FITNESS & HEALTH
Spill 5 Gejala Kolesterol Tinggi yang Sering Dikira Pegal Biasa
Mia Vale
Minggu 07 Juni 2026 / 09:05
- Kolesterol tinggi itu sering banget dijuluki silent killer karena di awal-awal gejalanya hampir gak kelihatan.
- Ngerinya lagi, data Kemenkes RI menunjukkan kalau penderita kolesterol di Indonesia itu tinggi banget.
- Simak apa saja bahaya kolesterol tinggi.
Jakarta: Kolesterol tinggi itu sering banget dijuluki silent killer karena di awal-awal gejalanya hampir gak kelihatan. Ngerinya lagi, data Kemenkes RI menunjukkan kalau penderita kolesterol di Indonesia itu tinggi banget, mencapai 28% dari total populasi.
Artinya, sekitar 7 dari 10 orang dewasa kena kolesterol tinggi! Plot twist-nya, kondisi ini sekarang malah didominasi sama anak muda usia 15–24 tahun dan usia paruh baya. Makanya, jangan tunggu tua buat mulai waspada dan jaga pola makan!
Kolesterol sendiri sebenarnya adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, vitamin D dan hormon tertentu. Namun, bila kadar zat tersebut tidak terkendali atau meningkat hingga melebihi batas normal, hal itu bisa berbahaya untuk kesehatan.
Pasalnya, kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Dan sayangnya, ciri-ciri kolesterol tinggi kerap diabaikan, hanya dianggap gejala kesehatan biasa. Apa saja sih, tanda-tanda yang sering diabaikan itu?
.jpg)
(Keluhan "kolesterol di leher" biasanya merujuk pada dua kondisi leher yang terasa kaku atau pegal akibat kolesterol tinggi, atau benjolan lemak (lipoma/xanthoma) di area leher. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Rasa ini mungkin sering diabaikan karena dianggap rasa pegal biasa akibat banyaknya aktivitas, seperti melihat layar komputer terlalu lama.
Padahal, saat kadar kolesterol meningkat, beberapa pembuluh darah di dalam tubuh bisa tersumbat yang memengaruhi sirkulasi darah di kepala. Akibatnya, bisa menimbulkan keluhan rasa pegal atau nyeri di leher dan punggung.
Rasa nyeri di kaki mungkin bisa dikarenakan kamu terlalu lama berjalan. Tentunya kondisi ini bisa membuatmu kesulitan berjalan dan beraktivitas. Nah, menurut Halodoc, bila gejala tersebut berlangsung konstan, tidak ada salahnya untuk mencoba mengukur kadar kolesterolmu.
Pasalnya, kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan penumpukan plak di arteri kaki, sehingga menimbulkan gejala berupa nyeri kaki.
Tidak hanya itu, mati rasa di kaki juga bisa menjadi ciri-ciri kolesterol tinggi akibat perkembangan plak di arteri, lho. Hal ini karena penumpukan plak dalam aliran darah bisa mencegah darah yang kaya akan oksigen mengalir ke lengan dan kaki.
Akibatnya, timbul sensasi kesemutan atau mati rasa yang tidak nyaman. Selain itu, kaki dingin, luka yang tidak kunjung sembuh dan kram, juga bisa menjadi tanda di kaki karena kolesterol tinggi.
Sebaiknya, tanda ini jangan diabaikan! Kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah jantung. Bila sampai terjadi, pengidapnya bisa mengalami gejala nyeri dada. Kondisi tersebut bisa menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi kolesterol tinggi.
Memang, sesak napas bisa disebabkan karena berbagai hal, salah satunya kolesterol tinggi. Hal itu bisa terjadi bila kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) menumpuk sebagai plak di arteri kecil jantung, dan menyebabkannya menyempit dan kaku.
Akibatnya, aliran darah akan berkurang dan menyebabkan orang yang mengalaminya mudah merasa lelah dan sesak napas.
Bintik-bintik ini muncul sebagai akibat dari penumpukan lemak di bawah kulit, terutama pada kasus lanjut atau herediter. Bintik-bintik ini muncul dalam bentuk benjolan atau bintik-bintik kuning pada kulit dengan tekstur lunak atau kenyal, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
Bintik-bintik ini biasanya muncul di sekitar mata, di atas tendon Achilles atau tendon lainnya, di siku dan lutut, atau di telapak tangan atau kaki.
