Jakarta: Tidur dengan suhu yang pas bisa membuatmu lebih nyenyak. Namun entah mengapa, pada malam tertentu kamu bisa merasa panas walaupun suhu kamarmu sudah pas.
Ada berbagai faktor yang menyebabkan kamu merasa kepanasan saat tidur antara lain:
Jika kamu merasa kepanasan di malam hari, mungkin karena suhu ruangan yang memang terlalu hangat. Sebuah tinjauan penelitian 2012 menemukan bahwa, paparan panas pada malam hari meningkatkan terjaga dan mengurangi tidur gelombang lambat serta tidur gerakan mata yang cepat. Kelembapan juga dapat memperbesar efek panas dengan mengurangi kemampuan keringat kamu menguap.
Tempat tidur yang lebih tebal cenderung menahan lebih banyak panas daripada tempat tidur yang lebih tipis. Selain itu mengenakan pakaian tidur yang tebal juga dapat menyebabkanmu merasa lebih panas. Tak hanya itu, kain yang berbeda memiliki sifat penahan panas yang berbeda dan dapat memengaruhi kualitas tidurmu.
Aktivitas yang kamu lakukan sebelum tidur berpotensi meningkatkan suhu tubuh dan membuat kamu lebih sulit tidur. Beberapa aktivitas yang perlu kamu ketahui antara lain:
- Olahraga
Sebuah tinjauan penelitian kecil pada 2018 menemukan bahwa olahraga malam tidak berdampak negatif pada tidur dan justru memiliki efek sebaliknya. Tapi awal tidur mungkin terganggu jika olahraga berat selesai dalam waktu 1 jam sebelum tidur.
- Kafein
Telah didokumentasikan dengan baik bahwa mengonsumsi kafein menjelang waktu tidur dapat membuatmu sulit tidur. Seiring dengan peningkatan kewaspadaan mental, kafein dikaitkan dengan suhu inti tubuh yang lebih tinggi, menurut sebuah penelitian kecil pada 2014.
Saat kamu merasa stres, pembuluh darah menyempit. Menurut sebuah studi pada 2015 tindakan ini menurunkan suhu kulit dan meningkatkan suhu inti tubuhmu
- Seks
Seks dapat meningkatkan kualitas tidur dengan melepaskan hormon yang mendorong relaksasi. Namun, seks yang kuat yang meningkatkan detak jantungmu sehingga mungkin memiliki efek yang sama dengan olahraga.
Jika kamu tidur dengan orang lain atau hewan peliharaan, kombinasi suhu tubuhmu dapat meningkatkan suhu di bawah tempat tidur dan di kamarmu. Suhu rata-rata tubuh manusia kira-kira 37 ° C. Jika suhu ruangan lebih hangat dari suhu tersebut, tubuhmu akan menyerap panas dan justru memberikan efek pendinginan pada ruangan tersebut.
Beberapa obat-obatan berpotensi meningkatkan suhu tubuh atau mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur suhunya. Beberapa obat yang biasa digunakan yang memengaruhi termoregulasi meliputi antikolinergik antibiotik beta-laktam termasuk penisilin dan sefalosporin, karbamazepin, obat diabetes, antidepresan SSRI atau trisiklik dan masih banyak lagi.
Ketidakseimbangan kadar hormon dapat menyebabkan keringat malam atau hot flashes. Banyak perempuan mengalami keringat malam sebagai bagian dari sindrom pramenstruasi karena fluktuasi kadar estrogen dan progesteron. Kehamilan juga menyebabkan perubahan hormonal yang meningkatkan aliran darah dan meningkatkan suhu inti tubuh kamu.
