FITNESS & HEALTH
'Tokcer' tapi Bahaya! Kenalan sama Pyrimidenafil yang Baru Ditemuin BPOM
Yatin Suleha
Kamis 24 September 2026 / 18:46
- Pyrimidenafil adalah senyawa kimia sintetis turunan sildenafil—bahan aktif yang biasa ditemukan pada obat disfungsi ereksi pria.
- Zat ini bekerja dengan cara menghambat enzim PDE5 untuk meningkatkan aliran darah.
- Sehingga bisa memberikan efek stamina yang instan.
Jakarta: Pyrimidenafil adalah senyawa kimia sintetis turunan sildenafil—bahan aktif yang biasa ditemukan pada obat disfungsi ereksi pria.
Zat ini bekerja dengan cara menghambat enzim PDE5 untuk meningkatkan aliran darah, sehingga bisa memberikan efek stamina yang instan.
Dalam temuan BPOM, zat ini dipakai sebagai modus baru Bahan Kimia Obat (BKO) ilegal yang disusupkan ke produk jamu herbal.
Produsen nakal sengaja mengotak-atik struktur kimianya biar gak gampang terdeteksi uji lab standar.
Padahal konsumsi pyrimidenafil tanpa dosis dan pengawasan dokter sangat berbahaya karena bisa memicu tekanan darah anjlok hingga gangguan jantung.
Menyembunyikan kandungan BKO dari konsumen itu bahaya banget. Konsumen jadi gak tahu jenis, dosis, efek samping, hingga risiko bahaya kalau BKO tersebut bentrok sama obat lain yang lagi diminum.
Produsen nakal memodifikasi struktur kimia sildenafil menjadi Pyrimidenafil supaya gak gampang terdeteksi saat uji laboratorium standar BPOM.
Karena pyrimidenafil ini termasuk bahan kimia obat (BKO) keras yang disusupkan secara ilegal tanpa dosis terukur dan pengawasan dokter, dampaknya bisa sangat fatal bagi kesehatan.
Efek ini biasanya muncul beberapa saat setelah dikonsumsi:
- Sakit kepala hebat dan pusing: Pembuluh darah mekar secara mendadak, bikin kepala terasa melayang atau berkunang-kunang.
- Tekanan darah anjlok (hipotensi drastis): Aliran darah yang berubah drastis bisa bikin pengguna pingsan hingga hilang kesadaran.
- Priapismus: Ereksi menyakitkan yang berlangsung terlalu lama tanpa henti. Kondisi ini termasuk darurat medis dan harus segera ditangani.
- Gangguan penglihatan: Pandangan mendadak buram atau muncul efek bayangan kebiruan akibat pengaruh pada syaraf mata.
- Jantung berdebar dan flushing: Wajah dan leher terasa panas serta memerah akibat lonjakan aliran darah.
Jika dikonsumsi berulang kali atau dalam jangka panjang, efek kumulatifnya jauh lebih mengerikan:
- Kerusakan organ reproduksi permanen: Priapismus yang tidak segera ditangani bisa merusak jaringan syaraf di area vital secara permanen.
- Serangan jantung dan stroke: Bekerja memaksa sistem pembuluh darah dan jantung, yang berisiko tinggi memicu aritmia (detak jantung tidak teratur), serangan jantung mendadak, hingga stroke.
- Gagal ginjal dan kerusakan hati: Ginjal dan hati harus bekerja ekstra keras untuk menyaring racun dari BKO ilegal ini, yang lambat laun memicu kerusakan organ permanen.
- Kebutaan atau ketulian permanen: Kerusakan aliran darah pada syaraf optik dan organ pendengaran.
- Ketergantungan psikologis: Pengguna bisa kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak mampu berfungsi normal tanpa bantuan obat tersebut.
(TIN)
Zat ini bekerja dengan cara menghambat enzim PDE5 untuk meningkatkan aliran darah, sehingga bisa memberikan efek stamina yang instan.
Dalam temuan BPOM, zat ini dipakai sebagai modus baru Bahan Kimia Obat (BKO) ilegal yang disusupkan ke produk jamu herbal.
Produsen nakal sengaja mengotak-atik struktur kimianya biar gak gampang terdeteksi uji lab standar.
Padahal konsumsi pyrimidenafil tanpa dosis dan pengawasan dokter sangat berbahaya karena bisa memicu tekanan darah anjlok hingga gangguan jantung.
Bahaya Pyrimidenafil dan efek jangka pendek serta panjang
Menyembunyikan kandungan BKO dari konsumen itu bahaya banget. Konsumen jadi gak tahu jenis, dosis, efek samping, hingga risiko bahaya kalau BKO tersebut bentrok sama obat lain yang lagi diminum.
Produsen nakal memodifikasi struktur kimia sildenafil menjadi Pyrimidenafil supaya gak gampang terdeteksi saat uji laboratorium standar BPOM.
Karena pyrimidenafil ini termasuk bahan kimia obat (BKO) keras yang disusupkan secara ilegal tanpa dosis terukur dan pengawasan dokter, dampaknya bisa sangat fatal bagi kesehatan.
Bahaya jangka pendek
(Ginjal dan hati harus bekerja ekstra keras untuk menyaring racun dari BKO ilegal ini, yang lambat laun memicu kerusakan organ permanen. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
- Sakit kepala hebat dan pusing: Pembuluh darah mekar secara mendadak, bikin kepala terasa melayang atau berkunang-kunang.
- Tekanan darah anjlok (hipotensi drastis): Aliran darah yang berubah drastis bisa bikin pengguna pingsan hingga hilang kesadaran.
- Priapismus: Ereksi menyakitkan yang berlangsung terlalu lama tanpa henti. Kondisi ini termasuk darurat medis dan harus segera ditangani.
- Gangguan penglihatan: Pandangan mendadak buram atau muncul efek bayangan kebiruan akibat pengaruh pada syaraf mata.
- Jantung berdebar dan flushing: Wajah dan leher terasa panas serta memerah akibat lonjakan aliran darah.
Bahaya jangka panjang
Jika dikonsumsi berulang kali atau dalam jangka panjang, efek kumulatifnya jauh lebih mengerikan:
- Kerusakan organ reproduksi permanen: Priapismus yang tidak segera ditangani bisa merusak jaringan syaraf di area vital secara permanen.
- Serangan jantung dan stroke: Bekerja memaksa sistem pembuluh darah dan jantung, yang berisiko tinggi memicu aritmia (detak jantung tidak teratur), serangan jantung mendadak, hingga stroke.
- Gagal ginjal dan kerusakan hati: Ginjal dan hati harus bekerja ekstra keras untuk menyaring racun dari BKO ilegal ini, yang lambat laun memicu kerusakan organ permanen.
Baca Juga :
Tren Rebusan Pembalut Diduga Mulai Masuk Jatim
- Kebutaan atau ketulian permanen: Kerusakan aliran darah pada syaraf optik dan organ pendengaran.
- Ketergantungan psikologis: Pengguna bisa kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak mampu berfungsi normal tanpa bantuan obat tersebut.
(TIN)