FITNESS & HEALTH

Ilmuwan Peringatkan Pikiran Manusia Bukan untuk Terjaga Saat Tengah Malam

Mia Vale
Senin 08 Agustus 2022 / 10:05
Jakarta: Banyak bukti menunjukkan bahwa fungsi pikiran manusia berbeda jika terjaga di malam hari. Lewat tengah malam, emosi negatif cenderung lebih menarik perhatian kita daripada yang positif.

Beberapa peneliti berpikir ritme sirkadian manusia sangat terlibat dalam perubahan penting dalam fungsi ini, seperti yang diuraikan dalam makalah baru yang merangkum bukti bagaimana sistem otak berfungsi secara berbeda setelah gelap. 

Hipotesis mereka, yang disebut 'Mind After Midnight', menunjukkan tubuh manusia dan pikiran manusia mengikuti siklus aktivitas alami 24 jam yang memengaruhi emosi dan perilaku kita. 

Di siang hari, misalnya, tingkat molekuler dan aktivitas otak disetel untuk terjaga. Tapi di malam hari, perilaku kita yang biasa adalah tidur. Dari sudut pandang evolusi, ini, tentu saja, masuk akal. 




(Ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Ritme sirkadian


Manusia jauh lebih efektif dalam berburu dan mengumpulkan di siang hari, dan sementara malam hari sangat bagus untuk beristirahat, manusia pernah memiliki risiko lebih besar untuk menjadi yang diburu.

"Ada jutaan orang yang terjaga di tengah malam, dan ada bukti yang cukup bagus bahwa otak mereka tidak berfungsi sebaik siang hari," kata ahli saraf Elizabeth Klerman dari Universitas Harvard. Melansir dari Science Alert, penulis hipotesis baru pun menggunakan dua contoh untuk mengilustrasikan poin mereka. 

Contoh pertama adalah seorang pengguna heroin yang berhasil mengatasi keinginannya di siang hari tetapi menyerah pada keinginannya di malam hari. Yang kedua adalah seorang mahasiswa yang berjuang dengan insomnia, yang mulai merasakan keputusasaan, kesepian dan keputusasaan saat malam-malam tanpa tidur menumpuk. 

Selain itu bunuh diri dan melukai diri sendiri sangat umum terjadi di malam hari. Faktanya, beberapa penelitian melaporkan risiko bunuh diri tiga kali lipat lebih tinggi antara tengah malam dan pukul 06.00 pagi dibandingkan dengan waktu lainnya. 

Sama halnya seperti penelitian di pusat konsumsi obat yang diawasi di Brasil mengungkapkan risiko overdosis opioid 4,7 kali lipat lebih besar di malam hari. 

Dengan demikian, kita hanya baru tahu sedikit tentang cara kerja otak manusia. Apakah tidur atau bangun, pikiran setelah tengah malam adalah sebuah misteri.

(TIN)

MOST SEARCH