FITNESS & HEALTH

Bayi Sering Muntah? Kenali Tanda GERD yang Perlu Diwaspadai

A. Firdaus
Selasa 03 November 2026 / 13:11
Ringkasnya gini..
  • Kenali gejala GERD, penyebab refluks, dan tanda bahaya yang mengharuskan orang tua segera membawa anak ke dokter.
  • orang tua sebaiknya segera menghubungi dokter jika refluks membuat anak tidak nyaman.
  • Refluks pada bayi dan balita dapat disebabkan beberapa faktor.
Jakarta: Bayi yang sering gumoh atau muntah setelah menyusu kerap membuat orang tua khawatir. Kondisi ini memang cukup umum terjadi, tetapi jika berlangsung terus-menerus hingga mengganggu kenyamanan dan pertumbuhan anak, orang tua perlu mewaspadai kemungkinan gastroesophageal reflux disease (GERD).

GERD merupakan kondisi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, berulang kali naik kembali ke kerongkongan. Jika bayi atau balita sering muntah tetapi tetap nyaman dan berat badannya bertambah dengan baik, kondisi tersebut umumnya dapat disampaikan kepada dokter saat pemeriksaan rutin berikutnya.

Namun, dilansir dari BabyCenter, orang tua sebaiknya segera menghubungi dokter jika refluks membuat anak tidak nyaman, mengganggu pertambahan berat badan, atau disertai muntah darah. Darah yang keluar secara terus-menerus atau dalam jumlah banyak bisa menandakan masalah serius, seperti alergi makanan, perdarahan saluran pencernaan, atau gangguan pembekuan darah.
 

Orang tua juga perlu memperhatikan jika terdapat darah dalam tinja anak. Kondisi ini dapat berkaitan dengan alergi makanan, fisura anus atau luka kecil pada anus, maupun infeksi usus. Selain itu, muntah yang menyembur kuat setelah menyusu perlu diperiksa karena bisa menjadi tanda stenosis pilorus, yaitu penyempitan saluran keluar lambung yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi.
 

Kapan Harus Mencari Pertolongan Darurat?


Ada beberapa gejala yang tidak boleh diabaikan dan membutuhkan pertolongan medis segera. Salah satunya adalah muntah berwarna hijau atau kuning kehijauan yang mengandung empedu. Kondisi ini dapat menjadi tanda penyumbatan usus.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah muntah dengan cairan menyerupai ampas kopi. Tampilan tersebut bisa mengindikasikan adanya perdarahan pada saluran pencernaan, termasuk kerongkongan, lambung, atau usus halus. Jika bayi atau balita mengalami gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Orang tua juga dapat mencatat frekuensi muntah, warna muntahan, dan gejala lain yang menyertainya untuk membantu dokter menentukan penanganan.
 

Penyebab Refluks pada Bayi dan Balita


Refluks pada bayi dan balita dapat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah sfingter esofagus bawah, yaitu otot berbentuk katup yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung. Jika otot ini lemah atau belum berfungsi optimal, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada bayi prematur karena otot sfingter esofagus bawah belum berkembang sempurna. Seiring bertambahnya usia dan matangnya sistem pencernaan, fungsi otot ini biasanya semakin baik sehingga refluks pada banyak bayi berangsur berkurang. Faktor lain yang dapat berkaitan dengan GERD adalah hernia hiatal, yaitu kondisi ketika sebagian lambung menonjol melalui diafragma menuju rongga dada. Kondisi ini dapat mempermudah isi lambung naik ke kerongkongan, meskipun tidak semua anak dengan GERD mengalaminya.

Memahami penyebab dan gejala refluks penting agar orang tua dapat membedakan gumoh yang umum terjadi pada bayi dengan kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Jika muntah berlangsung berulang, mengganggu pertumbuhan, atau disertai tanda bahaya, jangan menunda pemeriksaan ke dokter.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH