FITNESS & HEALTH

Simak, Ini Ciri Menstruasi Normal

Rendy Renuki H
Selasa 17 Mei 2022 / 19:43
Jakarta: Menstruasi adalah penanda telah berfungsinya sistem reproduksi seorang perempuan. Gejala yang umum timbul adalah perdarahan yang keluar dari rahim akibat luruhnya lapisan dinding rahim yang terjadi secara siklik atau periodik pada siklus yang terdapat ovulasi.

Setiap bulan, di bawah pengaruh hormon-hormon yang diatur oleh otak maka ovarium akan menghasilkan satu buah sel telur yang matang yang nantinya akan pecah. Selama proses  ini akan dihasilkan hormon yang menyebabkan penebalan dinding rahim.

Sehingga bila terjadi pembuahan oleh sperma, maka rahim akan siap menerima hasil konsepsi. Namun bila tidak dibuahi maka dinding rahim akan luruh dan terjadilah menstruasi.

"Jika ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi, lapisan dinding rahim kemudian akan luruh dan dikeluarkan melalui vagina dan proses inilah yang disebut sebagai menstruasi," tutur dr Joan Meutia Sari Sp.OG, Siloam Hospital Mampang saat Live Instagram, Selasa 17 Mei 2022.

Keluarnya darah menstruasi pertama kali pada seorang perempuan terjadi rata-rata di usia 9-12 tahun. Namun hal ini dipengaruhi juga oleh faktor genetik dan faktor lingkungan seperti status gizi dan asupan makanan.

Bila haid tidak datang pada usia 14 tahun dan tidak ada tanda seks sekunder (payudara atau bulu tidak tumbuh) maka disarankan untuk diperiksakan ke dokter. Namun bila terdapat tanda seks sekunder maka dapat ditunggu hingga 16 tahun.

Pada umumnya, pada saat seorang perempuan mulai menstruasi, siklus haid masih dapat tidak teratur dan menjadi panjang, hal ini masih normal dan semakin lama akan menjadi teratur seiring bertambahnya usia, sehingga masih dapat dinilai dalam dua tahun.

Sedangkan pada masa menjelang menopause maka siklus akan semakin memanjang, dan pada akhirnya akan berhenti disebabkan oleh jumlah cadangan sel telur pada ovarium yang semakin menurun.

Update terkini siklus menstruasi normal adalah 24-38 hari dengan rentang variasi maju atau mundurnya periode sekitar tujuh hari. Lama menstruasi berkisar 2-7 hari dan tidak lebih dari delapan hari.

Jumlah darah sekitar 80cc, tidak ada gumpalan darah yang besar, tidak ada perdarahan di luar siklus haid dan tidak ada PMS atau nyeri yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas.

"Siklus menstruasi yang baik dan teratur dapat menggambarkan fungsi reproduksi yang baik pula," lanjut dokter Joan.

Hal yang dapat dapat memicu kelainan atau gangguan siklus haid yang baik yakni obesitas., karena dapat mengganggu proses perkembangan sel telur. Selain itu, ketidakseimbangan hormonal dan beberapa kelainan atau penyakit pada rahim seperti mioma (tumor jinak rahim), polip, keganasan rahim serta konsumsi obat pengencer darah juga dapat mengganggu menstruasi yang normal.

PMS (Premenstrual syndrome) 

Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa bulanan (menstruasi). Gejala tersebut berupa perubahan fisik, perubahan perilaku, termasuk perubahan emosi. Secara umum gejala PMS muncul 1–2 minggu sebelum hari pertama menstruasi setiap bulannya.

"Gejala ini yang sering muncul seminggu sebelum terjadinya menstruasi, mungkin berbeda beda yang dirasakan. Antara lain mudah letih, nyeri pada payudara, perubahan mood, jerawat dan lainnya", kata dokter Joan.

Sementara itu, gangguan haid yang kerap dikeluhkan oleh pasien menurutnya ada dua, yakni Amenore dan Dismenore.

Amenore merupakan kondisi dimana seorang perempuan tidak mengalami menstruasi pada masa seharusnya menstruasi, dan dismenore merupakan kram atau nyeri yang dirasa kan sebelum atau selama haid berlangsung.

Hal ini dapat disebabkan oleh adanya zat kimia prostaglandin yang dihasilkan oleh tubuh selama menstruasi. Apabila anda merasakan nyeri haid yang sangat hebat disarankan untuk melakukan  konsultasi pada ginekolog anda untuk melihat adanya faktor lain yang menyebabkan hal tersebut. 

Agar lebih nyaman dalam menjalani masa menstruasi diantaranya adalah cukup istirahat dan tidur selama 7-8 jam. Pastikan tubuh cukup cairan dengan minum air putih, mandi air hangat atau kompres perut dengan air hangat dapat memberikan rasa rileks dan mengurangi rasa kram dan nyeri.

Selain itu, kurangi konsumsi garam karena tubuh cenderung menahan air pada saat haid, sehingga payudara akan terasa kencang dan nyeri, serta mengurangi rasa begah atau bloating.

Disarankan juga untuk banyak konsumsi makanan bergizi, terutama makanan yang mengandung zat besi dan olahraga untuk menjaga berat badan ideal dan mengalihkan pikiran dari rasa tidak nyaman pada saat menstruasi.
(REN)

MOST SEARCH