenis makanan ini umumnya mengandung lemak jenuh, gula, garam, dan kalori dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memicu obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga penyakit jantung.
Data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) yang dirujuk Verywell Health menunjukkan, kebiasaan makan di luar rumah atau restoran berisiko meningkatkan angka kematian akibat berbagai penyebab kesehatan hingga 49 persen. Risiko tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya kasus kanker dan penyakit kardiovaskular.
Penelitian yang dipublikasikan Harvard Health Publishing terhadap lebih dari 500 ribu orang dewasa selama hampir 23 tahun menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah besar meningkatkan risiko kematian hingga 10 persen, terutama akibat penyakit jantung dan diabetes.
Makanan ultra-olahan mencakup minuman manis, daging olahan, sosis, dan hot dog. Studi tersebut membandingkan kelompok yang rutin mengonsumsi makanan ultra-olahan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya, dan hasilnya menunjukkan dampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang.
Asupan gula berlebih juga menjadi faktor yang memperpendek usia harapan hidup. Konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Tak hanya itu, studi UCLA pada 2012 menunjukkan bahwa gula berlebihan dapat memengaruhi kinerja otak dengan menghambat kemampuan insulin dalam membantu sel otak mengolah energi.
Makanan tinggi gula seperti permen, kue, es krim, dan minuman manis sebaiknya dikonsumsi secara terbatas. Mengganti gula tambahan dengan pemanis alami dari buah atau madu bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus memperpanjang usia harapan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun, tanpa disadari, sejumlah makanan yang kerap dianggap lezat dan praktis justru berpotensi memperpendek usia harapan hidup, jika dikonsumsi secara berlebihan.
Gaya hidup modern yang serba cepat membuat masyarakat semakin akrab dengan makanan instan, olahan, hingga tinggi gula. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi jenis makanan tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, mulai dari gangguan jantung hingga diabetes, yang berdampak pada kualitas dan panjang usia.
Baca Juga :
Yuk Simak! 6 Makanan Ini Tinggi akan Kalsium
Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan jangka panjang.
1. Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah dan daging olahan sebut saja seperti sosis, ham, bacon, dan salami sering kali menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin makan secara praktis. Tetapi, mengonsumsi rutin daging olahan termasuk dalam kategori makanan ultra-olahan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, hingga kematian dini.
Mengonsumsi daging olahan, selain berdampak pada kesehatan, juga berkontribusi terhadap masalah lingkungan. Industri daging dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Mengurangi asupannya tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan.
2. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji identik dengan rasa gurih dan penyajian praktis. Sayangnya, jenis makanan ini umumnya mengandung lemak jenuh, gula, garam, dan kalori dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memicu obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga penyakit jantung.
Data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) yang dirujuk Verywell Health menunjukkan, kebiasaan makan di luar rumah atau restoran berisiko meningkatkan angka kematian akibat berbagai penyebab kesehatan hingga 49 persen. Risiko tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya kasus kanker dan penyakit kardiovaskular.
3. Makanan Ultra-Olahan
Penelitian yang dipublikasikan Harvard Health Publishing terhadap lebih dari 500 ribu orang dewasa selama hampir 23 tahun menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah besar meningkatkan risiko kematian hingga 10 persen, terutama akibat penyakit jantung dan diabetes.
Makanan ultra-olahan mencakup minuman manis, daging olahan, sosis, dan hot dog. Studi tersebut membandingkan kelompok yang rutin mengonsumsi makanan ultra-olahan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya, dan hasilnya menunjukkan dampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang.
4. Makanan Tinggi Gula
Asupan gula berlebih juga menjadi faktor yang memperpendek usia harapan hidup. Konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Tak hanya itu, studi UCLA pada 2012 menunjukkan bahwa gula berlebihan dapat memengaruhi kinerja otak dengan menghambat kemampuan insulin dalam membantu sel otak mengolah energi.
Makanan tinggi gula seperti permen, kue, es krim, dan minuman manis sebaiknya dikonsumsi secara terbatas. Mengganti gula tambahan dengan pemanis alami dari buah atau madu bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus memperpanjang usia harapan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)