FITNESS & HEALTH

Ketahui Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak dan Cara Mencegahnya

Raka Lestari
Kamis 02 Desember 2021 / 12:15
Jakarta: Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Dan salah satu penularan HIV/AIDS bisa terjadi dari ibu kepada anaknya.

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, sebab HIV atau Human Immunodeficiency Virus bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga tubuh bisa terkena berbagai penyakit.

“Dan dari ibu ke bayi, penting sekali untuk ibu mendeteksi sebelum kehamilannya. Apakah dia menderita HIV atau tidak,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dalam acara Media Briefing Kemenkes.

Menurut dr. Nadia, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah memiliki program yang bernama Triple Eliminasi. Yaitu penawaran tes pada ibu hamil untuk kondisi-kondisi atau mencegah penyakit HIV, Sifilis, dan Hepatitis. Ketiga penyakit tersebut adalah penyakit yang ditularkan ibu ke bayinya semasa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

“Jadi kalau ibu yang HIV positif, Sifilis positif, ataupun Hepatitis positif kalau diketahui dari awal bisa kita lakukan pengobatan. Sehingga mencegah anaknya tertular dari ibunya tadi. Ingat virus HIV itu hanya ada pada darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI),” kata dr. Nadia.

Penularan HIV sendiri bisa melalui:

- Hubungan seks yang berisiko, baik pada hubungan heteroseksual maupun homoseksual.

- Melalui darah, yaitu pada alat suntik yang tercemat atau melalui transufsi darah yang mengandung virus HIV.

- Dari ibu ke bayi pada saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

“Kalau kita makan bersama, menggunakan alat makan bersama, ataupun penggunaan kamar mandi bersama, itu tidak akan menularkan HIV. Untuk itu, menjaga perilaku-perilaku yang bisa mengurangi risiko terpapar virus HIV sangat penting dilakukan,” tambah dr. Nadia.

Salah satunya adalah dengan menghindari perilaku seks yang berisiko. Setia pada satu pasangan, menggunakan alat pelindung seperti misalnya kondom. Kalau alat suntik, tentunya alat suntik yang sekali pakai dan tidak boleh bergantian.

"Transfusi darah, kita melakukan pemeriksaan lab untuk menyaring darah supaya bebas dari penyakit HIV dan penyakit infeksi menular,” tutup dr. Nadia.
(FIR)

MOST SEARCH