Banyak penyakit potensial yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh atau menyebabkan keringat malam. Penyakit infeksi yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh antara lain flu, radang tenggorokan, radang paru-paru, tuberkulosis, dan infeksi bakteri lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Ada berbagai faktor yang menyebabkan kamu merasa kepanasan saat tidur antara lain:
1. Suhu dan kelembapan ruangan
Jika kamu merasa kepanasan di malam hari, mungkin karena suhu ruangan yang memang terlalu hangat. Sebuah tinjauan penelitian 2012 menemukan bahwa, paparan panas pada malam hari meningkatkan terjaga dan mengurangi tidur gelombang lambat serta tidur gerakan mata yang cepat. Kelembapan juga dapat memperbesar efek panas dengan mengurangi kemampuan keringat kamu menguap.
2. Tempat tidur dan pakaian tidur
Tempat tidur yang lebih tebal cenderung menahan lebih banyak panas daripada tempat tidur yang lebih tipis. Selain itu mengenakan pakaian tidur yang tebal juga dapat menyebabkanmu merasa lebih panas. Tak hanya itu, kain yang berbeda memiliki sifat penahan panas yang berbeda dan dapat memengaruhi kualitas tidurmu.
3. Aktivitas sebelum tidur
Aktivitas yang kamu lakukan sebelum tidur berpotensi meningkatkan suhu tubuh dan membuat kamu lebih sulit tidur. Beberapa aktivitas yang perlu kamu ketahui antara lain:
- Olahraga
Sebuah tinjauan penelitian kecil pada 2018 menemukan bahwa olahraga malam tidak berdampak negatif pada tidur dan justru memiliki efek sebaliknya. Tapi awal tidur mungkin terganggu jika olahraga berat selesai dalam waktu 1 jam sebelum tidur.
- Kafein
Telah didokumentasikan dengan baik bahwa mengonsumsi kafein menjelang waktu tidur dapat membuatmu sulit tidur. Seiring dengan peningkatan kewaspadaan mental, kafein dikaitkan dengan suhu inti tubuh yang lebih tinggi, menurut sebuah penelitian kecil pada 2014.
- Aktivitas yang membuat stres
Saat kamu merasa stres, pembuluh darah menyempit. Menurut sebuah studi pada 2015 tindakan ini menurunkan suhu kulit dan meningkatkan suhu inti tubuhmu
- Seks
Seks dapat meningkatkan kualitas tidur dengan melepaskan hormon yang mendorong relaksasi. Namun, seks yang kuat yang meningkatkan detak jantungmu sehingga mungkin memiliki efek yang sama dengan olahraga.
4. Siapa yang tidur dengan kamu
Jika kamu tidur dengan orang lain atau hewan peliharaan, kombinasi suhu tubuhmu dapat meningkatkan suhu di bawah tempat tidur dan di kamarmu. Suhu rata-rata tubuh manusia kira-kira 37 ° C. Jika suhu ruangan lebih hangat dari suhu tersebut, tubuhmu akan menyerap panas dan justru memberikan efek pendinginan pada ruangan tersebut.
5. Pengobatan
Beberapa obat-obatan berpotensi meningkatkan suhu tubuh atau mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur suhunya. Beberapa obat yang biasa digunakan yang memengaruhi termoregulasi meliputi antikolinergik antibiotik beta-laktam termasuk penisilin dan sefalosporin, karbamazepin, obat diabetes, antidepresan SSRI atau trisiklik dan masih banyak lagi.
6. Hormon
Ketidakseimbangan kadar hormon dapat menyebabkan keringat malam atau hot flashes. Banyak perempuan mengalami keringat malam sebagai bagian dari sindrom pramenstruasi karena fluktuasi kadar estrogen dan progesteron. Kehamilan juga menyebabkan perubahan hormonal yang meningkatkan aliran darah dan meningkatkan suhu inti tubuh kamu.
7. Penyakit dan infeksi
Banyak penyakit potensial yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh atau menyebabkan keringat malam. Penyakit infeksi yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh antara lain flu, radang tenggorokan, radang paru-paru, tuberkulosis, dan infeksi bakteri lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)