FITNESS & HEALTH

Gejala Hepatitis pada Anak? Jangan Panik dan Lakukan Ini

Sri Yanti Nainggolan
Kamis 12 Mei 2022 / 21:02
Jakarta: Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), MKed(Ped) mengingatkan para orang tua tak panik bila menemukan gejala awal hepatitis pada anak. Segera bawa anak ke fasilitas kesheatan. 

"Kalau ada gejala, jangan panik. Segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan," ujar Ade, dilansir dari Antara, Kamis, 12 Mei 2022. 

Gejala awal hepatitis yakni diare, mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan. Bila gejala ini muncul, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan

Kemudian, orang tua juga perlu memastikan anak beristirahat total dan menjaga asupan cairan anak dan ion tubuh cukup agar tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan yang pada jangka panjang bisa membahayakan kesehatan. 

Sementara untuk makanan, tidak ada pembatasan khusus (berpedoman pada prinsip gizi seimbang). "Istirahat total. Semua aktivitas dilakukan di tempat tidur," kata Ade.

Baca: IDAI: Waspadai Penyakit Saluran Cerna pada Anak Pascalebaran
 

Segera bawa ke rumah sakit jika anak bergejala hepatitis akut 

Menurut Ade, orang tua sebaiknya tak menunggu gejala lanjutan muncul seperti kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran yang dapat pada akhirnya mengharuskan pasien dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) dan bahkan dilakukan cangkok hati.

Ade menyebutkan belum satu pun ada data akurat yang bisa menyatakan jelas penyebab hepatitis akut. Para dokter pun belum berani ini terkait dengan SARS-CoV-2.

Hepatitis akut beberapa waktu terakhir menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kemudian menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kementerian Kesehatan pun telah meningkatkan kewaspadaan pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022. 

Di Indonesia, pada 9 Mei lalu, tercatat 15 kasus yang masih diduga hepatitis dan masih dalam proses investigasi.

"Di Indonesia, secara kasusnya memang ada yang dilaporkan. Tetapi apakah termasuk bagian kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, masih diselidiki. Jangan melihat kasus di Indonesia sebagai kasus yang mengerikan tapi kasus yang diwaspadai," kata Ade.
(SYN)

MOST SEARCH