FITNESS & HEALTH
3 Posisi Teknik Proning Ini Bantu Tingkatkan Saturasi Oksigen
Yatin Suleha
Kamis 08 Juli 2021 / 17:28
Jakarta: Saat angka kasus positif covid-19 terus menaik, hal ini juga berdampak pada kelangkaan oksigen yang saat ini dialami oleh banyak daerah di Indonesia.
Dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), Dokter Paru dari Rumah Sakit Umum YARSI yang juga tergabung dalam organisasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan kamu bisa melakukan teknik proning untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen.
Saturasi oksigen menurut dr. Erlina adalah kandungan oksigen di dalam darah yang bisa secara perifer diukur dengan menempelkan alat yang disebut dengan oksimetri di jari telunjuk atau ibu jari.
"Nah, di alat ini akan muncul, biasanya ada dua nilai, nilai saturasi oksigen dan nilai nadi," papar dr. Erlina seperti dalam tayangan Metro TV.
Tetapi menurutnya jika tidak punya alat tersebut, kita bisa tahu bahwa seseorang itu butuh oksigen kalau dia bernapas lebih cepat.
"Bernapas cepat itu adalah suatu mekanisme kompensasi dari tubuh yang kekurangan oksigen," jelasnya lagi.
Ia mengingatkan sesak itu bisa terlihat dan dihitung.
"Kalau anggota keluarganya isolasi mandiri dan sesak, itu bisa batas nilainya adalah kalau bernapasnya (usaha bernapasnya itu) lebih dari 24 kali per menit. Jadi silakan dihitung dalam 1 menit itu berapa kali ia menghela napas. Nah, itulah yang bisa kita katakan sesak napas," tegas dr. Erlina.

(Oximeter bisa dilakukan dengan alat oximeter atau jika tidak ada, dr. Erlina menyarankan kamu menghitungnya. Sesak napas itu jika usaha bernapasnya lebih dari 24 kali per menit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Dalam slide teknik proning yang dikeluarkan oleh Ministry of Health & Family Welfare of India dijelaskan bahwa teknik proning adalah teknik yang disetujui secara medis dapat membantu meningkatkan kadar saturasi oksigen.
Teknik proning bisa dilakukan saat saturasi turun di bawah 94 persen dan menyebabkan sesak napas. Hal ini juga bisa dilakukan saat kamu tidak memiliki tabung oksigen.
Dr. Erlina Burhan mengatakan bahwa teknik ini sangat baik bagi tubuh. Dalam slide Kemenkes India juga disebutkan teknik proning membantu pasien berjuang melawan covid-19 walau dengan level persentase saturasi oksigen sebesar 75 persen.
Teknik proning bisa dan baik dilakukan namun ada hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Hindari teknik proning satu jam setelah makan
2. Lakukan teknik proning sesuai dengan kondisi tubuh
3. Bantal dapat disesuaikan untuk mengubah area tekanan demi kenyamanan
4. Perhatikan setia luka tekan atau cedera, terutama di sekitar tonjolan tulang
Slide dalam Kemenkes India menyebutkan orang berikut ini dilarang melakukan teknik proning, yaitu pada:
1. Ibu hamil
2. Orang dengan kelebihan berat badan
3. Orang yang memiliki kelainan atau sakit tulang punggung, tulang paha, dan tulang panggul
4. Mengalami trombosis vena dalam
Tiga panduan posisi proning ini bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuh.

(Teknik proning posisi berbaring di perut. Foto: Istimewa)
- Berbaring tengkurap dengan posisi datar
- Posisikan kepala di bawah permukaan tubuh
- letakkan bantal pertama di bawah tulang leher
- Letakkan bantal kedua di bawah area panggul
- Pasang bantak ketiga di bawah kaki
- Pastikan bagian perut terasa rilesk, tidak terhalang benda apa pun

(Teknik proning posisi berbaring ke sisi kanan. Foto: Istimewa)
- Lakukan posisi miring jika tidak bisa tengkurap
- Posisikan badan di sisi bawah atau lantai
- Letakkan bantal pertama di bawah kepala
- Letakkan bantal kedua di bawah pinggang
- Letakkan bantal ketiga di antara kedua kaki

