FITNESS & HEALTH

Tak Mau Berakhir Seperti Kakek di Squid Game? Deteksi Dini Gejala Demensia Ini

Cindy
Jumat 24 September 2021 / 19:46
Jakarta: Demensia merupakan penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi ini memengaruhi fungsi kognitif, emosi, hingga aktivitas sehari-hari, seperti yang dirasakan kakek nomor satu di serial Netflix Squid Game, Oh Il Nam. 

Melansir alodokter.com, jenis demensia yang paling sering terjadi ialah penyakit alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan protein di otak. 

"Sebagian besar terjadi pada usia tua, sekitar 60-80 persen menyebabkan gangguan kognitif antara lain kepikunan, tidak mampu melakukan aktivitas, hubungan sosial memburuk," kata Ketua Studi Neurobehavior PERDOSSI, Astuti, Jumat, 24 September 2021. 

Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak. Perlu dicatat, demensia berbeda dengan pikun. Pikun adalah perubahan kemampuan berpikir dan mengingat seiring pertambahan usia.

Demi menghindari terjadinya demensia, ada baiknya Anda memahami gejala umum dari demensia yang dipaparkan dr. Astuti, antara lain:

1. Gangguan daya ingat

Sering lupa akan kegiatan yang baru saja terjadi, lupa janji, sering menanyakan, atau menceritakan hal yang sama berulang kali. Misalnya, sering lupa tempat memarkirkan kendaraan atau sering lupa menaruh barang. Ini bisa menjadi tanda awal penyakit demensia. 

2. Sulit fokus

Sulit melakukan aktivitas karena menurunnya fokus pada sesuatu yang biasa dikerjakan. Misalnya, Anda lupa melakukan pekerjaan sehari-hari, lupa cara memasak, mengoperasikan telepon atau smartphone. 

Anda juga tidak dapat melakukan perhitungan sederhana, maupun bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.
 

3. Sulit melakukan kegiatan familiar

Seringkali sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda merasa bingung bagaimana cara mengemudi, cara melipat baju, mengangkat jemuran, atau kegiatan familiar lainnya. 

4. Disorientasi

Bingung akan waktu (tanggal atau hari-hari penting). Anda juga merasa bingung di mana saat ini Anda berada dan bagaimana Anda bisa sampai di sana. Anda juga bingung atau tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.

5. Kesulitan memahami visuo spasial

Sulit untuk membaca, mengukur jarak, membedakan warna, menggunakan sendok atau garpu. Kemudian, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin, atau menuangkan air di gelas namun tumpah.

6. Gangguan berkomunikasi

Kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat untuk menjelaskan suatu benda. Seringkali Anda terhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.
 

7. Menaruh barang tidak pada tempatnya

Lupa di mana Anda menaruh barang yang seharusnya berada di tempatnya, bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut. Misalnya, menaruh piring di tempat gelas. 

8. Salah membuat keputusan

Berpakaian tidak sesuai, memakai kaus kaki berbeda-beda antara kiri dan kanan. Tidak dapat merawat diri dengan baik, tidak dapat memahami jumlah uang yang perlu dibayar dalam transaksi.

9. Menarik diri dari pergaulan

Tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobi yang biasa dinikmati. Anda juga merasa tidak terlalu semangat untuk pergi bersosialisasi.

10. Perubahan perilaku dan kepribadian

Terjadi perubahan secara drastis, menjadi lebih bergantung kepada anggota keluarga lainnya, lebih mudah marah daripada biasanya.
(MBM)

MOST SEARCH