FITNESS & HEALTH

Beberapa Cara Mengobati Bekas Luka Kurap

Sandra Odilifia
Kamis 14 Januari 2021 / 15:09
Jakarta: Ringworm atau kurap adalah jenis ruam kulit yang merah atau berubah warna dan gatal yang disebabkan oleh infeksi jamur menular. Kurap kerap disebut tinea. Sementara tinea terdiri dari tinea capitis yang memengaruhi kulit kepala dan tinea corporis yang memengaruhi tubuh.

Tinea ditularkan oleh hewan peliharaan dan manusia. Tinea juga dikatakan jenis jamur yang sama seperti penyebab gatal di selangkangan dan kutu air. Sesuai namanya, ruam kurap memiliki bentuk seperti cincin yang muncul, biasanya mengelilingi lingkaran kulit yang lebih cerah.

Selain itu, kurap bisa sangat mirip dengan kondisi kulit lain yang menyebabkan ruam merah atau berubah warna yang disebut psoriasis.

Kurap dapat menyerang hampir semua bagian tubuhmu, termasuk kulit kepala dan tangan. Sebagian besar kasus kurap ringan cukup mudah diobati di rumah dan dengan obat-obatan. Biasanya kurap hilang dalam waktu 2 sampai 4 minggu.

Kasus yang lebih serius mungkin memerlukan perawatan hingga 3 bulan. Beberapa kasus kurap, termasuk kurap di kulit kepala dapat menyebabkan kerontokan rambut. Dalam kasus yang jarang terjadi, kamu mungkin mengalami jaringan parut setelah kasus kurap.
 

Apakah kurap meninggalkan bekas luka?


Obat antijamur adalah pengobatan yang banyak digunakan untuk kurap. Sebagian besar kasus kurap merespons obat-obatan ini dengan baik dan ruam menghilang. Namun dalam beberapa kasus, ruam kurap yang sembuh bisa meninggalkan bekas luka permanen pada kulit.

Bekas luka kurap lebih mungkin menyerang orang yang hidup dengan penyakit autoimun, kulit sensitif, kulit berpigmen, dan kondisi penyembuhan luka.
 

Seperti apa bekas luka kurap?


Setelah mengalami kurap, kamu bisa mendapati bekas luka permanen berwarna cokelat atau perubahan warna pada kulit. Bekas luka ini memiliki pola yang sama dengan ruam kurap. Bentuknya bulat dan biasanya mengelilingi sepetak bundar dari kulit yang lebih bersih.
 

Bagaimana cara menghilangkan bekas luka kurap?


Bekas luka kurap biasanya berwarna cokelat atau berubah warna dan rata. Mereka mungkin menutupi sebagian besar atau kecil kulit. Beberapa jaringan parut yang disebabkan oleh kurap bisa menjadi permanen.

Jaringan parut belum tentu berbahaya dan bekas luka biasanya memudar seiring waktu. Tetapi beberapa orang mungkin ingin mengurangi tampilan bekas lukanya.

Melansir Healthline, berikut beberapa perawatan umum untuk meminimalkan munculnya bekas luka meliputi:
 

1. Dermabrasi


Dermabrasi adalah prosedur kosmetik yang dilakukan oleh ahli medis berlisensi seperti menghaluskan kulit yang rusak dan berubah warna menggunakan perangkat yang berputar cepat. Perangkat ini menggosok kulitmu untuk menghilangkan lapisan luar dari area bekas luka.

Kulit kamu yang tumbuh kembali pada tempatnya biasanya lebih halus dan lebih kencang. Prosedur ini melibatkan anestesi lokal dan dapat membuat kulit kamu sensitif untuk jangka waktu tertentu. Biasanya dibutuhkan waktu 3 bulan untuk melihat hasilnya.
 

2. Terapi laser


Terapi laser melibatkan pemaparan kulit bekas luka ke sinar cahaya yang intens. Cahaya menghilangkan lapisan luar kulitmu atau memicu pertumbuhan kulit baru di tempat-tempat yang telah rusak.

Jika dilakukan oleh profesional medis berlisensi, terapi laser biasanya aman dan efektif untuk mengurangi munculnya bekas luka kurap.
 

3. Mencegah kerusakan kulit lebih lanjut


Mencegah kerusakan kulit lebih lanjut dapat membantu meningkatkan kemungkinan hilangnya bekas luka seiring waktu. Cobalah berhenti atau kurangi merokok, gunakan tabir surya, oleskan pelembap pada kulit kering.

Lalu tutupi kulit yang terbuka saat berada di luar ruangan, hindari pergi ke luar saat matahari terik. Kemudian makan yang seimbang, cukup tidur, hindari minum alkohol dan konsumsi vitamin E.
(FIR)

MOST SEARCH