FITNESS & HEALTH

Udah Diet Tapi Tetep Buncit? Fix, Ini Penyebab Perut Buncit Kamu Susah Hilang!

A. Firdaus
Jumat 17 Juli 2026 / 15:20
Ringkasnya gini..
  • Perut buncit sering menjadi salah satu bagian tubuh, yang paling sulit dikecilkan.
  • Kondisi ini terjadi karena lemak di area perut dipengaruhi oleh hormon, metabolisme, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kebiasaan sehari-hari.
  • Lemak yang menumpuk di rongga perut atau dikenal sebagai lemak viseral, lebih sulit dihilangkan dibandingkan lemak yang berada tepat di bawah kulit.
Jakarta: Perut buncit sering menjadi salah satu bagian tubuh, yang paling sulit dikecilkan. Tidak sedikit orang sudah mengurangi porsi makan, rutin berolahraga, bahkan berat badan mulai turun, tetapi lingkar perut masih terlihat sama. 

Kondisi ini terjadi karena lemak di area perut tidak selalu berkaitan dengan jumlah kalori yang masuk, tetapi juga dipengaruhi oleh hormon, metabolisme, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kebiasaan sehari-hari.

 

Lemak yang menumpuk di rongga perut atau dikenal sebagai lemak viseral, juga lebih sulit dihilangkan dibandingkan lemak yang berada tepat di bawah kulit. 

Oleh karena itu, mengecilkan perut buncit membutuhkan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan diet atau latihan perut saja.

Perut buncit yang sulit hilang umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak viseral, yaitu lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam.

Berbeda dengan lemak subkutan yang berada di bawah kulit, lemak viseral lebih dipengaruhi oleh kondisi metabolisme, hormon, dan pola hidup.
 

1. Ketidakseimbangan hormon dan stres


Saat mengalami stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area perut. Selain itu, pertambahan usia dan menopause juga dapat mengubah distribusi lemak, sehingga lebih banyak menumpuk di bagian perut.
 

2. Terlalu banyak mengonsumsi gula dan fruktosa



(Kelebihan gula dan fruktosa akan diproses di hati, kemudian disimpan sebagai lemak di rongga perut, Foto: Dok. Pexels.com)

Minuman manis, soda, kopi susu, camilan kemasan, serta makanan olahan yang tinggi gula tambahan, dapat mempercepat penumpukan lemak viseral. Kelebihan gula dan fruktosa akan diproses di hati, kemudian disimpan sebagai lemak di rongga perut.
 

3. Kurang tidur atau tidur tidak berkualitas


Pola tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon ghrelin dan leptin, yang berperan mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, keinginan mengonsumsi makanan manis, tinggi karbohidrat, dan berlemak meningkat sehingga proses mengecilkan perut menjadi lebih sulit.
 

4. Jenis olahraga kurang tepat


Banyak orang mengandalkan sit-up atau crunch setiap hari untuk menghilangkan lemak perut. Padahal, latihan tersebut tidak dapat membakar lemak hanya pada satu bagian tubuh atau spot reduction.

Hasil yang lebih optimal diperoleh dengan menggabungkan latihan beban, untuk meningkatkan metabolisme dan olahraga kardio, seperti jogging atau HIIT, untuk membakar kalori secara menyeluruh.

 

5. Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak


Kebiasaan duduk dalam waktu lama, bekerja di depan komputer, atau terlalu sering rebahan membuat metabolisme melambat, dan otot tubuh menjadi kurang aktif.

Saat tubuh jarang bergerak, kelebihan kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak, termasuk di area perut bagian bawah.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH