FITNESS & HEALTH

Tips Aman Menjalankan Ibadah Puasa bagi Pasien GERD

Raka Lestari
Kamis 07 April 2022 / 11:15
Jakarta: Penyakit mag yang kambuh menjadi salah satu tantangan tersendiri ketika menjalani ibadah puasa. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi mag yang dialami bisa membuat seseorang harus membatalkan ibadah puasanya.

Kendati demikian, dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengingatkan bahwa, ibadah puasa Ramadan tetap dapat dijalani oleh para penderita penyakit asam lambung dengan beberapa catatan.

“Kesimpulannya janganlah takut untuk berpuasa bagi para penderita penyakit GERD atau asam lambung. Kalau merasa lambung tidak nyaman, sehari sebelum puasa dan sebelum sahur bisa minum obat terlebih dahulu,” ujar dr. Ari.

Rasa tidak nyaman itu menurut dr. Ari biasanya hanya terjadi tujuh hingga sepuluh hari di awal puasa. Kemudian, kondisi tubuh akan beradaptasi dan mulai nyaman menjalani puasa tanpa memerlukan bantuan obat.
 

Kurangi makanan asam, pedas, dan berlemak


Agar mag tidak kambuh, dr. Ari juga mengimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang terasa asam, pedas, berlemak tinggi terutama pada saat sahur.

“Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung. Karena lemak tinggi yang terdapat pada makanan bersantan, susu, jeroan, makanan yang digoreng, serta daging, dapat memperberat cara kerja lambung sehingga puasa menjadi tidak nyaman,” kata dr. Ari.
 

Mengonsumsi 'clean food'


Makanan berjenis 'clean food' seperti sayur yang direbus atau protein rendah lemak yang dikukus atau dibakar, serta makanan tanpa rasa pedas dan asam bisa menjadi pilihan sebagai menu sahur. Pasalnya, makanan yang berlemak, pedas serta asam hanya akan memperburuk kondisi lambung.

“Konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur dapat membebani lambung. Nantinya jam 8 pagi perut mulai terasa tidak nyaman, begah istilahnya. Jadi malah mengganggu ibadah puasa,” jelas Ari.

“Kemudian saat berbuka, baru bisa konsumsi makanan berlemak seperti kolak, gulai atau rendang, tapi yang mindful ya, jangan berlebihan. Kalau mau konsumsi susu sebaiknya susu rendah lemak saja supaya aman,” tambah dr. Ari.
 

Kurangi konsumsi daging berlebihan


Selain itu kurangi konsumsi daging berlebihan pada bulan Ramadan. Pasalnya konsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan kadar lemak di lambung, sehingga proses pengosongan lambung menjadi terhambat.

“Inilah yang menyebabkan perut terasa tidak nyaman seperti begah. Intinya, pengendalian diri. Ibadah puasa Ramadan tidak hanya mengajarkan kita untuk lebih rajin beribadah namun juga pengendalian diri. Ini bisa jadi obat mujarab bagi si penderita asam lambung,” Kata dr. Ari.
 

Berbuka dengan makanan ringan


Kemudian dr. Ari menambahkan, makanan ringan atau jenis minuman manis rendah lemak bisa jadi pilihan menu berbuka. Setelah itu setelah sholat maghrib, baru konsumsi makanan berat.

"Tujuannya ini supaya lambung tidak kaget, makan beri makanan secara bertahap tapi tetap tidak berlebihan,” pungkas dr. Ari.
(FIR)

MOST SEARCH