Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

IDAI: Waspadai Penyakit Saluran Cerna pada Anak Pascalebaran

Nasional penyakit menular kesehatan anak diare IDAI Lebaran 2022 Hepatitis Akut
Antara • 10 Mei 2022 19:23
Jakarta: Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim mengimbau orang tua mewaspadai sejumlah penyakit saluran cerna pada anak usai perayaan Lebaran 2022. Penyakit saluran cerna umumnya diakibatkan perubahan pola kehidupan sehari-hari.
 
"Kemudian, kelelahan, stres, penurunan imunitas, makan tidak teratur, kurang tidur hingga berkumpul dengan banyak orang," kata Muzal dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Muzal mengatakan penyakit yang umum timbul pada permasalahan saluran cerna adalah diare. Aktivitas buang air besar lebih sering dengan feses yang lebih lembek dari biasanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, diare bisa disebabkan sejumlah bakteri. Di antaranya vibrio, E coli, shigalla, salmonella, rotavirus, giardia, entamoeba, dan candida.
 
Pada situasi yang berat, kata dia, gangguan saluran cerna kerap ditandai dengan sakit perut selama lebih dari dua hari, perdarahan, muntah hebat atau muntah berwarna hijau. Selanjutnya, demam tinggi, teraba tumor, bercak di kulit, perut tegang hingga kembung.
 
"Saat lebaran banyak kambuh sembelit. Paling banyak penyebab karena laktosa, lemak, santan, protein susu, sea food, kacang, makanan pedas, dan manis berlebihan. Itu bisa picu diare," katanya.
 
Baca: Legislator DKI Berencana Panggil Dinkes Minta Penjelasan Soal Hepatitis Akut
 
Muzal mengatakan gejala muntah hijau dikarenakan adanya sumbatan atau gangguan tertentu seperti rotavirus. Biasanya butuh tindakan bedah.
 
"Muntah biasa juga perlu diwaspadai dan kalau di awal sudah muntah hijau itu bahaya karena situasinya lebih serius," katanya.
 
Muzal mengatakan diare diiringi dengan perubahan warna kulit yang cenderung menguning juga bisa dikategorikan sebagai gejala hepatitis akut.
 
"WHO melaporkan ada 70-an kasus adenovirus walau belum dipastikan sebagai hepatitis akut. Yang diduga adenovirus bisa menular lewat droplet," katanya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif