FITNESS & HEALTH

Manajemen Hipertensi bagi Pasien Penyakit Jantung pada Masa Pandemi

Raka Lestari
Jumat 13 November 2020 / 06:05
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, penting sekali untuk memahami manajemen hipertensi bagi pasien penyakit jantung. Jika hipertensi tidak diatasi, hal tersebut bisa membahayakan pasien penyakit jantung. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

Menurut dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), spesialis jantung pembuluh darah RS Jantung Harapan Kita, ada dua hal yang perlu diperhatikan mengenai manajemen hipertensi bagi pasien penyakit jantung di masa pandemi covid-19.

"Pertama, bagi pasien hipertensi isolasi mandiri, obat hipertensi harus tetap diminum (tidak boleh dihentikan), melakukan monitoring tekanan darah sendiri di rumah dengan Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) atau home blood pressure monitoring (HBPM)," ujar dr. Ario, dalam acara Virtual Media Briefing: Kelola Hipertensi, Cegah Gagal Jantung dan Kematian.

"Tidak diperlukan evaluasi klinik rutin, konsultasi dengan Dokter dapat dilakukan via telepon  atau melalui video bila diperlukan," tambah dr. Ario.

"Kemudian yang kedua, menurut dr. Ario bagi pasien hipertensi dengan covid-19 positif rawat inap, pasien harus tetap mengonsumsi obat anti-hipertensi (tidak boleh dihentikan), tidak perlu mengganti jenis obat anti hipertensi, monitoring aritmia yang sering terjadi pada pasien hipertensi dengan penyakit jantung, cek kadar kalium karena rendahnya kadar kalium dalam darah (hypokalemia) sering terjadi pada pasien covid-19 yang dirawat,” tambahnya.

Selain itu, menurut dr. Ario hipertensi dapat dikelola dengan baik agar mencapai tekanan darah  yang sesuai target yaitu dengan mengatur pola hidup dengan membatasi konsumsi garam, perubahan pola makan, penurunan berat badan dan menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, berhenti merokok, kepatuhan dalam menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala.

"Pasien jantung harus mengelola hipertensinya dengan baik agar tidak terjadi gagal jantung dan kematian. Sesuai dengan konsensus penatalaksanaan hipertensi, dokter akan  merekomendasikan pemakaian obat pengendali darah tinggi secara kombinasi sejak awal pengobatan untuk mencapai tekanan darah sesuai target," tutup dr. Ario.
(FIR)

MOST SEARCH