FITNESS & HEALTH

Makan Ikan yang Masih Mentah, Apakah Berbahaya?

Raka Lestari
Minggu 18 April 2021 / 07:00
Jakarta: Ikan mentah biasanya identik dengan masakan khas Jepang, seperti sushi dan sashimi. Pada dasarnya, mengonsumsi ikan mentah yang dihidangkan dengan baik memang tidak bermasalah, tetapi ada beberapa efek yang mungkin terjadi jika mengonsumsi makanan mentah seperti ikan.

Salah satu risiko terbesar yang terkait dengan makan ikan mentah adalah tertular penyakit bawaan makanan, yang dapat menyebabkan muntah parah, diare, sakit perut, dan gejala lainnya. Jenis utama keracunan makanan yang disebabkan oleh makan ikan dan kerang mentah atau kurang matang adalah Salmonella dan Vibrio vulnificus.

"Mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko infeksi parasit dan bakteri," kata Tina Marinaccio MS, RD, CPT, yang mengajar keamanan pangan di Montclair State University. 

“Ini juga harus dihindari, terutama jika kamu mengalami immunocompromised, atau memiliki kondisi usus yang diketahui, seperti penyakit radang usus.”

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika kamu mengalami immunocompromised atau gangguan kekebalan dan tertular Salmonella atau Vibrio vulnificus setelah makan ikan mentah, kamu lebih mungkin mengembangkan infeksi yang parah.

Selain itu, CDC mencatat bahwa jika kamu mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti yang dirancang untuk mengurangi asam lambung), maka berisiko tinggi tertular infeksi Salmonella. 

Selain itu, infeksi parasit juga menjadi perhatian utama. Dan ini bisa terjadi setelah makan ikan mentah karena parasit secara alami terjadi pada ikan.

“Menurut CDC, anisakiasis (penyakit cacing herring) adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing yang menempel di dinding esofagus, lambung, atau usus kecil," kata Mary Wirtz, MS, RDN, CSSD, dan konsultan nutrisi di Mom Loves Best. 

"Cara terbaik untuk mencegah penyakit parasit ini adalah dengan menghindari konsumsi ikan mentah atau setengah matang."

Per Wirtz, dari Food and Drug Administration Amerika Serikat merekomendasikan memasak makanan laut secara memadai hingga suhu memasak internal setidaknya 62,7 derajat Celsius. 

"Memilih ikan yang tepat juga penting untuk mengurangi risiko penyakit bawaan makanan," jelasnya.

“Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih ikan antara lain, bau ikan (tidak berbau seperti amonia atau memiliki bau amis yang menyengat), mata ikan harus bening dan berkilau, pilih kerang yang masih hidup, kepiting dan lobster hidup harus memiliki kaki yang utuh,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

RELATED ARTICLE

MOST SEARCH