FITNESS & HEALTH

7 Jenis Diet yang Tidak Sehat untuk Badan

Raka Lestari
Rabu 11 November 2020 / 19:55
Jakarta: Ada banyak jenis diet yang bisa dilakukan. Pada umumnya, seseorang melakukan diet untuk menurunkan berat badan.

Akan tetapi, tidak semua diet baik untuk tubuh dan sebaiknya diet-diet yang berbahaya tersebut dihindari. Dan berikut ini adalah beberapa jenis diet yang tidak disarankan untuk tubuh seperti dilansir dari Women Health Mag:
 

1. Baby Food Diet


"Makanan bayi pada dasarnya adalah buah, sayuran, dan daging yang dihaluskan. Jadi, tidak ada alasan mengapa makanan bayi dapat membantumu menurunkan berat badan," kata Sharon Palmer, penulis Plant-Powered for Life.

Selain itu, makanan bayi tidak berkelanjutan, kata Palmer. Ketika makanan dihaluskan, tubuh tidak akan menangkap rasa kenyang. Hal ini justru bisa membuatmu tetap merasa lapar, meskipun sudah mengonsumsi cukup banyak kalori.
 

2. Diet Cuka Apel


"Untuk diet ini, seseorang harus menambahkan cabai rawit dan madu ke dalam segelas cuka apel. Dan minum tiga gelas per hari, satu gelas setiap sebelum makan," kata Ginny Erwin, RD.

Diet ini adalah ide yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang menderita penyakit usus besar, atau orang yang menderita penyakit asam lambung. Sebab rempah-rempah dan rasa asam.

Ditambah lagi, secara keseluruhan diet ini dapat menyebabkan iritasi pada lapisan perut. Sehingga menyebabkan rasa sakit dan gas yang mengerikan.
 

3. Diet HCG (Human Chorionic Gonadotropin)


"Diet HCG mengharuskan seseorang membatasi kalori total harian mereka sampai 500 per hari, kemudian dibagi rata menjadi dua kali makan," ujar Ashvini Mashru, RD, penulis Small Steps to Slim.

Diet ini sangat jelas kekurangan kalori, nutrisi, seperti protein dan lemak, seluruh kelompok makanan, vitamin, dan mineral. Jadi diet jenis ini bukanlah ide yang baik untuk dilakukan dan diet HCG ini belum disetujui pihak kesehatan di Amerika untuk menurunkan berat badan.
 

4. Diet Tanah Liat


"Beberapa pesohor melakukan diet ini dengan mencampur tanah liat dengan segelas air, yang katanya bisa membersihkan usus dan mengurangi rasa lapar,"  kata Toby Amidor, penulis The Greek Yoghurt Kitchen.

Namun Toby menjelaskan bahwa diet jenis ini berpotensi berbahaya. Mengonsumsi tanah liat secara terus menerus dapat merusak lapisan usus dan dapat membuat seseorang kekurangan vitamin yang penting bagi tubuh.

"Tanah liat benar-benar menghilangkan nutrisi dari tubuhmu dan membuat nutrisi tidak terserap dalam tubuh," ujar Toby.
 

5. Diet Udara


"Diet ini mengharuskanmu memegang garpu kosong lalu memasukkannya ke dalam mulut dan berpura-pura makan," ujar Rebecca Scritchfield, penulis buku Body Kindness.

Mungkin ini terdengar sedikit gila. Diet ini menyebabkan kelainan makan, karena jumlah kalori yang terus menurun. Menurunkan metabolisme dan menyebabkan kerusakan otot juga. Hal ini juga meningkatkan resistensi leptin, yang merusak kemampuan tubuh untuk mendapatkan rasa kenyang.
 

6. Diet Cacing Pita


Diet ini membutuhkan penyerapan yang dilakukan cacing pita, di mana cacing pita tersebut akan makan makanan yang kamu makan. Sehingga tubuh tidak menyerap kalori dari makanan yang kamu makan. Kemudian cacing ini diharapkan bisa keluar kembali melalui saluran pencernaan.

"Penting disadari bahwa ini adalah parasit, dan bisa saja sangat sulit dihilangkan," ujar Alexandra Caspero, pengarang delishknowledge.com.

Selain itu tidak ada jaminan bahwa cacing tersebut takkan berpindah ke bagian tubuh yang lain, dan dapat menyebabkan efek samping seperti kelelahan, sakit kepala, dan diare.
 

7. Diet Alkalin


"Diet ini mewajibkan orang yang melakukannya untuk tidak mengonsumsi makanan asam, termasuk daging, unggas, ikan, susu, telur, gandum, makanan olahan, dan alkohol." ujar Julie Harrington, penulis Deliciouskitchen.com.

Para pendukung diet ini mengatakan bahwa makanan asam membuat kita lesu, memperburuk tulang kita, dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Mengonsumi makanan alkali (buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian) akan membuat tubuh menjadi basah. sehingga sel kanker dan lemak tidak berkembang dalam lingkungan alkalin. Padahal menurut Harrington, diet ini tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Tubuh kamu secara alami mengatur kadar pH darah, dan makanan tertentu tidak dapat mengubahnya," tutup Harrington.
(FIR)

MOST SEARCH