(Teknik proning posisi duduk. Foto: Istimewa)
- Beristirahat dalam posisi miring
- Letakkan tiga bantal sebagao peyangga punggung untuk duduk
Tips: Penting bagi kamu melakukan ini dalam kondisi yang nyaman, dengan ventilasi yang baik, serta cobalah bernapas dengan udara segar sebanyak mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), Dokter Paru dari Rumah Sakit Umum YARSI yang juga tergabung dalam organisasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan kamu bisa melakukan teknik proning untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen.
Saturasi oksigen menurut dr. Erlina adalah kandungan oksigen di dalam darah yang bisa secara perifer diukur dengan menempelkan alat yang disebut dengan oksimetri di jari telunjuk atau ibu jari.
"Nah, di alat ini akan muncul, biasanya ada dua nilai, nilai saturasi oksigen dan nilai nadi," papar dr. Erlina seperti dalam tayangan Metro TV.
Tetapi menurutnya jika tidak punya alat tersebut, kita bisa tahu bahwa seseorang itu butuh oksigen kalau dia bernapas lebih cepat.
"Bernapas cepat itu adalah suatu mekanisme kompensasi dari tubuh yang kekurangan oksigen," jelasnya lagi.
Ia mengingatkan sesak itu bisa terlihat dan dihitung.
"Kalau anggota keluarganya isolasi mandiri dan sesak, itu bisa batas nilainya adalah kalau bernapasnya (usaha bernapasnya itu) lebih dari 24 kali per menit. Jadi silakan dihitung dalam 1 menit itu berapa kali ia menghela napas. Nah, itulah yang bisa kita katakan sesak napas," tegas dr. Erlina.

(Oximeter bisa dilakukan dengan alat oximeter atau jika tidak ada, dr. Erlina menyarankan kamu menghitungnya. Sesak napas itu jika usaha bernapasnya lebih dari 24 kali per menit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Teknik proning
Dalam slide teknik proning yang dikeluarkan oleh Ministry of Health & Family Welfare of India dijelaskan bahwa teknik proning adalah teknik yang disetujui secara medis dapat membantu meningkatkan kadar saturasi oksigen.
Kapan teknik proning dilakukan?
Teknik proning bisa dilakukan saat saturasi turun di bawah 94 persen dan menyebabkan sesak napas. Hal ini juga bisa dilakukan saat kamu tidak memiliki tabung oksigen.
Efektivitas teknik proning
Dr. Erlina Burhan mengatakan bahwa teknik ini sangat baik bagi tubuh. Dalam slide Kemenkes India juga disebutkan teknik proning membantu pasien berjuang melawan covid-19 walau dengan level persentase saturasi oksigen sebesar 75 persen.
Kondisi yang perlu diperhatikan:
Teknik proning bisa dan baik dilakukan namun ada hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Hindari teknik proning satu jam setelah makan
2. Lakukan teknik proning sesuai dengan kondisi tubuh
3. Bantal dapat disesuaikan untuk mengubah area tekanan demi kenyamanan
4. Perhatikan setia luka tekan atau cedera, terutama di sekitar tonjolan tulang
Teknik proning dilarang pada:
Slide dalam Kemenkes India menyebutkan orang berikut ini dilarang melakukan teknik proning, yaitu pada:
1. Ibu hamil
2. Orang dengan kelebihan berat badan
3. Orang yang memiliki kelainan atau sakit tulang punggung, tulang paha, dan tulang panggul
4. Mengalami trombosis vena dalam
Panduan posisi proning:
Tiga panduan posisi proning ini bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuh.

(Teknik proning posisi berbaring di perut. Foto: Istimewa)
1. Posisi berbaring di perut (30 menit - 2 jam)
- Berbaring tengkurap dengan posisi datar
- Posisikan kepala di bawah permukaan tubuh
- letakkan bantal pertama di bawah tulang leher
- Letakkan bantal kedua di bawah area panggul
- Pasang bantak ketiga di bawah kaki
- Pastikan bagian perut terasa rilesk, tidak terhalang benda apa pun

(Teknik proning posisi berbaring ke sisi kanan. Foto: Istimewa)
2. Posisi berbaring ke sisi kanan (30 menit - 2 jam)
- Lakukan posisi miring jika tidak bisa tengkurap
- Posisikan badan di sisi bawah atau lantai
- Letakkan bantal pertama di bawah kepala
- Letakkan bantal kedua di bawah pinggang
- Letakkan bantal ketiga di antara kedua kaki

(Teknik proning posisi duduk. Foto: Istimewa)
3. Posisi duduk (30 menit - 2 jam)
- Beristirahat dalam posisi miring
- Letakkan tiga bantal sebagao peyangga punggung untuk duduk
Tips: Penting bagi kamu melakukan ini dalam kondisi yang nyaman, dengan ventilasi yang baik, serta cobalah bernapas dengan udara segar sebanyak mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)