Ingat, gejala-gejala ini tidak hanya terjadi pada kolesterol tinggi. Bahkan, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sampai hal itu menyebabkan kondisi medis darurat, seperti serangan jantung atau stroke.
Jika kamu menyadari salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Artinya, sekitar 7 dari 10 orang dewasa kena kolesterol tinggi! Plot twist-nya, kondisi ini sekarang malah didominasi sama anak muda usia 15–24 tahun dan usia paruh baya. Makanya, jangan tunggu tua buat mulai waspada dan jaga pola makan!
Kolesterol sendiri sebenarnya adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, vitamin D dan hormon tertentu. Namun, bila kadar zat tersebut tidak terkendali atau meningkat hingga melebihi batas normal, hal itu bisa berbahaya untuk kesehatan.
Pasalnya, kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Dan sayangnya, ciri-ciri kolesterol tinggi kerap diabaikan, hanya dianggap gejala kesehatan biasa. Apa saja sih, tanda-tanda yang sering diabaikan itu?
1. Rasa pegal di leher
.jpg)
(Keluhan "kolesterol di leher" biasanya merujuk pada dua kondisi leher yang terasa kaku atau pegal akibat kolesterol tinggi, atau benjolan lemak (lipoma/xanthoma) di area leher. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Rasa ini mungkin sering diabaikan karena dianggap rasa pegal biasa akibat banyaknya aktivitas, seperti melihat layar komputer terlalu lama.
Padahal, saat kadar kolesterol meningkat, beberapa pembuluh darah di dalam tubuh bisa tersumbat yang memengaruhi sirkulasi darah di kepala. Akibatnya, bisa menimbulkan keluhan rasa pegal atau nyeri di leher dan punggung.
2. Nyeri dan mati rasa di kaki
Rasa nyeri di kaki mungkin bisa dikarenakan kamu terlalu lama berjalan. Tentunya kondisi ini bisa membuatmu kesulitan berjalan dan beraktivitas. Nah, menurut Halodoc, bila gejala tersebut berlangsung konstan, tidak ada salahnya untuk mencoba mengukur kadar kolesterolmu.
Pasalnya, kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan penumpukan plak di arteri kaki, sehingga menimbulkan gejala berupa nyeri kaki.
Tidak hanya itu, mati rasa di kaki juga bisa menjadi ciri-ciri kolesterol tinggi akibat perkembangan plak di arteri, lho. Hal ini karena penumpukan plak dalam aliran darah bisa mencegah darah yang kaya akan oksigen mengalir ke lengan dan kaki.
Akibatnya, timbul sensasi kesemutan atau mati rasa yang tidak nyaman. Selain itu, kaki dingin, luka yang tidak kunjung sembuh dan kram, juga bisa menjadi tanda di kaki karena kolesterol tinggi.
3. Nyeri dada
Sebaiknya, tanda ini jangan diabaikan! Kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah jantung. Bila sampai terjadi, pengidapnya bisa mengalami gejala nyeri dada. Kondisi tersebut bisa menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi kolesterol tinggi.
4. Sesak napas
Memang, sesak napas bisa disebabkan karena berbagai hal, salah satunya kolesterol tinggi. Hal itu bisa terjadi bila kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) menumpuk sebagai plak di arteri kecil jantung, dan menyebabkannya menyempit dan kaku.
Akibatnya, aliran darah akan berkurang dan menyebabkan orang yang mengalaminya mudah merasa lelah dan sesak napas.
5. Bintik-bintik kuning pada kulit (Xanthoma)
Bintik-bintik ini muncul sebagai akibat dari penumpukan lemak di bawah kulit, terutama pada kasus lanjut atau herediter. Bintik-bintik ini muncul dalam bentuk benjolan atau bintik-bintik kuning pada kulit dengan tekstur lunak atau kenyal, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
Bintik-bintik ini biasanya muncul di sekitar mata, di atas tendon Achilles atau tendon lainnya, di siku dan lutut, atau di telapak tangan atau kaki.
Ingat, gejala-gejala ini tidak hanya terjadi pada kolesterol tinggi. Bahkan, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sampai hal itu menyebabkan kondisi medis darurat, seperti serangan jantung atau stroke.
Jika kamu menyadari salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)