Ngiler Saat Tidur? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jakarta: Pernahkah kamu terbangun dan melihat bantal basah dan sehingga menimbulkan bekas seperti bentuk pulau? Setelah dilihat, ternyata basah itu muncul dari mulut. Ternyata kamu semalaman ngiler saat tidur. Duh!
Dilansir dari Very Well Health, tubuh biasanya menghasilkan lebih dari 1 liter air liur per hari. Ini diproduksi oleh kelenjar ludah dan biasanya ditelan lalu diedarkan kembali melalui aliran darah.
Ketika kamu ngiler, air liur pada waktu itu mengumpul di dalam mulut dan bukannya ditelan. Kemudian, air liur tersebut menetes atau mengalir melewati bibir.
Perlu kamu ketahui, ngiler biasanya lebih banyak terjadi di malam hari karena beberapa alasan, diantaranya:
Buka mulut
Otot-otot tubuh rileks saat tidur, terutama saat tidur REM. Beberapa orang berpendapat bahwa posisi tidur menghadap kesamping sangat memungkinkan seseorang untuk ngiler.
Jawaban paling sederhana adalah bahwa ngiler saat tidur karena mulut yang terbuka.
Hidung tersumbat
Salah satu alasan terbesar mulut bisa terbuka di malam hari adalah karena kamu tidak bisa bernapas dengan baik melalui hidung. Kita seharusnya bernapas melalui hidung, tetapi jika tersumbat, pilihan standar kita adalah bernapas melalui mulut. Jika ini terjadi saat tidur, tentunya air liur bisa menetes ke bantal.

(Beberapa orang berpendapat bahwa posisi tidur menghadap kesamping sangat memungkinkan seseorang untuk ngiler. Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)
Hidung tersumbat dapat terjadi dengan pilek atau alergi. Selain itu, septum hidung yang menyimpang dapat menyumbat hidung dan berkontribusi pada pernapasan mulut. Sebagai hasil dari obstruksi ini, baik mendengkur dan apnea tidur dapat dikaitkan dengan air liur.
Air liur berlebihan
Selain itu, air liur yang berlebihan (sialorrhea) dapat terjadi karena penggunaan obat-obatan atau kondisi medis lainnya. Ini mungkin terkait dengan kesulitan menelan akibat cedera otak, stroke, atau bahkan penyakit Parkinson.
Ngiler sering terjadi pada siang hari juga. Ini juga dapat dikaitkan dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau mulas pada malam hari.
Cara Mengatasi Ngiler Saat Tidur
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ngiler, seperti:
1. Ganti posisi tidur
Mengutip dari Healthline, hal pertama yang harus dicoba adalah mengubah posisi tidur. Dengan tidur telentang, kamu akan dapat mengontrol aliran air liur dengan lebih baik sehingga tidak berakhir di wajah atau di bantal.
Jika kamu kesulitan tidur terlentang, ini mungkin terjadi karena jadi lebih sulit bernapas dengan posisi baru. Perhatikan apakah kamu merasa "pengap" atau jika mengalami refluks asam saat kamu mencoba untuk tidur terlentang.
2. Gunakan pengobatan rumahan
Penting untuk menjaga keseimbangan air liur yang sehat di mulut. Air liur memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari infeksi, menurut American Dental Association.
Jika kamu mencoba mengurangi air liur, mungkin bisa mencoba menggigit irisan lemon. Beberapa orang percaya bahwa jeruk dapat mengencerkan air liur sehingga hal ini akan mengurangi kebiasaan ngiler saat tidur. Atau bisa juga dengan minum lebih banyak air karena dengan cara ini air liur bisa jadi encer.
3. Gunakan perangkat mandibula
Perangkat mandibula adalah sebuat alat yang bisa kamu masukkan ke dalam mulut. Ini seperti penjaga mulut untuk membuat kamu tidur lebih nyaman dan mengurangi air liur serta mendengkur.

(Jeruk dipercaya dapat mengencerkan air liur sehingga hal ini akan mengurangi kebiasaan ngiler saat tidur. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
4. Mesin CPAP
Jika ngiler adalah indikasi dari sleep apnea, kamu harus mencari perawatan. Perawatan yang paling direkomendasikan untuk sleep apnea adalah sesuatu yang disebut mesin continuous positive airway pressure (CPAP). Mesin CPAP tidak hanya akan membantu kamu mendapatkan tidur lebih nyenyak, tapi juga memastikan bahwa kamu diposisikan dengan aman dan bernapas dengan benar di malam hari.
5. Suntik botox
Beberapa orang memilih untuk mengambil pendekatan agresif terhadap hipersalivasi. Salah satu perawatan adalah menyuntikkan Botox ke kelenjar air liur yang mengelilingi mulut. Ini dilakukan untuk menjaga kelenjar dari air liur yang berlebihan. Perawatan ini pun tidak permanen, karena pada akhirnya Botox akan hilang dan kelenjar akan berfungsi kembali.
6. Operasi
Ada beberapa kasus di mana dokter menyarankan untuk mengangkat kelenjar air liur. Orang-orang yang membutuhkan kelenjar air liur mereka untuk dioperasi biasanya memiliki masalah neurologis yang jauh lebih serius daripada hanya sekadar karena ngiler semata. Operasi-operasi ini umumnya berhasil mengendalikan hipersalivasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)