FITNESS & HEALTH

Cuaca Tak Menentu, Waspada Anak Terkena Super Flu! Ini Gejalanya

Aulia Putriningtias
Kamis 15 Januari 2026 / 21:52
Jakarta: Super flu belakangan ini sedang ramai dibicarakan, bahkan dialami oleh orang-orang. Sebagai orang tua, perlu mengetahui gejala super flu pada anak.

Super flu bukanlah istilah medis resmi. Namun, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi flu dengan tingkat keparahan lebih tinggi dibanding flu musiman.

Pada anak, super flu tidak boleh dianggap sepele. Hal ini dikarenakan dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Kondisi super flu ini umumnya disebabkan oleh:

- Virus influenza tipe tertentu dengan virulensi tinggi
- Infeksi kombinasi antara virus dan bakteri
- Keterlambatan penanganan saat gejala awal muncul
- Penurunan daya tahan tubuh anak

Pada beberapa kasus, super flu dapat berkembang menjadi pneumonia, bronkitis berat, atau memperburuk penyakit kronis yang sudah ada. Jadi, perlu untuk mengetahui gejalanya pada anak.
 

Apa saja gejala dari super flu?


Menurut dr. Anton Dharma Saputra, Sp.A, ada perbedaan antara flu biasa dan super flu. Flu biasa umumnya membaik dalam beberapa hari setelah istirahat dan perawatan sederhana. 

Sementara itu, super flu bisa terjadi seperti tidak membaik setelah 3-5 hari, disertai demam tinggi yang sulit turun, hingga aktivitas anak menurun drastis.

Melihat hal-hal tersebut, ada beberapa gejala spesifik ketika anak mengalami super flu, antara lain:

- Demam tinggi sekitar lebih dari 38°C yang menetap
- Batuk berat atau batuh terus-menerus
- Napas cepat, sesak, atau tarikan dinding dada
- Anak tampak sangat lemas dan rewel
- Nafsu makan dan minum menurun drastis
- Mual, Muntah atau diare
 

Bagaimana penanganan dan pencegahan super flu?


Jika anak mengalami gejala-gejala di atas, perlu segera ditangani. Penanganan super flu pada anak harus disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Penanganan dapat meliputi pemberian obat sesuai indikasi medis, pemantauan kondisi pernapasan, serta memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi anak tercukupi. 

Pada kasus tertentu, anak mungkin memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit untuk observasi dan terapi tambahan.  Jadi, sangat diperlukan untuk berkonsultasi langsung.

Sementara itu, Pencegahan super flu pada anak dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal ini harus diajarkan dan dibiasakan bersama anak dan orang tua.

Orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh dengan asupan nutrisi seimbang dan istirahat cukup. Tak hanya itu, perlu menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Penggunaan masker saat anak mengalami gejala flu dan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi juga berperan penting dalam menurunkan risiko infeksi berat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH